Dunia Hanya Untuk Si Cantik

Dunia Hanya Untuk Si Cantik
kecelakaan


__ADS_3

brukkk....


" ya ampun ada kecelakaan " ucap diana


Diana berlari kearah mobil itu dan melihat ada orang didalamnya, satu sopir dan satu orang dibelakang diana melihat supir itu tetapi sudah tidak bergerak sama sekali, dan beralih ke belakang dan melihat seseorang itu masih bergerak


" pak pak kamu bisa dengar saya " ucap diana


Tok tok


Diana berusaha menyadarkan orang didalamnya, dia ingat dengan kedua orang tuanya yang juga meninggal gara gara kecelakaan mobil jadi dia ingin menyelamat orang itu


" tolong saya tolong..... " ucap pria itu


" saya akan melempar kacanya sama batu tolong bapak minggir dulu " ucap diana


Pria itu menurut dan segera miggir dan kaca itu pecah, diana berusaha untuk membuka pintu itu dan dengan segala upaya akhirnya pintu itu terbuka


" ayo pak saya bantu " ucap diana menarik tangan pria itu


" ahhhh..... " teriak pria itu


" kaki saya sakit sekali, saya gak bisa keluar " ucap pria itu


" ayo berusaha saya bantu tolong berusaha sedikit lagi, mobil ini mau meledak "


" pergi dari sini, menjauhlah " ucap pria itu


" pengecut udah mau ditolongi malahan nyuruh pergi "


Pria itu sedikit tersinggung dengan ucapan diana lalu dia berusaha untuk menarik kakinya dan akhirnya pria itu sudah keluar dari mobil itu


" kita harus cepat menjauh dari mobil ini, kayaknya mobil ini mau meledak " ucap diana membawa pria itu menjauh


Tapi belum terlalu jauh dari mobil ternyata mobil itu sudah meledak dan mengakibatkan diana dan pria itu terpental, untung saja diana tidak ada yang terluka berbeda dengan pria itu dia menatap batu besar dan membuat kepalanya berdarah


" hey,,,, ayo bangun jangan buat aku takut " ucap diana menangis


pria itu masih bisa membuka matanya sedikit dan melihat wanita itu menangis dan mengusap pipi diana itu


" kita harus kerumah sakit sekarang ayo aku bantu " ucap diana khawatir


Diana membawa pria itu ke motornya dan membantu pria itu untuk naik,


" maaf kalau aku enggak sopan " ucap diana


Diana mengikatkan jaketnya ke badan mereka berdua dan segera pergi ke rumah sakit untung saja hujannya tidak terlalu deras hanya masih gerimis sehingga tidak terlalu mengenai luka pria itu


" tolong sus tolong " ucap diana setelah sampai dirumah sakit


Suster itu berlari sambil membawa ranjang pasien dan meletakkan pria itu dan membawanya keruang ICU


" tolong bantu dia dok " ucap diana


" iya tapi tolong urus adminitrasinya terlebih dahulu ya mbk "


" iya dok "


Diana berjalan ke arah meja admintrasi untuk membayar


" hah 10 juta mbk? " ucap diana kaget


Diana memberikan kartunya dengan terpaksa, tabungannya yang sudah ia kumpulkan pun hampir habis

__ADS_1


" padahal baru bayar setengahnya aja udah segitu, tapi gak papa yang penting pria itu selamat kasihan orang tuanya " ucap diana


Diana berlari ke ruang ICU dan menunggu dokter menangani pria itu


" gimana keadaannya dok? " tanya diana


" pasien kehilangan banyak darah jadi perlu trasfusi darah tetapi stok darah AB Rh negatif sedang kosong karena golongan darah itu sangat langka " ucap dokter


" AB Rh negatif? Darah sayang O Rh negatif dok jadi saya bisa kan donorkan darah saya? " tanya Diana


" bisa , mari ikuti saya kita harus segera trasfusi darah "


Diana sedang memeriksa kesehatannya sebelum melakukan donor darah dan syukurnya dia sehat dan bisa melakukan donor darah


Setelah selesai Diana menunggu diruang ICU meskipun keadaannya sangat lemah karena darahnya banyak berkurang


" gimana dok? "


" trasfusi darahnya berjalan lancar kita tinggal tunggu pasien sadar dan akan dibawa keruang pasien "


" terima kasih dok "


Diana gembira saat mengetahui pria itu selamat tak lama diana melihat pria itu dibawa keluar


" sampai kapan dia sadarnya sus? " tanya diana


" mungkin sebentar lagi , saya permisi dulu "


Diana mengangguk dan berjalan menuju ke kursi samping ranjang dia melihat pria itu


" syukurlah kamu selamat " ucap Diana


Diana begitu lemas dan mulai tertidur di samping pria itu sampai pagi tangan pria itu mulai bergerak dan diana menyadarinya langsung bangun


Lalu diana memanggil dokter dan memeriksa keadaan pria itu


" kamu siapa? " tanya pria itu


" aku diana kamu siapa? "


" aku? Aku gak inget nama aku siapa dan ini dimana? " ucap Pria itu


Diana begitu bingung dengan sikap pria itu setelah bangun


" dok gimana keadaanya dok kenapa dia tidak ingat dengan namanya sendiri "


" kemungkinan pasien ini mengalami amesia tapi tenang saja amesia ini tidak bersifat permanen jadi masih bisa pulih "


" jadi dia bisa dibawa pulang kapan dok ? " tanya diana


" keadaanya sudah membaik besok bisa dibawa pulang "


Pria itu masih bengong dan bingung dengan keadaannya sendiri


" kalau kamu gak inget siapa kamu terus aku harus bawa kamu kemana? " ucap Diana


Diana pergi ke admintrasi untuk menanyai kekurangan biaya rumah sakit


" apa kurang 50 juta lagi? "


" aku harus cari uang segitu dimana? Pria itu juga gak ingat siapa dia "


Diana berjalan keluar untuk meminta bantuan tapi dia bingung dengan siapa dia meminta bantuan

__ADS_1


" selamat siang kak bunga " ucap diana


" diana? ya ampunn na kamu kemana aja kemarin kok gak ngabarin sih "


" maaf kan kemarin aku nolongin orang yang kecelakaan "


" ya ampun terus kamu gak papa kan ? " tanya bunga


" aku gak papa kok kak, tapi masalahnya orang yang aku tolongin dia amesia kak dia lupa sama keluarganya jadi aku bantu biaya rumah sakitnya tapi masih kurang banyak kakak ada gak simpanan nanti aku ganti deh "


" emang berapa kamu butuhnya na? "


" 50 juta kak "


" ya ampunn na itu banyak banget, aduh mana uang aku udah buat yang lain lagi gimana ya na ? "


Tiba tiba tante irma datang


" ada apa kok kayak gelisah gitu? " tanya tante irma


" ini tan " bunga menceritakan semuanya kepada tante irma


" ya ampun Na tapi kamu gak papa kan? " tanya tante irma khawatir


" em gak papa kok tante, "


" gak papa gimana lutut kamu sampai berdarah gitu "


" bunga bawa obat kesini "


Tante irma mengobati lutut diana dengan telaten


" tante akan mentrasfer uang 50 juta buat kamu na "


" tante serius? " ucap diana kaget


" iya, tante gak bisa bayangin kalau itu anak tante jadi tante juga mau bantu, tante sangat kagum dengan kamu na kamu mau bantu pria itu meski dia udah putus asa "


" makasih tante pasti aku ganti uangnya "


" ah pikiran nanti aja,, nah udah selesai "


" kalau gitu diana pergi dulu ya tante kak bunga "


" nanti na kamu makan aja dulu kamu pasti belum makan wajah kamu keliatan pucet banget " ucap tante irma


" nanti aja tante, ini juga efek donor darah nanti istirahat sebentar juga udah enakan, aku juga izin buat gak masuk kerja gak papa kan tante? "


" iya gk papa ya udah kamu cepet pulang kalau gitu "


Diana segera kerumah sakit untuk melunasi biaya rumah sakit dan ingin membawa pria itu kerumahnya dia tidak ada pilihan lain dan diana juga tidak punya tujuan harus membawa pria itu kemana


" bunga, perasaan tante kok gak enak ya "


" tante kecapean kali, lebih baik tante pulang "


**Bunyi telepon


" halo..... "


Brukkk**.....


" tante bangun tante " ucap bunga

__ADS_1


__ADS_2