
Setelah sarapan diana merasa badannya sedikit segar dia begitu dirawat oleh andre
" makasih ya kamu bela belain enggak kerja buat jaga aku " ucap diana
" santai aja " ucap leo
" lo kenapa? Masih mikirin mantan lo ? " tanya andre saat melihat diana begong
" ahh apa? Mana mungkin aku mikirin dia kita udah enggak ada hubungan kali " elak diana
" ya itu dibibir lo tapi dihati lo enggak kan lo masih cinta kan sama dia? " tanya andre
" emang keliatan ya hehe " tanya diana
Andre mengnganggukan kepalanya
" kita emang pacaran enggak ada seminggu tapi kita deket udah satu bulanan jadi aku masih ada sedikit rasa sama dia, lihat dia hampir tak tertolong buat aku sedih mungkin kamu pasti bilang kalau aku cewek bodoh iya kan? Tapi move on sama orang yang masih kita sayang tuh rasanya berat banget " ucap diana
" kenapa berat? Dia aja tega khianati lo jadi menurut gua elo hanya nyiksa diri lo sendiri, liat dia bahkan dia enggak merasa bersalah idah khianati lo " ucap andre menyakinkan diana
" aku juga pengen move on dari dia kok, kamu tenang aja hehe "
" inget na masih ada laki laki yang menghargai lo jadi jangan nyiksa diri elo sendiri dengan masih cinta sama mantan elo, elo harus tunjukin kalau lo juga bisa bahagia cukup tadi malam elo nangis kayak gitu gua enggak mau liat lo kayak gitu lagi " ucap andre
" makasih udah ah aku mau tidur " ucap diana
Andre meninggalkan diana sendiri dikamar dia keluar dan mulai membersihkan rumah
Dirumah sakit doni sudah terbangun dia masih ditemani oleh leo
" kak gua pulang dulu ya ada kuis soalnya pagi ini mana dosennya killer lagi, sorry ya gua enggak bisa nemenin lo " ucap leo
" iya enggak papa elo pergi aja "
Doni sangat bosan disini sendiri tapi dia masih membayangkan ingatannya tentang diana, dia merasa tidak seperti mimpi dia melihat diana menangisinya dan membantunya ke rumah sakit tapi ternyata yang membawanya adalah elena pacarnya sendiri dan itu membuat doni semakin sayang kepada elena karena dia doni masih diberi kesehatan
" pagi sayang " ucap elena
doni tersenyum melihat sang pacar datang
" kamu kesini pagi pagi ? " tanya doni
" iya aku males kekampus jadi aku kesini aja " ucap elena
" emang kamu enggak capek ? Kemarin kan kamu udah donorin darah buat aku pasti kamu kehilangan banyak darah " ucap doni
__ADS_1
Elena terdiam sebentar dia memang sengaja mengatakan jika dirinya lah yang mendonorkan darahnya kepada doni, tapi dia lupa
" sial gua lupa lagi kalau gua bohongin doni " batin diana
" andai aja bukan diana yang donorin gua ogak bohong gini buat gua enggak nyaman aja " batin elena
Elena tersenyum kepada doni ia memikirkan alasan yang tepat agar doni tidak curiga
" aku udah baik baik aja kok sayang lagian kemarin aku udah minum obat dari suster justru aku kesini aku khawatir sama kamu " ucap elena duduk dikursi samping ranjang
Doni tersenyum lalu menarik teluk leher elena tan menci*m bib*r elena, elena yang sangat senang langsung membalasnya dan diruangan itu menjadi tempat percintaan mereka meski tidak sampai berhubungan badan
Dirumah diana, diana sudah bangun dari tidurnya badannya sudah segar dan dia ingin keluar karena perutnya begitu keroncongan
" rumah kok sepi bamget, andre kemana ? " ucap diana
Diana menuju ke dapur dan mengambil air minum dia merasa kehausan dari tadi dan tiba tiba suara andre mengkagetkan diana
" kok lo keluar lo udah sehat " ucap andre
" ya ampun kaget aku, suara kamu enggak bisa pelan apa " ucap diana
" enggak " ucap andre lalu duduk di meja makan
" kamu dari mana? " ucap diana sambil melihat kresek yang dibawa andre
" kamu pengen banget makan bakso itu sampai sampai bela belain panas panas gini kesana "
"enggak gua yang pengen tapi elo " ucap andre
" kok aku sih " tanya diana bingung
" kemarin kan gara gara bakso ini elo jadi liat mantan lo dan buat lo sakit juga, makanya gua beliin kalau enggak enak gua mau nyuruh abangnya tutup aja " ucap andre
" hahaha kamu ada ada aja " ucap diana
Andre menaruh tangannya kedahi diana dan membuat tawa diana hilang, dia kaget dia sikap andre yang tiba tiba seperti ini
" udah enggak panas pantes aja elo udah bisa ketawa " ucap andre
Diana sedang menetralkan perasaanya, dia gugup karena andre menyentuhnya
" ehem, ya udah lah emang kamu mau aku sakit terus "
Andre menuangkan bakso ke mangkok dan diberikan kepada diana
__ADS_1
" nih makan enggak usah banyak ngomong " ucap andre
" aku diet " ucap diana
" diet diet apaan badann elo masih pucet gini gaya gayaan mau diet " ucap andre
" tapi aku enggak mau berjuangan aku buat diet selama ini sia sia " ucap diana
" niat dan cara elo aja udah salah makanya diet elo gagal jadi enggak usah banyak ngomong makan tuh bakso " ucap andre
" iya iya, " ucap diana ingin menuangkan sambal kemangkok dan diberhentikan andre
" jangan makan pedes dulu, makan gitu aja enak kok nanti elo tambah sakit "
" ya enggak asyik banget sih makan bakso enggak pakek sambel " ucap diana
" nurut sekali aja bisa enggak sih na, gua ini khawatir sama elo "
" iya iya "
Mereka berdua memakan bakso, diana tak menyangka jika bakso nya rasanya sangat enak dan membuat nafsu makannya kembali
" ehem tadi kata kamu cara sama niat aku salah itu maksudnya apa? " tanya diana
" ya elo diet bukan buat diri elo sendiri tapi buat mantan elo kan? Dan cara diet elo juga salah " ucap andre
" hah salah gimana "
" panjang kalau dijelasin, "
" emang salah ya kalau aku pengen diet biar mantan aku nyesel ninggalin aku? " tanya diana
" iya gua emang bilang buat mantan elo nyesel tapi kalau emang elo mau diet ya niat elo diubah dong niat buat kesehatan jadi elo enggak tersiksa dengan diet elo "
" emang beda ya? "
" beda lah, kalau lo mau gua bisa bantuin elo buat diet walau sebenernya nih ya elo tuh cantik "
Blush wajah diana memerah mendengar ucapan andre, apa katanya cantik apa mungkin mata andre rusak karena kecelakaan itu ya
" eh aku lupa mau ngerjain tugas aku kemar dulu ya bye " ucap diana
Diana berlari kekamar dan mengunci kamar nya
" apa bener kalau aku cantik? Ahh enggak mata andre emang rusak gara gara kecelakaan itu kali ya " pikir diana
__ADS_1
Diana berjalan keranjang dan merebahkan badannya, meskipun badannya sudah segar tapi rasanya sedikit lemas dan membuat diana ingin tidur