Dunia Hanya Untuk Si Cantik

Dunia Hanya Untuk Si Cantik
serendah itukah aku


__ADS_3

Diana berlari kekamarnya dia menangis mengingat kejadian tadi, andre yang melihat hanya bisa melihat diana dari jauh. Beberapa menit dia menangis dan andre membranikan diri mendekati diana, andre duduk didepan diana lalu memeluknya


" menangislah agar rasa sakit yang kamu terima bisa hilang "


Mendengar perkataan andre diana membalas pelukan andre lalu menangis didalam pelukannya, andre juga membiarkan perempuan itu untuk mengeluarkan semua air matanya


" bukan lo yang enggak pantes buat dia, tapi dia yang enggak pantes buat lo jadi setelah ini lo harus bangkit lo harus buktiin kalau lo juga bisa hidup tanpa pria brengsek itu "


Diana berpikir sejenak lalu dia mulai mengendurkan pelukannya dan mulai menatap andre


" kamu bener, kenapa aku harus nangisin pria yang jelas jelas gak pernah anggep aku aku harus bisa lebih baik lagi, makasih kamu udah mau ngehibur aku "


Andre mencolek hidung diana, dia begitu kasihan dengan perempuan itu, ya andre mendengar semua ucapan mantan pacarnya dan sahabatnya itu


" gua laper lo mau makan apa biar gua masakin ? " tanya andre


" kamu aja yang makan aku mau diet katanya tadi aku harus bisa lebih kan "


" enggak gitu juga kali "


Andre menarik tangan diana lalu membawanya kedapur, andre mengambil celemek lalu memakaikan ke tubuh diana, tubuh andre sangat dekat dengan diana yang membuat mereka sedikit canggung


" diet juga harus makan, jadi sekarang lo harus bantuin gua oke "


Diana pasrah lalu membantu andre untuk memasak, andre bahkan sering jahil kepada diana sehingga membuat diana sedikit melupakan kejadian tadi


" heemm harum banget jadi laper aku hehe " ucap diana


" katanya enggak mau makan tadi " ledek andre


Andre mengangkat piring keatas kepala agar diana tidak dapat mencobanya, dan diana mencoba untuk meraih piring tersebut dia bahkan sampai lompat lompat


" sedikit aja ayolah " ucap diana


" enggak boleh " ucap andre


" ayolah kan aku juga bantuin tadi " ucap diana pura pura ngambek


" haha iya iya, tapi ada syaratnya "


" apa!!!! "


Andre mendekatkan wajahnya ke wajah diana yang membuat diana agar memundurkan badanya


" syaratnya lo bolehin gua buat kerja selama ingatan gua belum pulih " ucab andre


Diana merasa lega karena andre tidak melakukan apapun


" kan kamu belum sembuh ngapain kerja " ucap diana


" ya udah enggak boleh makan " ucap andre


" iya iya boleh, emang mau kerja apa sih kamu " tanya diana


" tadi ada pekerjaan di toko seberang sana, tadi aku ditawarin buat kerja disana "

__ADS_1


" wahh iku kan toko besar banget, hebat banget kamu bisa ditawarin kerja disana "


" iya lah, ayok kita makan "


Andre membawa makanan ke meja makan lalu diana mengambil piring dan sendok dan diberikan satu untuk andre


" masakan kamu enak banget, oh ya bos aku suka banget sama masakan kamu lo " ucap diana


" oh ya? Kapan kapan aku buatin lagi buat bos lo itu biar makin disayang lo haha "


" yeee bos aku emang baik ya enggak usah disogok sama makanan "


Diana terlihat lebih baik setelah makan, diana memakai pakaian olahraga dan ingin keluar


" mau kemana lo? " tanya andre


" mau lari lari buang makanan tadi biar jadi keringat "


" malam malam gini? " tanya andre


" ya gimana, gak papa aku cuma sebentar kok " ucap diana


" terserah deh "


Diana keluar dari rumah dia begitu semangat untuk olahraga dia juga bertekat untuk mengecilkan badannya dia akan membuktikan kepada doni jika dia juga layak dicintai


Sementara dirumah andre begitu khawatir kepada diana, sudah 30 menit diana tidak kembali, andre bangun dari tidurnya dan menuju kamar untuk mengambil jaket lalu keluar tidak lupa juga dia mengunci pintu


" balikin enggak ponsel aku " ucap diana


" boleh asal kamu mau main denganku " ucap pria gila


" enak aja main main pala lo tuh gua mainin sama batu " ucap diana


" ya udah ponsel ini buat aku " ucap pria mesum


Diana tidak tau harus bagaimana, ponsel yang baru saja dilunasinya itu diambil dan tidak mungkin dia mau untuk bermain dengan pria itu secara diana juga masih menjaga keperawananya


" enggak mau,, gua laporin sama polisi ya lo " ucap diana memberanikan diri


" lapor aja kan ponselnya ada di aku " ucap pria itu


Diana sudah kehabisan akal tetapi diana juga tidak mau menyerah untuk mendapatkan ponselnya


" jangan mendekat gua teriak ya " ucap diana saat pria itu mulai mendekatinya


" ya udah cukup kamu lihat aja punyaku gimana " ucap pria itu


" lihat maksud lo apa ?!! "


" ya lihat selama lima menit dan ponsel kamu aku balikin "


Diana berpikir sejenak, dia berpikir tidak ada cara lain untuk mendapatkan ponselnya itu


" hanya lihat aja na, lo pasti bisa " batin diana

__ADS_1


" oke janji ya ponsel gua balikin " ucap diana


kaki dia bergetar dan dia sangat takut tapi dia juga tidak mau merelakan ponselnya


" bantu aku tuhann " batin diana


Diana mengatur nafasnya dan mulai memandang pria itu tampak jelas pria itu tersenyum kepadanya


" jangan merem ya sayang " goda pria itu


" iya cepet " ucap diana


" oke satu..... Dua..... Tiiiiiga "


Pria itu sudah membuka senjatanya tetapi mata diana ditutupi oleh tangan seseorang dan itu ternyata adalah andre, andre membalikan tubuh diana lalu memelukanya diana membuka mata dan ditatapnya andre


" tetap merem jangan lihat kedepan dan satu lagi menjauh sedikit dari tempat ini " ucap andre


" tapi ponsel aku.... "


" udah nurut aja " ucap andre


Andre melepaskan pelukannya dan melihat pria mesum itu tersenyum bahagia karena sudah melihatkan senjatanya tetapi setelah pria itu menoleh ke diana ternyata ada orang lain yang membuat pria itu takut lalu ingin pergi tetapi andre dengan sigap menahannya lalu memukulnya


" brengsek lo bisa bisanya lo hidup cuma kayak gitu " bentak andre


" ampun bang ampun jangan laporin aku ke polisi " ucap pria itu takut


" enggak lo harua tetep dilaporin lo itu ngebahayain orang tau enggak "


" maafin aku bang, ada anak dan istri aku yang nunggu dirumah kasihanni lah aku bang " ucap pria itu menangis


Andre merasa tidak tega lalu melepaskan pria itu


" ponselnya bawa sini "


Andre mengambil ponsel diana lalu membiarkan pria itu pergi dan dia menghampiri diana dilihatnya diana yang masih menutup matanya, andre melihat wajah yang masih ketakutan lalu membuka mata diana dengan paksa


diana memelukan andre dia begitu ketakutan dengan kejadian tadi


" tadi lo nantangin pria brengsek itu kenapa sekarang kayak takut lo " tanya andre


Diana melepaskan pelukannya dan mulai menjauh sedikit dari andre


" ya gimana itu ponsel baru aku benerin di konter dan semua foto foto kenangan aku sama orang tua aku ada disitu semua aku enggak mau kehilangan kenangan bersama mereka " ucap diana


" kenapa orang tua lo bisa meninggal ? " tanya andre


" waktu aku sma , kita sekeluarga sebenernya dulu orang yang punya dan kita mau liburan dan ternyata mobil yang ditumpangi ada masalah lalu aku dipaksa keluar oleh papa dan mama dan papa dan supir jatuh kejurang " ucap diana sedih


" aku hanya bisa lihat orang yang aku sayang jatuh didepan mataku dan aku tidak bisa berbuat apa apa " ucap diana


" makanya kamu bela belain nolong aku? " tanya andre


Diana mengangguk dia begitu sedih mengingat kejadian kecelakaan itu, andre sedikit prihatin dengan diana lalu menarik tangan diana, dia memeluk diana dan dibalas oleh diana

__ADS_1


" sekarang lo enggak sendiri kok ada gua yang bakal nemenin lo "


Diana tidak menjawab dia masih menikmati pelukan andre, dia sangat terharu masih ada orang yang peduli dengannya


__ADS_2