
"Pangeran Eden, kami semua bergantung kepadamu sekarang."
"Bersemangatlah! kau harus kembali hidup-hidup."
"Pangeran Eden, berjuanglah!"
"Pangeran Eden!"
"Pangeran Eden!"
"Pangeran Eden......"
"Semuanya!?"Eden merasa cukup senang meskipun orang-orang yang mendukungnya tidaklah berjumlah banyak, ia semakin bertekad untuk menyelesaikan semua test dari pohon suci Digrasirs. Demi rakyatnya, demi orang-orang itu!
"EDENNN!!!"
"Hmm!?"
"KAU HARUS KEMBALI!! KAU TIDAK BOLEH TERLUKA SEDIKITPUN, DASAR BODOH!!!"Teriak putri Leony.
"Kakak?"
"Haah, hah, hah, hah, haah......Aku akan menunggumu kembali, dan kita akan pergi bersama-sama menuju ke akademi."
Eden memejamkan mata dan menganggukkan kepalanya untuk menanggapi perkataan putri Leony barusan, ia lalu melirik ke arah baginda raja yang berada di sisi kanannya. Baginda raja terlihat lebih khawatir kepada Eden daripada semua orang yang berada di sana, keringat dingin mengalir dengan deras dari kepalanya ketika membayangkan anak bungsunya. Pangeran Eden akan terluka dan bernasib sama seperti 28 orang sebelumnya.
'Bagaimana ini? haruskah aku menghentikan acaranya saja? bagaimana, bagaimana jika Eden terluka nanti? apa yang harus aku lakukan?'
"Ayah!"Panggil Eden dengan lantang, baginda raja terbangun dari lamunannya berkat Eden. Ia segera melirik ke arah datangnya suara dengan mata yang melebar, karena melihat bayangan ratu Arasyia didalam tubuh Eden.
"Aku akan kembali, aku belum membalaskan dendam ibuku. Aku tidak akan pergi!"
Eden melangkah menuju ke hadapan pohon suci Digrasirs dan menarik nafas dalam-dalam begitu ia sudah tidak dapat menemukan pijakan lagi, pohon suci Digrasirs terletak di tengah-tengah aliran air yang sengaja dibentuk melingkar. Aliran air itu bukanlah air biasa, melainkan sebuah objek sihir yang berfungsi untuk menguji hati seseorang. Kejujuran, kemalasan, iri hati, haus kasih sayang, hawa nafsu, ketamakan, dan keinginan yang kuat untuk melakukan sesuatu.
Kedelapan aspek ini akan diuji begitu seseorang masuk kedalam air, demi menjangkau pohon suci Digrasirs. Eden harus melakukan hal berbahaya ini.
__ADS_1
'Jadi, inikah test yang harus kami lalui untuk bisa melakukan pengujian di hadapan pohon suci Digrasirs.'
SYUUUUHHH!!
"Apa!?"Tepat sebelum Eden memasukkan kakinya kedalam air, kupu-kupu yang biasanya berterbangan disekitar pohon Digrasirs tiba-tiba mendekat dan mengeliling Eden. Kupu-kupu itu berputar-putar di sekeliling Eden dan membuat semua orang merasa takjub ketika melihatnya, mereka mengira Eden sedang diberkati oleh pohon suci Digrasirs karena 28 orang sebelumnya tidak mengalami hal yang sama. Namun, tiba-tiba mata semua orang terbelalak termasuk para pembimbing dan baginda raja.
"EDENN!!"Teriak putri Leony histeris.
"Eden, putraku!"Ucap baginda raja.
'Astaga, tidakkah test ini terlalu berlebihan!? sebenarnya apa yang pohon suci Digrasirs inginkan?'Batin sang pemimpin agung dan dua pembimbing lainnya.
'I-ini! sebenarnya kenapa?'Eden melindungi wajahnya menggunakan kedua lengannya, darah yang berwarna kebiru-biruan perlahan-lahan mulai memenuhi pakaian putihnya. Hal yang sedang terjadi saat ini adalah, kupu-kupu yang telah mengelilingi dan berterbangan di sekitar Eden mengores-gores tubuhnya tanpa ampun menggunakan sayap-sayap yang tajam.
Eden tidak tahu mengenai apa yang harus ia lakukan saat ini, berdiam diri atau melawan? semua orang berharap Eden bisa selamat dari serangan kupu-kupu itu, Aurora mengertakan giginya karena sudah hampir dua menit lamanya Eden terjebak disana.
'Bertahanlah, aku harus bertahan!'Batin Eden.
Perlahan namun pasti, satu-persatu dari kupu-kupu itu mulai meninggalkan Eden. Akhirnya semua orang bisa bernafas dengan lega, meskipun wajah dan tubuh Eden telah dipenuhi dengan luka.
"Eden, apa kau baik-baik saja?"Baginda raja berlari mendekati Eden."Jangan mendekat!"Teriak Eden.
Baginda raja menghentikan langkahnya, dan para pembimbing melangkah mendekati Eden lalu membantunya berdiri karena tubuh Eden telah bergemetar hebat menahan rasa sakit.
"Aku baik-baik saja, pembimbing agung. Tolong bawa ayahku menjauh."Eden bangkit berdiri dengan tenaganya sendiri, para pembimbing melangkah mundur sesuai dengan perintah Eden.
Orang-orang kembali terdiam dan mengamati Eden, Aurora dan putri Leony memiliki reaksi yang hampir sama. Mereka berdua mengertakan giginya dan hampir mengeluarkan air mata ketika melihat kejadian tadi, meskipun Aurora dan Eden sedang bermusuhan namun tampaknya hubungan mereka berdua baik-baik saja.
Eden mencelupkan kakinya secara perlahan-lahan ke dalam air, kemudian tubuhnya. Setelah dilihat-lihat lagi ternyata aliran air itu tidak memiliki kedalaman yang seberapa, hanya setinggi
pinggang Eden saja.
DEGGG!!!
__ADS_1
"Ukhh....."Eden memegangi dadanya dengan erat, entah mengapa tetapi jantungnya tiba-tiba saja berhenti berdetak. Eden mematung begitu ia masuk ke dalam air, dan membuat orang-orang merasa heran.
"Tunggu, apa yang sedang terjadi kepada pangeran Eden?"
"Apa yang sedang ia lakukan?"
"Pangeran Eden, apa anda baik-baik saja?"
"Hei, hei! jangan bilang kejadian ini akan berakhir sama dengan 28 orang sebelumnya!?"
"Apa, apa maksudmu!?"
'Ck! 28 orang sebelum Eden langsung terpental tak lama setelah mereka masuk kedalam air, Eden......'Batin putri Leony ketakutan.
"Haaaahhh! hah, haah, hah, haah. Apa-apaan itu!?"Eden menghirup oksigen di sekitarnya dengan rakus, ia baru saja mendapatkan kesadarannya kembali. Orang-orang bersorak-sorai ketika melihat Eden akhirnya bergerak dan tetap berada di dalam air, ini mengartikan bahwa test yang telah gagal dilalui oleh 28 orang masih memiliki sebuah peluang untuk berhasil.
'Tadi, aku merasa seperti berada di ruangan yang hampa. Bahkan udara saja tidak ada, apakah seterusnya akan seperti ini?'Eden kembali bergerak maju kedepan, prioritas utamanya saat ini adalah menjangkau pohon suci Digrasirs. Semakin Eden melangkah maka kakinya akan terasa semakin berat.
"Arrggghhhhhh!"Eden berusaha mati-matian untuk menggerakkan kaki kanannya, namun hal itu hanya berujung sia-sia. Perlahan-lahan tangan Eden juga tidak bisa bergerak, lalu kemudian seluruh tubuhnya menjadi kaku seperti patung.
'Aku tidak bisa bergerak, tidak bisa bergerak sama sekali! test macam apalagi ini?'
"Apa yang terjadi!? kenapa pangeran Eden berhenti lagi?"
"Sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan pangeran Eden?"
"Pangeran Eden, apa yang sedang anda lakukan?"
"Diamlah, kalian sangat menganggu!" Bentak putri Leony kearah orang-orang yang selalu berkomentar mengenai Eden.
'Bergeraklah, ayo bergerak!'Jari telunjuk Eden perlahan-lahan mulai bergerak, dan tak lama kemudian tubuhnya kembali seperti semula. Eden menghela nafas lega dan akhirnya kembali bergerak ke depan, ia sedikit merasa gentar tetapi ia tidak ingin menyerah juga.
'Sebenarnya ada apa dengan Eden? ada apa dengan pohon suci Digrasirs?'Batin Aurora.
'1.....2.....3.....4.....5.....6.....7? aneh, mengapa tidak terjadi apa-apa?'Sebenarnya Eden telah memasuki test di aspek iri hati, alasan mengapa tidak terjadi sesuatu saat ini dikarenakan Eden tidak memiliki rasa tersebut. Tepat sekali, Eden tidak pernah iri maupun cemburu kepada siapapun. Hal inilah yang membuatnya dapat melangkah dengan aman untuk sementara.
__ADS_1
'12......13......14.....15......!'Eden berhenti melangkah dan berhitung begitu melihat seseorang yang tiba-tiba saja muncul di hadapannya, orang itu memakai pakaian kerajaan dan sebuah mahkota besar terletak diatas kepalanya. Rambut kepangnya yang khas dan aroma harum yang memabukkan membuat Eden tak henti-hentinya meneteskan air mata.
To be continued_»