EDEN; The Half Elf

EDEN; The Half Elf
Eps 9_Testing Day


__ADS_3

Keesokan harinya, hall istana kembali dipenuhi dengan elf-elf remaja yang berpartisipasi pada upacara kedewasaan. Baginda raja, para menteri, dan para pembimbing untuk acara pengujian telah hadir dan memperkenalkan diri mereka. Setelah merasa semua orang telah selesai mempersiapkan fisik dan juga mentalnya, baginda raja kemudian memimpin mereka semua menuju ke arah barat daya.


"Eden, dasar kau sialan! kemana saja kau saat pesta dansa semalam!?"Putri Leony mencubit lengan Eden sekuat-kuatnya, mereka berdua kini tengah berjalan bersama dan baru saja bertemu beberapa saat yang lalu. Eden meringis kesakitan sambil memohon-mohon ampun kepada putri Leony.


"Aduh, sakit! sakit sekali! kakak, berhentilah mencubitku.......Maafkan aku!"


"Maaf apanya!? apakah kau tidak tahu betapa malunya aku ketika sedang mencari-carimu semalam? kukira kau terluka dan terkena jebakan yang telah dipersiapkan oleh kakak-kakak kita, ternyata tidak!?"Putri Leony melipat kedua lengannya dan memajukan bibirnya pertanda bahwa ia sedang merasa kesal, Eden tersenyum samar-samar ketika mendengar perkataan dari sang kakak.


"Kakak tenang saja, mereka tidak akan berani melukaiku. Kakak Luck memberikanku racun bayangan bulan sebagai hadiah karena kita berdua akan segera masuk ke akademi, tetapi sayang aku tidak akan tertipu semudah itu."Ucap Eden dengan bangganya.


"Aku juga menerima racun dari si ****** Este, racun daun merah. Sial, dia berniat untuk membuatku sembelit dan telat menghadiri pengujian."Putri Leony mengepalkan kedua tangannya ketika membayangkan rupa putri Este, kakak ke-7 Eden. Sedang bergembira ketika dirinya gagal menghadiri acara pengujian, membayangkannya saja bisa membuat orang merasa muak apalagi jika kejadian itu benar-benar terjadi.


"Kakak Este!? pufftt, ternyata mereka berdua berkomplot."Eden menghela nafas panjang sambil memperhatikan orang-orang yang sedang berada di hadapannya, mereka tidak bersuara, tidak ribut, dan tidak menunjukkan ekspresi apapun selain kecemasan.


Putri Leony memperhatikan Eden yang tengah sibuk mengamati orang yang berada di hadapannya, jantungnya tiba-tiba berdetak kencang begitu melihat keringat yang mengalir turun dari wajah Eden.


'Ohhh! ada apa denganku!? mengapa aku tiba-tiba merasa si bodoh itu tampak begitu keren? apa yang salah denganku?"


Putri Leony menutupi wajahnya yang sudah mulai memerah dengan tergesa-gesa, Eden memperhatikan tingkah laku aneh kakaknya dan mulai merasa cemas.


"Kakak, apa kau baik-baik saja? apakah kau sedang sakit?"Ucap Eden sambil meletakkan tangannya di atas kepala putri Leony.


Wajah putri Leony semakin memerah dan ia menepis tangan Eden dari atas kepalanya tanpa berkata apa-apa, jantungnya berdetak semakin kencang dan ia mempercepat langkahnya sehingga Eden tertinggal di belakang.


'Ada apa dengannya?'Batin Eden keheranan.


Jika diperhatikan baik-baik, orang-orang yang sedang menuju ke taman Arc tempat pohon suci Digrasirs berada sebenarnya berpenampilan lumayan aneh juga. Mereka semua berbaris seperti keluarga angsa, dengan raja sebagai pemimpinnya, dan memakai sebuah pakaian berwarna putih yang menutupi seluruh tubuh mereka kecuali dibagian kepala. Baik pria maupun wanita sama saja, hal ini mulai membuat Eden merasakan sebuah firasat buruk.


********

__ADS_1


"Adik-adik kecilku tampaknya sudah tidak semudah yang dulu ya?"


"Hmm!?"


"Apa maksudmu Ray!?"


"Maksud kak Ray adalah, Eden dan Leony.


Mereka berdua, tidak termakan jebakanku dan kakak Luck."Ucap Este ketus.


"Hmph! aku sudah tahu itu, bukankah aku sudah bil-"


"Dante, diamlah!"Bentak Hizard.


"Kakak~ kau tidak perlu membentak Dante, biarkan saja si bodoh itu."


"Cihh!"


"Padahal aku telah memastikan bahwa Eden telah meminum anggurnya, apa yang sedang terjadi?"Tanya Luck kepada saudara-saudarinya.


"Apa yang sedang terjadi!? yang sedang terjadi adalah, Eden telah berhasil mengelabuimu. Kau tidak dapat diandalkan kakak."Jawab Moon.


"Apa kau bilang!?"


"Cukup! walaupun kita telah gagal menghentikan Eden mengikuti acara pengujian, tetapi belum ada jaminan jika dia akan berhasil melewati 'itu' bukan?" Sahut Ray.


"Masuk akal juga, rintangan itu tidak akan mudah untuk dilalui olehnya. Kita saja harus berusaha mati-matian."


"Lalu, bagaimana dengan Leony?"Tanya Este.

__ADS_1


"Leony? biarkan saja dia dulu, prioritas utama kita adalah menyingkirkan Eden."


"Kak Ray, padahal dia tahu bahwa aku sangat membenci Leony. Mengapa tidak cepat-cepat menyingkirkannya?"Gumam Este penuh kekesalan.


****


"Semuanya berhenti! kita telah tiba di Taman Arc, diharapkan untuk bersiap."


"Apa!?"Gumam Eden.


Semua orang telah berada di depan gerbang masuk taman Arc, tempat pohon suci Digrasirs berada. Tidak hanya Eden saja yang terkejut dan keheranan dengan kata Bersiap, semua orang yang berada di sana perlahan-lahan mulai saling berbicara sehingga suasana menjadi begitu gaduh dan riuh.


"Aku dengar sebelum kita masuk dan melakukan pengujian di hadapan pohon suci Digrasirs akan ada sebuah rintangan yang telah dipersiapkan oleh sang peri penjaga pohon, tidak tahu apakah rumor ini benar atau tidak!"


"Benarkah!? menakutkan sekali, apa yang harus kita lakukan?"


"Aku tidak tahu! andai saja aku tahu apa yang harus kulakukan, aku juga tidak akan merasa setakut seperti ini."


Eden secara diam-diam menguping pembicaraan orang-orang yang berada di sampingnya, barisan kini telah menjadi tidak beraturan dan Eden tidak melihat batang hidung putri Leony sama sekali.


'Ini!? apakah firasatku benar-benar menjadi kenyataan? tidak bisa, aku harus segera mencari kakak!'


Eden memulai pencariannya, ia berlarian kesana kemari dan menyenggol serta menabrak beberapa orang. Keringat mulai bercucuran dari wajah dan seluruh tubuhnya, Eden kewalahan dan telah beberapa kali salah mengenali orang sebagai putri Leony. Baik pria maupun wanita, mereka semua menggunakan pakaian putih dan terlihat hampir sama. Eden menghentikan langkahnya ketika melihat segerombolan orang sedang berkumpul dibawah sebuah pohon besar, siapa tahu putri Leony sedang berada di sana. Eden tanpa berpikir panjang lagi segera berlari ke arah itu dan mendapati sesuatu yang mengejutkan.


"Apa! apa yang sedang kalian lakukan!?"Teriak Eden, ia terbelalak ketika melihat seorang gadis elf yang memiliki rambut berwarna hitam panjang dengan bola mata yang berwarna keputih-putihan sedang terikat di pohon dan disirami dengan sesuatu yang berbau busuk. Ternyata setelah diperhatikan baik-baik, gerombolan itu hanya berisikan lelaki saja, dan mereka langsung menatap Eden dengan sinis begitu mendengar ia berteriak.


"Aku bertanya disini, apa yang sedang kalian lakukan?"Tanya Eden lagi.


Si gadis elf melirik ke arah Eden, sebuah rasa keputusasaan terlihat dengan jelas di matanya.

__ADS_1


To be continued_»


__ADS_2