EDEN; The Half Elf

EDEN; The Half Elf
Chapter 20_Obsession Magic


__ADS_3

"Ehh, a-apa! apa yang telah aku lakukan padamu? Apa yang sedang kau lakukan sekarang?! cepat lepaskan aku!"Akhirnya Cicilia telah mendapatkan kembali kesadarannya, ia ingin berdiri dan menyingkir dari tubuh Eden, namun ketika dirinya hendak untuk melakukan hal itu Eden tiba-tiba merangkul pinggangnya.


"Aku tidak akan membiarkanmu pergi sebelum kau memberitahuku apa yang sedang terjadi sekarang?"Eden berkeringat dan wajahnya memerah seperti buah apel, merasa malu karena berada dalam posisi yang tidak enak dipandang, Cicilia pun akhirnya berteriak.


"Waaaaaahhhh, dasar kau mesum! cepat lepaskan aku!"Cicilia meronta-ronta dan mencoba untuk meraih tongkatnya yang telah terlempar tadi, merasa kesal karena Cicilia telah mengacuhkannya, Eden memutuskan untuk membalas dendam dengan cara memeluk Cicilia erat-erat.


"Berhentilah berteriak, atau aku tidak akan melepaskanmu!"Bentak Eden.'Sial, kenapa rasanya aku tidak ingin melepaskan gadis ini sama sekali. Malah aku merasa sangat senang bisa memeluknya, ada apa denganku?!'Batin Eden.


"Kau....Kau! kau ********!"


PLAAAKKKK!!


Eden tersentak, ia mendapatkan sebuah cap tangan berwarna merah di pipi kanannya. Perlahan-lahan pelukan Eden mulai mengendur, Cicilia memanfaatkan kesempatan ini untuk segera membebaskan dirinya. Ia pun duduk disamping Eden kemudian menangis histeris.


"Huwaaaa, kau melecehkanku! aku akan mengadukanmu ke kakak Celine, huwaaaa."


Eden bangkit dari posisi berbaringnya, ia duduk dan menghadap ke arah Cicilia."Maafkan aku."Eden menarik tangan kanan Cicilia perlahan-lahan dan menempelkannya ke wajahnya."Aku sedang kepanasan, dan tubuhmu terasa dingin. Itu....Itu membuatku merasa nyaman, maaf."Eden mengambil tangan Cicilia yang satu lagi dan melakukan hal yang sama sambil menundukkan kepalanya, Cicilia tertegun sejenak namun tak lama kemudian ia mendecakan lidahnya.


"Kau pria mesum, dasar pencinta loli, orang tak tahu malu, pria berengsek, makhluk yang hina, adik kelas yang payah!"Umpat Cicilia terang-terangan.


"Ya, ya, kau benar. Wanita selalu benar."Balas Eden sambil mengangguk-angguk kepalanya.


"Sialan, setelah panas ditubuhmu itu hilang baru aku akan menyihir dan mengutuk dirimu. Kau dengar aku?"

__ADS_1


'Mengutukku!? permisi, sebenarnya yang sedang bersalah disini bukannya dirimu?


Kenapa malah aku yang kena?! ahh, sudahlah, biarkan saja dia berkata seenaknya. Aku masih merasa tidak nyaman.'Batin Eden sambil menghela nafas panjang.


"Hei, kau! siapa namamu? mengapa kau tidak terkena sihir tidurku?"Tanya Cicilia.


"Justru akulah yang seharusnya bertanya kepadamu, apa yang sedang kau lakukan dengan berkeliling daritadi dan menyentil dahi setiap orang yang kau temui? kejahilan macam apa ini?"Tanya Eden balik.


"Ini, aku sedang mencari sebuah tikus percobaan. Aku tidak pernah berniat buruk sama sekali, kakak Celine lah orang yang telah menyuruhku. Kau tenang saja tidak lama lagi mereka semua pasti akan bangun."Ucap Cicilia ketus sambil memalingkan wajahnya.


"Ohh, lalu bagaimana dengan coretan-coretan di wajah orang-orang itu? dan sihir yang kau gunakan kepadaku?"Tanya Eden malas.


"Hei, aku juga tidak tahu jika hal seperti ini akan terjadi dasar pria mesum. Sihir ini bernama sihir obsesi, tidak boleh digunakan kepada seseorang yang masih memiliki kesadaran. Salahmu sendiri karena tidak tertidur dan masih berpura-pura."


"Tidak tahu."


KRIKKK, KRIKKKK, KRIKKKK!!


"Hah?! apa katamu tadi?"Tanya Eden memastikan.


"Aku bilang aku tidak tahu, aku tidak tahu apa fungsi sihir obsesi ini. Kakak Celine menyuruhku untuk menggunakannya jika bertemu dengan pria-pria tampan, aku tidak tahu kenapa tetapi semua pria yang telah terkena sihir ini pasti akan segera datang ke kakakku dan secara sukarela menjadi bahan percobaan kami. Itu adalah hal yang baik bukan? oleh karena itu aku selalu menggunakannya."Jelas Cicilia panjang lebar.


'Apa ini!? jadi dia benar-benar hanya seorang loli polos yang sedang dimanfaatkan? aku tidak tahu bagaimana cara kerja sihir ini, dan aku tidak mau tahu! lebih baik segera memintanya untuk menghapusnya.'

__ADS_1


"Hei, apakah kau bisa menghapus sihir ini?"Eden melepaskan tangan Cicilia dan memungut tongkat yang ada di belakangnya, ia lalu memberikannya kepada Cicilia sambil tersenyum hangat.


"Baiklah, aku akan menghapusnya. Tapi aku tidak yakin jika rasa panasmu juga akan ikut menghilang, bagaimana jika malah bertambah parah?"Tanya Cicilia, ia lalu mengambil tongkat miliknya dari tangan Eden.


"Kurasa aku akan baik-baik saja, semua resiko akan kutanggung!"Tegas Eden.


"Baiklah, kau adalah seorang pria yang mulia. Bersiaplah."Cicilia mengayun-ayunkan tongkatnya, Eden memejamkan matanya sambil melangkah mundur dan menarik nafas dalam-dalam.


Seekor kunang-kunang berwarna keemasan keluar secara perlahan-lahan dari dahi Eden dan menuju ke arah tongkat Cicilia, semua orang yang telah terkena sihir obsesi juga mengalami hal yang sama.


"Beres."Gumam Cicilia sambil menghela nafas lega.


Eden membuka matanya dan sebuah perasaan lega pun menghampiri dirinya, ia melangkah mendekati Cicilia dan mengelus-elus kepalanya."Terimakasih banyak wahai gadis yang bodoh, setidaknya kau adalah seseorang yang bertanggung jawab."


"Sialan, kau mau kusihir lagi ya? kali ini adalah sihir perubah wujud!"Cicilia menepis tangan Eden dan mengarahkan tongkatnya kedepan, Eden tersenyum menanggapi apa yang sedang terjadi dan menunjuk seseorang yang berada di belakang Cicilia.


"Lihat itu, kau harus segera pergi dari sini jika tidak ingin dihajar ramai-ramai oleh mereka, Sampai jumpa, kakak kelas~"Eden melambai-lambaikan tangannya dan membalikkan badannya, Cicilia segera menoleh kebelakang dan melihat ada beberapa orang yang sudah mulai sadar.


"Haa! mereka sudah mulai bangun!? sial, akan kubalas kau lain kali dasar pria mesum."Cicilia pergi meninggalkan ruangan dengan langkah yang berat, Eden kembali ketempat duduknya dan berpura-pura tertidur disana.


'Tidak ada satupun yang benar semenjak hari penjemputan, kenapa aku bisa tiba-tiba berada di akademi? apa yang telah terjadi kepada Eltyra saat itu? bagaimana keadaan senior-senior sekalian, aku tidak tahu mengenai semua hal itu. Ada sebuah perasaan yang sangat tidak nyaman dihatiku, dan aku juga merasa seperti telah melupakan sesuatu yang penting. Tapi apa?'


"Dasar pria mesum, berani sekali dia menyentuh kepalaku. Masih berani bilang aku bodoh juga, sialan kau!"Cicilia melempar-lemparkan tongkatnya keatas dan selalu menggerutu tentang Eden sepanjang perjalanan, pada lemparan yang kesekian kalinya ia tiba-tiba berhenti melangkah dan membatin.'Tunggu sebentar, siapa nama pria itu ya?'

__ADS_1


To be continued_»


__ADS_2