EDEN; The Half Elf

EDEN; The Half Elf
Chapter 27_Let's Go


__ADS_3

Elegish seketika muncul di genggaman tangan Eden, orang-orang yang belum pernah melihat senjata sihir itu sebelumnya berdecak kagum dan tidak bisa memalingkan pandangannya dari Eden.


"Heh!"Gumam Hoffen.


Eden mengerutkan keningnya dan hendak menghilangkan Eligish, namun tiba-tiba Hoffen muncul di sampingnya dan menahan pergelangan tangan Eden.


WHUSHHHH, PHAKKKK!!


"Ahh!?"


"Serahkanlah Elegish kepadaku pangeran Eden, aku akan menyegelnya."


BUKKK!!


Eden ditendang keras oleh Hoffen dan terpental menuju kearah teman-temannya, Ryzen dan Oicler bergerak cepat kemudian segera menangkap Eden sebelum dirinya jatuh ke tanah.


"Kapten, apakah kau baik-baik saja?"Tanya Oicler.


"Apa yang ingin orang tua itu lakukan?"Gumam Ryzen.


"Sial! kembalikan Elegish! benda itu adalah satu-satunya peninggalan ibuku."Eden melesat menuju ke arah Hoffen dan mencoba untuk memanggil Elegish berkali-kali, ia mengulurkan tangannya ke arah Hoffen.


"Elegish! Elegish! Elegish!"


DEGGGGG!!!


Eden mematung di tempatnya seketika, dan Hoffen tersenyum licik sambil melemparkan tinggi-tinggi Elegish.


"Xixi~ mereka tidak akan melakukan apapun kepada Elegish, hanya menyegelnya. Pangeran Eden, harap tenang."Pink terbang mendekati Eden, ternyata dialah orang yang telah membuat Eden berhenti bergerak seperti patung dengan menggunakan sihir.


"Tidak!"Gumam Eden pelan, Elegish berputar-putar dan tiba-tiba mengeluarkan cahaya terang yang membuat semua orang harus menutupi matanya.

__ADS_1


Hoffen meniupkan sesuatu dari mulutnya, sebuah asap berwarna kebiruan mengitari dan membuat semacam bola pelindung berputar di sekitar Elegish. Elegish pun tergantung di atas langit, Hoffen lalu membalikkan badannya dan tersenyum ke arah Pink.


SRINGGGGG!!


'Sudah bisa bergerak!?'Batin Eden sambil menggerak-gerakkan jarinya.


"Pangeran Eden, tidakkah anda berpikir jika anda menggunakan Elegish pada ujian ini maka kesempatan menang milik tim lain akan menurun drastis? anda tidak perlu khawatir, aku akan segera mengembalikan Elegish begitu ujian telah selesai dilaksanakan, sekali lagi mohon maaf pangeran Eden."Ucap Hoffen sambil membungkukkan badannya.


"Cihh!"


"Eden!"


Putri Leony menepuk pundak Eden dan Eden segera menoleh ke belakang sambil tersenyum masam, mereka berdua kembali ke tempat tim mereka berada dan semua orang yang berada di sana segera menyemangatinya.


"Kita akan mendapatkan Elegish kembali."Ucap Ryzen ketus.


"Eden, kau tenang saja. Aku yakin pak tua itu tidak akan melakukan apapun kepada Elegish."


"Eden~"


"Ya, kalian benar. Kita harus memenangkan ujian ini dan mendapatkan Elegish kembali."Ucap Eden sambil tersenyum sinis.


"Baiklah, sebelum ujian ini dimulai kalian akan mendapatkan beberapa petunjuk terkait dengan tempat persembunyian kelima peri suci."


"Waaaah, bagus sekali!"


"Cepat, cepat dan berikanlah kami petunjuknya."


"Ssssttt, diamlah!"


"Perhatikan dengan teliti setiap petunjuk yang kalian dengar."Bisik Eden.

__ADS_1


"Baik, kapten!"Ucap semuanya membalas Eden.


"Aku suka bunga, kelopak besar, berwarna merah muda."Ucap Pink, kemudian ia pun segera terbang dengan kecepatan tinggi ke arah hutan.


"Tenang, biru, rasanya dingin."Blue terbang menuju ke arah hutan segera mengatakan hal itu, semua orang menyimak baik-baik petunjuk yang telah terdengar di telinga mereka. Ada beberapa orang yang sepertinya sudah agak memahami isi dari petunjuk ini, dan ada juga yang tidak.


"Liar, menyenangkan, dan aku bersemangat."Ucap Green.


"Kering, sepi, dan beberapa ledakan kecil."Ucap Red.


"Hewan kecil, lucu, aku berada di sampingnya."Ucap Yellow.


Kelima peri suci kini telah masuk ke dalam hutan untuk bersembunyi, semua orang diminta untuk menghitung mundur dari angka 10 sampai ke satu.


"3."


"2."


"1."


WHUSHHHH!!


"Hahaha, mereka sangat bersemangat sekali ya?"Hoffen merapikan rambutnya yang berantakan karena angin yang tiba-tiba muncul begitu semua orang meninggalkan lapangan, ia melirik ke arah Elegish yang berada di atas kepalanya dan tersenyum karena mengingat ia masih belum mengatakan sesuatu yang paling penting.


'Hati-hati dengan jebakannya ya? pangeran Eden~'Hoffen pun melangkah pergi meninggalkan lapangan dan Elegish, lalu menuju ke sebuah ruangan tempat dimana ia akan memantau segalanya.


WHUSSSHHH!!


'Harus menang, harus cepat....Elegishku, ibu!'Batin Eden sambil berlompatan dari ranting pohon yang satu ke satu lainnya. Bersama dengan teman-teman barunya, Eden sangat menantikan apa yang akan terjadi.


To be continued_»

__ADS_1


__ADS_2