
"Hoffen, masing-masing dari kami telah membuat 10 mata pengawas, dua sisanya yang bertugas untuk mengawasi tim EDEN kuserahkan kepadamu."Ucap Ezekiel sambil mengelap keringat yang memenuhi wajahnya.
"Aku tahu itu, sekarang mari kita lakukan!"
"Baik!"Jawab Huknalurk, Ezekiel, Zamard, dan Angrence serempak.
"Aku telah menemukan 5 tim di arah tenggara."Ucap Zamard.
"Empat tim telah terlihat di arah barat daya."Lapor Huknalurk.
"Astaga, aku baru menemukan dua tim saja."Ucap Ezekiel sambil menghela nafas panjang.
"Aku menemukan tujuh tim diarah timur dan timur laut."Ucap Angrence lemas.
"Cepat dan temukanlah dua tim lainnya Ezekiel bodoh, dan bantulah Angrence. Tim di sisinya sudah terlalu banyak!"
"Baiklah, baiklah, aku mengerti kambing tua~"Ledek Ezekiel.
Kelima orang yang berperan sebagai pengawas di ujian ini membentuk sebuah lingkaran dan mengawasi setiap tim yang mereka temukan melalui mata pengawas. Ezekiel, Huknalurk, Angrence, dan Zamard membuat 10 mata pengawas dan harus mengawasi lima buah tim sekaligus. Hoffen hanya membuat dua buah mata pengawas dan bertugas untuk mengawasi tim EDEN.
'Sial, sebenarnya kemana mereka bertujuh pergi?'Hoffen telah memeriksa keseluruh tempat yang berjarak lumayan dekat dengan lapangan namun tidak menemukan jejak-jejak dari tim EDEN sama sekali, siapa yang mengira bahwa ternyata tim itu telah pergi lebih jauh dari kebanyakan tim lainnya. Hoffen merasa kesal setengah mati, ia tahu ia bahwa ia tidak bisa melakukan apa-apa selain mencari lebih jauh. Tarik nafas dalam-dalam, dan ia kembali melanjutkan pencariannya.
__ADS_1
"Ohh, aku menemukan satu tim lainnya. Kemana yang satu lagi ya?"Gumam Ezekiel.
****
Oicler melirik ke arah belakangnya dan melihat beberapa bayangan orang yang sedang bersembunyi dibalik pepohonan, ia lalu segera menoleh ke arah Eden dan berbicara pelan.
"Kapten...."Panggil Oicler.
"Tidak perlu memberitahunya, dia adalah orang yang paling awal menyadari akan hal ini."Ucap Ryzen.
"Ohh, Ryzen! sejak kapan kau menyadari kehadiran mereka?"Tanya Eden sambil memperlambat langkahnya.
"Beberapa menit yang lalu."Ucap Ryzen ketus.
Tim EDEN kali ini memutuskan untuk berjalan seperti biasa saja, daripada berlompat-lompattan di antara pepohonan seperti tadi. Selain menghabiskan tenaga, berlompat-lompattan seperti itu juga membuat mereka lebih mudah ditemukan oleh makhluk-makhluk sihir tipe udara. Diam-diam, Eden merencanakan sesuatu untuk mengerjai orang-orang yang terus mengikuti mereka.
Matanya lalu tiba-tiba tertuju ke sebuah tempat, dimana jamur berwarna merah yang biasanya digunakan oleh bangsa elf untuk membuat lem berada.
DEGGGGG!!
'Hmm, bagaimana? kemampuan telepatiku?'Tanya Eden.
Semua orang yang berada di sana tersentak kaget dan tiba-tiba berhenti melangkah sehingga membuat tim yang mengawasi mereka merasa keheranan, Oicler mulai merasa panik karena takut Eden bisa mendengar semua perkataan didalam hatinya dan tiba-tiba melakukan sesuatu.
'Kenapa kalian berhenti? kita akan segera ketahuan kalau begini!'Ucap Eden sambil menoleh ke belakang dan tersenyum.
'O-ohh, aku mengerti.'Semua orang kembali berjalan seperti biasa, dan tim yang telah mengawasi mereka daritadi tidak merasakan sesuatu yang aneh sama sekali.
__ADS_1
Eden hendak menjelaskan tentang rencananya untuk menjebak orang-orang kurang kerjaan itu, suara Eden langsung terdengar jelas di kepala setiap anggota timnya begitu ia mulai membatin.
'Jadi begini, apakah kalian menyadari bahwa ada sebuah tim yang telah membuntuti kita daritadi. Jumlahnya lima orang, dan sepertinya aku tidak mengenal mereka sama sekali.'Ucap Eden.
'Ehh, ternyata benar-benar ada ya! kukira itu hanya firasatku saja~'Ucap Refana.
'Jadi? apa yang ingin kau lakukan Eden?'Tanya putri Leony.
'Mari kita menjebak mereka menuju ke arah selatan, ada sebuah hadiah besar disana.'Balas Eden.
'Selatan? baiklah, aku mengerti! masalah sandiwara dan akting seperti ini, serahkan saja kepadaku.'Ucap Zenos berbangga diri.
'I-iya, mohon bantuannya ya?'Ucap Rin.
'Baiklah, kalau begitu apa rencanamu?'Tanya Oicler.
'Aku tidak akan mengikuti rencanamu, jika itu adalah sebuah rencana yang bodoh.'Ucap Ryzen.
'Ahh, sudahlah. Ini bukan sebuah rencana bodoh, ngomong-ngomong berapa lama kemampuan ini bisa bertahan Eden?'Tanya Zenos.
'Mu....!'Mata Eden tersentak dan ia segera menoleh ke belakang."Waktunya sudah habis, hehe~"Ucap Eden pelan.
"Ehh!?"Teriak semuanya bersamaan.
"Ehh!? apanya yang sudah habis?"Bisik salah salah satu dari kelima orang yang sedang membuntuti tim EDEN.
"Entahlah."Jawab rekan satu timnya.
'Aduh, mereka pasti sudah mulai curiga sekarang. Kalau begitu, kita mulai saja sandiwaranya.'Batin Zenos.
__ADS_1
To be continued_»