EDEN; The Half Elf

EDEN; The Half Elf
Chapter 32_Mysterious Hole


__ADS_3

"Hei, kapten. Apakah kita tidak terlalu keterlaluan kalau seperti ini?"Tanya Oicler.


"Apa yang kau takutkan? mereka pantas untuk mendapatkannya, siapa suruh...."Zenos melompat turun dari atas dahan pohon besar tempat ia berada sebelumnya, ia lalu melangkah mendekati Eden dan memamerkan senjata sihirnya sambil berpose keren.



"Bagaimana menurut kalian? senjata sihirku, luar biasa bukan?"Tanya Zenos dengan nada bicara yang sombong.


"Cihh."


"Sombongnya, apakah kau ingin aku menyihirmu menjadi jamur?"Tawar Refana.


"Zenos, apa nama benda kecil itu?"Tanya putri Leony.


"A-ahaha....haaa~"Tawa Eden canggung.


"Puihh! apa hebatnya senjata sihir itu? hanya sebuah benda kecil juga."Gumam Oicler pelan, yang berada di dekat Eden.


"Apa katamu!? kemarilah! mari kita berlatih tanding, aku akan menembakmu!"Ucap Zenos setengah berteriak.


"Ayo, kemarilah! aku akan membelahmu dan senjatamu dengan katana ku terlebih dahulu!"Oicler menarik gagang katananya, sebuah kilatan petir tanda permusuhan muncul di kedua mata Zenos dan Oicler.


"Kemarilah kau, berengsek!"Ucap Oicler.


"Waahh, anak kecil! berani-beraninya kau memanggilku berengsek."


"Hahahaha, dua orang bodoh sedang bermain bersama."Ucap Refana.


"Dasar bodoh."Gumam Ryzen.

__ADS_1


"Ka-kalian, sudahlah....He-hentikan."Ucap Rin pelan.


Semua anggota tim EDEN sedang menikmati pertunjukan hiburan didepan mereka, putri Leony baru menyadari bahwa Eden sudah tidak berada di sampingnya melainkan berada di tempat tim SIXE terkurung, karena merasa khawatir ia pun segera melangkah ke sana untuk menyusul Eden.


"Hmm, apa yang kau inginkan pangeran Eden? aku pasti akan melaporkanmu begitu kita keluar dari sini."Ucap kapten tim SIXE.


"Tidak perlu marah, kapten. Aku hanya mengurungmu disini, tidak melukai ataupun membunuh. Percuma saja jika kau melaporkanku."Ucap Eden santai.


"Eden."Panggil putri Leony.


"Ohh, kakak."Jawab Eden sambil menoleh ke belakang.


"Apa yang ingin kau lakukan, Eden?"


"Hmm~ aku ingin membebaskan mereka."Eden menarik satu belati yang ia simpan di pergelangan tangan kirinya, putri Leony dan kapten tim SIXE tersentak kaget dan mendadak atmosfer berubah menjadi mengerikan.


"Pa-pangeran Eden, apa? apa yang ingin anda lakukan?"Tanya kapten tim SIXE ragu-ragu.


Eden tersenyum tipis dan memberikan belatinya ke pergelangan tangan kapten tim SIXE yang masih bebas.


"Belati ini....Kau gunakanlah semampumu untuk membebaskan diri. Bye~"Eden berlari meninggalkan putri Leony dan kapten tim SIXE sendirian, pria malang itu melirik ke arah belati yang sedang ia genggam dan tak lama kemudian menangis terisak-isak.


"Huwaaaa, ********! bagaimana aku bisa melepaskan diriku dengan belati kecil ini, tuan putri Leony. Tolong bantulah aku, aku bersedia untuk menjadi budakmu selamanya."Ucapnya keras.


"Wahahahahaha, hahahahaha.....Aku, aku tidak menerima budak bodoh sepertimu."Ucap putri Leony sambil tertawa terbahak-bahak.


"Aisshh, kau sialan! bukannya katanya kau ingin berkelahi denganku? haha, bagaimana sekarang?"Tanya Zenos sambil mencekik leher Oicler dan duduk diatas bahunya.


"Turunlah kau, dasar monyet liar. Kau berat, apakah kau ingin membunuhku?"Tanya Oicler dengan suara yang serak-serak karena sedang dicekik oleh Zenos.

__ADS_1


"Hahahaha~"Tawa Zenos puas.


Eden tersenyum girang ketika melihat kedua sahabatnya bertingkah laku konyol seperti itu, Zenos dan Oicler semakin menjauh dari Eden dan yang lainnya, semakin menjauh dan menjauh lalu tiba-tiba.....


"E-ehhh, ada apa ini?"Tanah tempat Oicler berpijak tiba-tiba bergetar hebat dan tak lama kemudian runtuh membuat sebuah lubang besar didalam tanah.


"Waaaaaaahhhhhh!!"Teriak Oicler dan Zenos bersamaan.


"O! Zenos!"Eden dan Ryzen segera berlari dan berhenti tepat di samping lubang dalam tempat Zenos dan Oicler jatuh.


"Serahkan kepadaku! pazerakyse ka'dun harky**!" Ryzen mengucapkan mantra dengan lantang dan keluarlah dua buah sabit yang terikat dengan bayangan dibelakang punggungnya, Ryzen melemparkan dua sabit itu kedalam lubang dan tiba-tiba wajahnya menunjukkan ekspresi seperti orang sedang mengangkat sebuah beban berat.



"Arrggghhhhhh, sial! mereka berdua berat sekali, aaaaahhhhh!"Ryzen pun ikut terjatuh kedalam lubang karena tidak kuat menarik dan mengangkat Oicler dan Zenos, padahal sebelumnya dua sabit itu telah berhasil dan mengikat mereka berdua.


"Ryzen!"Teriak Eden.


"Eden, Eden! apa yang sedang terjadi?"Tanya putri Leony yang baru saja tiba bersama dengan Rin dan Refana.


"Aku akan melompat dan membawa mereka kembali, kalian bertiga tunggu disini."Pesan Eden, kemudian ia langsung melompat masuk kedalam lubang dalam itu.


"Eden!!"Teriak putri Leony.


Didalam lubang yang sangat besar dan gelap, Eden jatuh kebawah dengan kecepatan tinggi dan tiba-tiba mendengar suara gemercik air dibawahnya.


'Dibawah tempat ini, adalah air!?'Batin Eden.


BYUUUUURRRRR!!

__ADS_1


To be continued_»


__ADS_2