
PRRAANGGG!!!
Baginda raja menjatuhkan sebuah mutiara pengintaian kelantai, ia mematung dengan mulut yang terbuka lebar serta mata yang terbelalak. Hell, selaku tangan kanan baginda raja dan seorang penasihat utama kerajaan segera membantunya dan memberikan aba-aba ke seorang jenderal.
"Tarik seluruh pasukan yang sedang menuju ke arah hutan Sparkzysa, biarkan kelima orang itu yang membawa pangeran Eden kemari!"
"Baik, penasihat kerajaan."Si jenderal pun segera pamit undur diri dari ruang singgasana.
"Baginda raja anda harus menenangkan diri anda, saya menyarankan untuk tidak
mengirim Eden ke akademi saja. Demi keselamatannya."
"Tidak bisa! jika kita melakukan hal seperti itu maka kepala sekolah akademi akan mencoba untuk menyelidiki hal ini, dan rahasia kita bisa terbongkar."Bantah ahli sihir kerajaan bernama Retrugas.
"Lalu!? bagaimana jika penampilan pangeran Eden yang seperti ini tiba-tiba muncul dihadapan semua orang? apakah kau pernah memikirkan mengenai hal itu?!"
"Tentu saja, mutasi gen milik pangeran Eden tidak selalu muncul di setiap saat. Menurut perhitunganku, hal ini hanya akan terjadi setiap akhir bulan."
"Berikanlah aku buktinya, Retrugas. Bagaimana jika perhitunganmu itu salah?"
Disaat seperti ini, kedua orang kepercayaan baginda raja malah bertengkar dan bukannya berusaha untuk mencari solusi. Berada dalam situasi yang tertekan, baginda raja lama-kelamaan mulai merasa kesal dan murka.
"CUKUP!! aku hanya ingin membahas tentang keadaan dan keselamatan Eden sekarang, masa bodoh dengan penampilannya. Jika mereka berani menyentuh sehelaipun rambut anakku, bahkan jika itu adalah ras manusia juga tidak akan aku lepaskan!"Seketika semuanya kembali menjadi hening begitu baginda raja berteriak, Hell tidak berani berkata apa-apa begitu juga dengan Retrugas.
"Retrugas, berikanlah aku sebuah solusi.
Tidak bisakah kita membiarkan Eden hidup layaknya elf biasa?"Baginda raja menekan-nekan kepalanya yang terasa pusing, untung saja Eden diberangkatkan di waktu yang berbeda dari orang-orang lainnya. Masalah yang tersisa hanyalah membujuk anggota-anggota tim FONT untuk merahasiakan mengenai hal ini, dan sebisa mungkin jangan bergaul pernah dengan Eden lagi.
"Yang mulia, hamba menyarankan untuk tetap mengirim pangeran Eden ke akademi saja dan setiap akhir bulan kita akan datang untuk menjemputnya. Seperti yang kukatakan tadi, mutasi gen milik pangeran Eden tidak akan terjadi setiap saat. Untuk sementara waktu semua akan baik-baik saja."
__ADS_1
"Aku menentang keras solusi ini, bukankah kau juga tahu mengenai karakter pangeran Eden?! bagaimana jika dia tidak ingin ikut bersama kita ketika waktunya tiba? selain itu, jika kita membawanya kemari sekalipun apa yang akan kita lakukan selanjutnya? Hal yang terjadi tadi sudah cukup besar untuk disebut sebagai musibah, dan pangeran hanya menganggapnya sebagai permainan. Berpikir yang logis, Retrugas."
"Kau!"Urat-urat kekesalan Retrugas mulai terlihat begitu mendengar sindiran Hell, baginda raja berpikir matang-matang mengenai perkataan kedua abdinya. Baginda raja sebenarnya ingin mengikuti saran Retrugas, namun ia juga mempertimbangkan bagaimana perasaan Eden jika dirinya selalu dijemput paksa setiap bulan.
"Itu bukanlah sebuah solusi Retrugas, apa tidak ada cara lain?"
"Bagaimana kalau kita menggunakan kutukan empat lapisan saja?"Saran Retrugas.
"Apa!?"
"Yang mulia, beberapa orang datang dan ingin menghadap anda!"Seorang prajurit penjaga pintu tiba-tiba masuk dan memberikan penghormatan, baginda raja mengibaskan tangannya pertanda bahwa ia menyetujui hal itu.
Walrack, Zack, dan Mile melangkah masuk dan memberikan penghormatan. Retrugas pamit undur diri dan hanya membiarkan mereka berlima saja didalam, Hell memulai pembicaraan begitu ia yakin jika mereka bertiga tidak berani untuk berbicara.
"Dimana pangeran Eden?"Tanya Hell ketus.
Mile menelan air liurnya begitu mendengar suara berat Hell, dengan ragu-ragu ia pun menjawab.
"Tidak apa-apa, terimakasih karena telah membawa pangeran Eden kembali. Aku tidak akan berbasa-basi lagi, ada kata-kata terakhir?"
DEGGGGG!!
Baginda raja melontarkan pertanyaan yang membuat ketika elf remaja itu terbelalak, jantung mereka rasanya seperti ingin melompat keluar. Jangan dianggap, baginda raja sebenarnya tidak berniat untuk membunuh siapapun, ia hanya ingin menjalankan sebuah tes kecil saja.
"Yang mulia, tolong ampunilah kedua teman kami yang sedang tidak sadarkan diri sekarang, mereka tidak mengetahui apapun."
"Benar yang mulia, tolong ampunilah mereka."
"Kami telah bersiap untuk mati jika itu demi pangeran Eden, lagipula dialah orang yang telah menyelamatkan kami sebelumnya."
__ADS_1
Ketiganya mengangguk bersamaan, ternyata Eden telah dianggap sebagai penyelamat dan adik kecil oleh mereka. Raja tersenyum samar-samar mendengar hal itu, ia lalu mengetuk-ngetuk singgasananya sebagai kode untuk Hell.
Hell menganggukkan kepalanya tanda mengerti, dan ia segera melangkah ke hadapan mereka bertiga. Disentuhnya kepala Mile, lalu sebuah cahaya berwarna kehijauan muncul dan membuatnya ambruk seketika.
Hell melakukan hal seperti itu kepada ketiganya dan tak lama kemudian mengangguk-anggukkan kepalanya sambil tersenyum ke baginda raja, baginda raja membalas senyuman Hell dan seketika Mile, Walrack, dan Zack sadar kembali.
'Ehh, apa yang terjadi!?'
"Aduh! kepalaku terasa sakit."Gumam Walrack pelan.
Ketiganya segera menoleh ke arah Hell dan baginda raja dengan wajah yang dipenuhi dengan tanda tanya, tanpa mengatakan apapun baginda raja segera melangkah kearah mereka bertiga dan membuka kedua tangannya lebar-lebar seperti sedang menanti sebuah pelukan.
"Aku mengandalkan kalian untuk menjaga Eden di akademi, sebagai seorang ayah aku tidak mampu melindunginya. Tolong rahasiakanlah mengenai hal ini, tolong!"Ucap raja sambil membungkukkan badannya di hadapan Walrack, Zack, dan Mile.
"Yang mulia!"Teriak ketiganya bersamaan.
"Hell, tolong antarkan mereka bertiga keluar."
"Baik, baginda raja."Ucap Hell sambil menyilangkan sebelah tangannya ke dada.
Tak bisa melawan dan tak sanggup berkata apa-apa, mereka bertiga melangkah keluar dari ruang singgasana bersama dengan Hell. Baginda raja terus membungkukkan badannya sampai Walrack, Mile, dan Zack sudah tidak terlihat lagi. Setelah Hell kembali baginda raja akhirnya mengangkat naik tubuhnya, kemudian berkata.
"Antar mereka berenam ke akademi, dan sampaikanlah ke Retrugas jika aku menyetujui usulannya tentang kutukan empat lapisan."
Mata Hell tersentak dan ia berteriak."Baginda, apakah anda sudah gila!?"
"Jangan membantah, setidaknya masih ada hal lain yang bisa kulakukan untuk Eden selain membawa ibunya kembali. Sisanya kuserahkan kepadamu, jika terjadi sesuatu padaku maka.....Tahta ini akan kuserahkan kepada EDEN!"
Air mata bergumpal di sudut mata Hell, ia mengangguk-angguk sambil mengertakan giginya. Kutukan empat lapisan, jika digunakan, maka satu nyawa akan diminta sebagai bayarannya.
__ADS_1
To be continued_»