
"A-anu, seperti petunjuk yang diberikan oleh kelima peri suci kepada kita. I-itu, peri Red seharusnya berada di sekitar sini bukan?"Eden mengelus-elus belakang kepalanya dan memilih untuk bersandiwara terlebih dahulu, keringat dingin perlahan-lahan mulai keluar dari kepalanya karena Eden memang tidak ahli dalam berpura-pura dan bersandiwara.
'Ckck! Eden adalah seorang aktor yang buruk.'Batin Zenos.
"Sepertinya begitu, kita cukup mencari sebuah tempat yang berwarna merah seperti pakaiannya bukan? apakah kita harus berpencar?"Tanya Ryzen bersungguh-sungguh sambil menoleh kesana-kemari.
'Eh!? APA!!'Teriak Zenos didalam hati.
'Wow! Ryzen adalah seorang aktor yang hebat.'Batin Refana.
'Luar biasa, dia sangat ahli dalam membohongi seseorang.'Puji putri Leony didalam hatinya.
"Apakah dia sudah lupa bahwa kita sedang bersandiwara sekarang? aku merasa seperti dia sedang mengatakan yang sesungguhnya."Batin Oicler sambil memandangi Ryzen dari atas ke bawah.
"Aduh~"Batin Eden.
"Hei, apa kau dengar itu? peri Red mungkin berada di sekitar sini."
"Sssstt, diamlah! kita masih harus mendengarkan percakapan mereka untuk memastikan hal ini."
"Ternyata mengikuti mereka memang sangat berguna ya~"
"Hehehe."
Inilah dia, kelima orang yang telah berhasil tertipu dengan akting murahan Eden dan Ryzen. Sungguh, tim yang satu ini benar-benar sangat bodoh.
'Ahh, padahal julukanku saat berada di kota dulu adalah raja akting. Berani-beraninya Ryzen mengalahkan diriku, cuihh.....Lihat ini! aku akan mulai berakting juga.'Batin Zenos.
"Tidak, jangan berpencar. Aku rasa kita lebih baik mencarinya bersama-sama saja, coba kalian lihat ke arah selatan."Zenos memulai aktingnya dan menunjuk ke arah selatan tepat seperti yang dikatakan Eden sebelumnya, mata semua orang segera melirik ke arah yang ditunjukkan oleh Zenos dan tersentak seketika.
__ADS_1
"Memangnya ada apa disana, dasar bodoh! aku tidak melihat apapun!"Bentak Refana sambil memukul kepala Zenos.
BUKK!!
"Aduh!"Teriak Zenos.
"Jangan konyol, aku tidak melihat apapun disana."Ucap putri Leony malas.
'Ehh, mereka ini sedang berpura-pura atau apa? waahh, aku baru tahu jika putri Leony adalah seorang aktor luar biasa.'Batin Zenos.
'Ehh, bukankah aku sudah menyuruh mereka untuk memancing para mata-mata ke arah selatan. Kenapa dialihkan lagi?'Batin Eden."Ehh, selatan!? selatan ya? ahaa, aku baru mengingat jika aku melihat beberapa tumbuhan sihir berwarna merah disana."
"Ehh!?"
"Semuanya, dengarkan mereka dengan lebih teliti."Perintah dari kapten tim yang sedang mengawasi Eden dan teman-temannya.
"Baik!"
"Entahlah, mungkin terlihat lebih seperti jamur."Eden memainkan dagunya dan mengedipkan sebelah matanya, sengaja melakukan hal itu untuk membuat semuanya mengingat ke tujuan awal mereka.
"Sudahlah, mari kita pergi ke arah utara saja. Aku tidak menemukan apapun disana tadi."Ucap Ryzen sambil membalikkan badannya.
"Hmm, benar juga~ kurasa aku lebih memilih untuk pergi ke arah utara saja."Lanjut Zenos.
"Ehh, ta-tapi.....Bukankah aku sud-"Putri Leony menutupi mulut Eden dan tersenyum canggung kepada semuanya.
"Ahahahaha, Eden. Adikku, mari kita pergi ke arah utara saja ya?"Bujuk putri Leony.
"Mphmpmp, tapi....."
__ADS_1
"Aiyoo, sudahlah~ kita akan pergi ke utara saja, ayo."
"Hei, hei!"Eden menarik pergelangan putri Leony menjauhi mulutnya dan membatin.'Aduh, apakah kalian sudah lupa dengan kata-kataku?'
Semua anggota tim Eden membawanya pergi ke arah utara dengan paksa, tim yang sedang mengawasi mereka kita sedang mengalami dilema. Pergi ke arah selatan atau utara ya?
"Kita pergi ke selatan saja!"Perintah kapten tim mereka.
"Baiklah, aku menyetujui usulanmu kapten. Bagaimanapun juga, pangeran Eden benar-benar tampak yakin bahwa peri Red sedang berada di situ."
"Sayang sekali, anggota-anggota tim pangeran benar-benar tidak mempercayai perkataannya. Hahaha, mereka benar-benar bodoh."
"Ayo, kita pergi ke arah selatan dan mencari sebuah tanaman sihir yang berbentuk seperti jamur!"Ucap sang kapten tim.
"Baik!"
Seluruh anggota tim bodoh itu pergi ke arah selatan dan tidak menyadari bahwa semua hal yang mereka dengar tadi hanyalah sebuah sandiwara, 7 kepala dan 7 pasang mata mulai menampakkan dirinya disamping sebuah pohon besar yang telah berlumut.
Eden benar-benar tidak percaya jika tim yang telah mengawasi mereka daritadi ternyata memilih pergi untuk pergi ke arah selatan, sebagai satu-satunya orang yang menunjukkan ekspresi terkejut seperti itu Eden ingin menanyakan sesuatu ke teman-temannya.
"Itu....Apa yang sedang terjadi disana?"
"Salah satu trikku ketika sedang bersandiwara, tarik-ulur~"Ucap Zenos pelan.
Eden tersenyum canggung begitu mendengar perkataan Zenos, ia benar-benar tidak mengerti dengan apa yang sedang pria itu maksud saat ini.
"Hahaha, aku tidak bisa menjelaskan tentang hal ini dengan kata-kata."Tawa putri Leony.
"Setelah ini apa yang akan kita lakukan, kapten?"Tanya Ryzen.
__ADS_1
"O-ohh, ayo kita pergi kesana juga."Jawab Eden.
To be continued_»