EDEN; The Half Elf

EDEN; The Half Elf
Chapter 23_5 Holy Fairies


__ADS_3

"Xixixixixi, ekspresi terkejut pangeran Eden masih saja begitu menggemaskan ya~"


Sebuah suara tawa yang terdengar merdu berada dekat dengan telinga Eden sehingga ia langsung menoleh ke arah samping, di pundaknya Eden mendapati seorang peri yang berpakaian serba merah muda sedang duduk dan membawa sebuah bola berduri berlambang hati.



"Pink, ternyata kau."Ucap Eden sambil tersenyum gembira.


"Xixixixi, halo pangeran~ tak kusangka, ternyata kau masih mengingatku ya?"


"Tentu saja."Jawab Eden cepat.


Peri yang berukuran seperti telapak tangan orang dewasa, dan sedang duduk di bahu Eden saat ini adalah salah satu dari lima peri suci bernama Pink. Ia terbang mengelilingi Eden dan tak lama kemudian menuju ke arah Hoffen.


"Haha, ternyata kau berteman baik dengan pangeran Eden?"Ucap Hoffen.


"Xixi, aku menyukainya~"Bisik Pink pelan.


Eden merasa senang karena dapat bertemu dengan teman lamanya, ia tidak memperdulikan berbagai pasang mata yang telah menatapnya daritadi. Putri Leony menepuk pundak Eden dari belakang, sedangkan mata-mata yang berada di belakang putri Leony sedang mencatat sesuatu di buku kecilnya.


"Eden, apakah kau mengenal peri itu?"Bisik putri Leony.


Eden menoleh ke belakang dan tersenyum."Ya, aku mengenalnya."Jawab Eden.


"Blue, kau bisa keluar sekarang."Ucap Hoffen sambil menghela nafas panjang.


"Hm-hmm, baiklah."Salah seorang dari lima peri suci bernama Blue, terbang keluar dari balik punggung Hoffen dan menuju ke arah Pink yang terus saja menatap Eden sambil memainkan bola berdurinya. Bisa dilihat dengan jelas bahwa Blue adalah seorang peri yang sangat pemalu, ia membawa sebuah bola berduri yang berlambangkan perisai.



"Green disini, halo semuanya~"Semua orang memfokuskan pandangannya ke sebuah benda hijau yang terbang secepat kilat, setelah dilihat baik-baik ternyata benda itu adalah salah satu dari lima peri suci bernama Green. Ia selalu bersemangat dan sangat aktif, bola berduri yang berada di genggamannya berlambang bintang.


__ADS_1


Tak lama kemudian, dua dari kelima peri yang bernama Red dan Yellow muncul bersamaan dan menyapa orang-orang.



"Xixixixi, halo~ namaku adalah Red."Red mengibas-ibaskan tangannya dan tersenyum penuh arti kearah semua orang, bola berduri miliknya berlambang pedang.



"Namaku adalah Yellow, Xixixixi~ salam kenal."


'Hmm, aku tidak tahu jelas mengenai lambang itu.'Batin Eden sambil memfokuskan pandangannya ke bola berduri milik Yellow.


"Semuanya, perkenalkanlah kelima peri suci yang akan ikut berpartisipasi dalam ujian kalian kali ini. Mereka adalah target, jika ingin segera masuk ke akademi maka kalian harus segera memburu dan mencari mereka."Ucap Hoffen tegas.


"Xixixixixixi~"


"HAH!? APA!"


"Apa!"Teriak Zamard.


'Dia, jangan-jangan Hoffen ingin membuat kelima peri suci menjadi....'Batin Ezekiel dengan keringat dingin yang telah membanjiri seluruh wajahnya.


"Hmm, dengan kata lain kalian semua akan bermain petak umpet."Ucap Hoffen santai, beberapa detik semua orang terdiam lalu tak lama kemudian hujan pertanyaan pun terjadi.


"Pe-petak umpet!?"


"Apa-apaan itu?!"


"Guru Hoffen, apa maksudmu?"


"Kenapa kita semua malah bermain?"


"Yang benar saja!"

__ADS_1


"Ahh, kurasa ujian ini akan berakhir dengan cepat."


"Hoffen gila, lebih baik kita segera menghentikan dia dan kembali pada rencana awal! kita seharusnya melakukan ujian bukan? apa kaitannya dengan petak umpet!"Teriak Zamard kearah Ezekiel.


'Gawat, permainan ini!'Batin Eden kepanikan sambil menatap Pink.


'Xixixixi~ dia sudah mulai menyadarinya.'Pink tertawa sambil menutup mulutnya begitu melihat wajah pucat Eden, itu benar. Mereka berdua pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya, dan Eden benar-benar merinding ketika mengingat saat-saat itu.


"DIAMMM!!"Bentak Hoffen keras, semua orang pun akhirnya terdiam. Termasuk Zamard yang daritadi kerjanya hanya mengkomplain saja.


"Semuanya dengarkan aku, kalian harus membentuk tim yang beranggotakan lima sampai tujuh orang. Hal yang perlu kalian lakukan untuk bisa lolos dari ujian ini adalah mencari dan menemukan tempat persembunyian lima peri suci, kalian memiliki waktu tiga hari dan wilayah


persembunyiannya mencakup seluruh hutan ini."Ucap Hoffen tegas sambil menunjuk ke arah hutan yang berada di sampingnya.


"Tim manapun yang bisa menemukan tempat persembunyian kelima peri suci untuk yang pertama kalinya akan mendapatkan sebuah hadiah, berhati-hatilah karena diluar sana terdapat banyak makhluk sihir dan tumbuhan sihir yang berbahaya. Tidak boleh ada siapapun yang kembali kesini untuk tiga hari kedepan, apakah kalian mengerti!?"Bentak Hoffen.


"Ka-kami mengerti!"Sahut semuanya serempak.


'Apa-apaan ini?! konsep ujian ini sama persis dengan petak umpet yang kumainkan bersama Pink dulu! batas waktu untuk menemukan lima peri suci adalah tiga hari, tempatnya adalah seluruh hutan yang berada di samping kami, siapapun yang bisa menemukan mereka terlebih dahulu akan mendapatkan hadiah, dan tidak boleh kembali kesini sebelum ujian selesai yang artinya kami semua akan tidur di hutan.'Gerutu Eden didalam hati.


"Kalau begitu, apakah ada siapapun yang ingin bertanya sekarang?"Tanya Hoffen sambil menatap tajam kearah semua orang.


"Ti-tidak guru Hoffen, kami telah paham."Jawab semuanya ketakutan.


"Bagus, sekarang kalian bentuklah tim terlebih dahulu. Aku dan lima peri suci akan mendiskusikan sesuatu."Ucap Hoffen sambil membuat sebuah dinding sihir yang kedap suara, dan transparan.


"Hmph! idenya ternyata memang lebih baik daripada milikku, ujian ini bisa mengajarkan mereka untuk bertahan hidup di alam liar. Melatih kekompakan, dan ketelitian, serta kesabaran."Ezekiel tersenyum tipis sambil memainkan dagunya, ia diam-diam mulai merasa kagum dengan Hoffen.


"Sebenarnya, aku merasa ide ini tidak terlalu buruk. Hanya saja, apakah mereka benar-benar bisa menemukan tempat persembunyian lima peri dalam waktu tiga hari? wilayah persembunyiannya adalah seluruh hutan itu kan?"Zamard mengayunkan tangannya perlahan-lahan dan menunjuk ke arah hutan yang memiliki lebar puluhan hektar, mendadak wajah Ezekiel, Angrence, dan Huknalurk tiba-tiba berubah menjadi pucat.


"Hmm, ada apa dengan kalian!?"Zamard terkejut karena begitu membalikkan badannya ia langsung disambut dengan wajah yang seputih mayat, Ezekiel melangkah mendekati Zamard perlahan-lahan dan menepuk pundaknya.


"Hei, apakah kita akan mati setelah menggunakan kemampuan kita untuk mengawasi mereka semua? berapa banyak mata pengawas yang mampu kau buat?"Tanya Ezekiel, wajah Zamard pun tiba-tiba ikut berubah menjadi pucat begitu mendengar pertanyaan Ezekiel.

__ADS_1


"Ehh!?"Teriak Zamard.


To be continued_»


__ADS_2