
Keesokan harinya semua orang berkumpul di hall istana dan menuju ke akademi Viothen Vrawl bersama dengan kesembilan saudara-saudari Eden, termasuk putri Leony. Mereka menunggangi makhluk sihir yang disebut dengan Griffin, dan dituntun oleh beberapa guru agar tidak tersesat.
Ketika semua orang pergi dan sudah tidak terlihat lagi dalam pandangan mata Eden membalikkan tubuhnya malas dan melirik ke arah lima orang disana, ia sebenarnya ingin berangkat bersama-sama dengan putri Leony karena takut merasa bosan dan tidak memiliki teman untuk berbincang-bincang.
"Mari kita pergi, kakak-kakak senior." Ucap Eden sambil menghela nafas panjang.
"Pangeran Eden, apakah anda tidak akan menunggu baginda raja terlebih dahulu?"
"Ya, kurasa baginda raja akan segera tiba disini."
Eden tertegun."Ehh? kalian ternyata bisa bicara ya!"Teriak Eden sambil menunjuk ke arah dua elf pria yang baru saja berbicara dengannya.
"Anda, sebenarnya menganggap kami ini apa?"
"Sabar, sabar~ aku tidak boleh memukul pangeran negaraku."
"Keparat....."Umpatnya pelan.
"Astaga pangeran, mengapa anda mengatakan hal seperti itu?"Seorang elf bernama Walrack yang merasa agak tersinggung dengan perkataan Eden melangkah mendekat kearahnya dan menepuk bahu Eden dengan kuat."Hatiku terasa sedikit sakit, loh~"Bisik Walrack sebelum menjepit kepala Eden dipergelangan lengannya, sambil tertawa puas.
"Ekhh, senior. Tolong ampuni aku, aku bersalah! aku bersalah!"Ujar Eden sambil meronta-ronta kesakitan.
"Wahahaha, rasakan itu."Balas Walrack yang semakin menguatkan jepitannya.
"Senior, aku tidak bisa bernafas!"
Keadaan kembali menjadi tenang setelah Walrack mengampuni Eden dan melepaskannya, Eden kini merasa kurang enak kepada lima orang kakak senior yang bertugas untuk menjemputnya jadi ia memutuskan untuk meminta maaf.
__ADS_1
"Maafkan aku senior-senior sekalian, sepertinya perkataanku tadi terlalu berlebihan. Habisnya, kalian tidak berbicara dari saat kita bertemu di awal. jadi aku mengira......"
"Baiklah, baiklah, sebenarnya kami juga bersalah dalam hal ini."
"Permintaan maafmu diterima."
"Tidak apa-apa pangeran."
"Cihh!"
"Tidak perlu memanggilku dengan kata pangeran, senior. Cukup Eden saja."Eden mengelus-elus belakang kepalanya sambil tersenyum hangat, wajah kelima elf yang melihat hal itu mendadak berubah menjadi merah dan jantung mereka berdetak dengan kencang.
'Sial, ada apa ini? mengapa tiba-tiba aku merasa sangat hangat?'
'Aku normal, aku normal! tidak mungkin aku bisa tertarik dengan laki-laki.'Teriak Walrack histeris didalam hati.
"A-anu.....Senior sekalian! apakah kita akan pergi ke akademi dengan makhluk itu?"Eden menunjuk seekor harimau putih bertanduk yang berada di hadapannya, harimau itu terlihat sedang beristirahat dibawah pepohonan dan sesekali menguap serta mengaum. Kelima elf tersadar dari lamunannya setelah mendengar Eden, mereka mengangguk pelan secara bersamaan dan seorang elf bernama Mile mengatakan sesuatu kepada Eden.
"Bukan kami, melainkan hanya anda seorang. Harimau itu bernama Eltyra dan dia adalah makhluk sihir kesayangan guru Lirk, anda harus menungganginya agar bisa sampai ke akademi."
"Eltyra adalah harimau betina, dan sepertinya dia telah melalui banyak hal yang menyakitkan di masa lalu. Mendapatkan kepercayaannya....Tidaklah mudah."
"Yah, daripada itu......Lebih baik kita saling berkenalan satu sama lain terlebih dahulu. Namaku adalah Walrack, dan pria yang baru saja berbicara denganmu adalah Mile."
"Yo!"
Walrack memperkenalkan keempat temannya kepada Eden, wanita yang memiliki bola mata seperti kucing dan berambut pendek bernama Selly. Pria yang hanya mematung daritadi dan memiliki wajah yang dingin bernama Zack, dan wanita yang telah berpikir bahwa Eden adalah seorang yang bodoh bernama Nana. Ditambah dengan Mile dan Walrack maka lengkaplah anggota tim mereka yang bernama FONT.
__ADS_1
"Tim? kupikir senior-senior sekalian berasal dari kelas yang berbeda, aku baru tahu mengenai hal ini."
"Ini adalah kebijakan baru yang dibuat oleh akademi, karena selalu berperang melawan ras iblis banyak orang-orang dari bangsa kita yang telah tiada di medan peperangan. Kini populasi bangsa elf menurun drastis dan kebanyakan hanya berisi remaja-remaja seperti kita, apakah anda berpikir ras iblis hanya akan berdiam diri saja?"
"Kesempatan bagus seperti ini tidak akan mereka sia-siakan, jika sesuatu terjadi kepada kita maka tamatlah nasib anak-anak dan orang-orang tua ras elf."
"Dengan kata lain, jika ras iblis terus membunuh dan mengincar kita. Maka....."
"Bangsa elf akan lenyap sepenuhnya dalam beberapa ratus tahun kedepan."Sahut Zack ketus melanjutkan perkataan teman-temannya.
'Len....yap?'Batin Eden tak percaya.
"Maka dari itu akademi menerapkan kebijakan untuk membentuk tim yang beranggotakan lima sampai tujuh orang, kami tinggal bersama, menjalankan tugas bersama, berada di kelas yang sama dan terkadang tidur bersama."
"Tidur bersama?"
JDUAARR!!
Tatapan mematikan dari Selly dan Nana membuat Walrack berubah menjadi sepucat mayat, demi menyelamatkan nyawanya setelah mengatakan hal bodoh tadi Walrack mengalihkan topik pembicaraan dengan menyuruh Eden untuk menyapa Eltyra.
"Eden, kita akan segera pergi. Sapalah Eltyra terlebih dahulu dan aku akan pergi untuk memberi kabar ke baginda raja, sampai jumpa."Walrack menghilang begitu saja setelah mengucapkan hal itu, semua orang yang berada disana menggelengkan kepalanya sambil menghela nafas panjang terkecuali Eden.
"Senior, aku mendadak penasaran akan sesuatu. Bolehkah aku bertanya?"Tanya Eden kepada Mile.
"Tentu saja, apa yang ingin kau ketahui Eden?"
"Siapa kapten tim ini?"
To be continued_»
__ADS_1