
Eden menghela nafas lega setelah mendarat di suatu tempat yang berada dekat dengan hall istana Venttrusus, rasa panik dan ketakutan yang telah memenuhi hatinya kini berangsur-angsur menghilang ketika ia mendapati upacara kedewasaan ternyata masih belum dimulai sama sekali. Bayangan akan tugas tambahan serta amukan kakaknya tersayang juga telah ikut lenyap tanpa sisa.
Sayap-sayap milik Eden yang terbuat dari dedaunan perlahan-lahan mulai tak berbentuk, menghilang oleh angin sejuk yang tiba-tiba saja berhembus. Seorang gadis elf yang memiliki rambut berwarna perak panjang dengan ikatan kuncir kuda melangkah pelan menuju ke arah Eden sambil melipat kedua lengannya, seperti seseorang yang ingin mencari masalah saja.
"Eden, darimana saja kau?"Tanya si gadis elf yang tak lain dan tak bukan adalah putri Leony, putri Leony adalah kakak angkat Eden yang ke-9. Ayah Eden, atau bisa juga disebut dengan sang baginda raja mengangkat ibu Leony sebagai selir dan otomatis membuat Leony menjadi seorang putri. Sebenarnya Leony bukanlah anak kandung dari si ibu yang bernama Natasya Belle, ia adalah anak yang di adopsi dari sebuah panti asuhan dan identitas dirinya telah dipalsukan sampai sekarang. Hanya Leony dan ibunya saja lah yang mengetahui tentang hal ini, bahkan Eden dan ayahnya saja tidak tahu.
"Kakak, kita masih berada di sekitar wilayah istana sekarang. Eden harap kakak bisa mengerti dan tidak menggunakan kata-kata kasar."Eden membalikkan badannya lalu memberikan hormat kepada putri Leony dengan cara menyilangkan sebelah tangannya ke dada sambil menunduk kecil, ia bersikap seakan-akan dirinya tidak terkejut dengan kemunculan putri Leony yang secara tiba-tiba. Namun sebenarnya......
'Sial! sial! sial! mengejutkanku saja!! mengagetkanku saja!! bagaimana bisa kakak tiba-tiba muncul dibelakangku tanpa kusadari sedikitpun!! yang benar saja!'Begitulah seluruh isi perkataan Eden didalam hatinya sepersekian detik ketika menoleh ke belakang.
__ADS_1
"Haah! apa yang sedang kau coba untuk lakukan sekarang Eden? upacara sebenarnya sudah harus dimulai dari tadi, hanya saja ayahanda telah mengulur waktu untukmu. Ia sedang duduk dan menunggu di kamarnya, akan kuberitahu jika kau sudah kembali agar upacara bisa langsung dimulai."
'Hmph! aku tidak membutuhkan bantuannya, mengapa dia malah membantuku?'Eden memalingkan wajahnya dari hadapan putri Leony, ekspresi kekesalan terlihat begitu jelas di wajahnya. Mendengar kata Ayahanda telah membantumu membuat Eden merasa muak!
Putri Leony membalikkan badannya lalu mengeluarkan sebuah benda berbulu yang berukuran seperti bola pingpong dari tas kecil yang tergantung di pinggangnya, untung saja ia tidak merasa penasaran dengan Eden dan memiliki kesibukan lain.
"Ashante men'tryf." Benda berbulu yang berada di genggaman putri Leony tiba-tiba melayang dan mengeluarkan cahaya kekuningan yang berkedip-kedip sehabis dimantrai, putri Leony tersenyum tipis melihat upayanya yang telah membuahkan hasil. Eden ikut melihat hal yang terjadi pada benda berbulu itu namun ia tidak menunjukkan ekspresi apapun sama sekali, sihir dan objek untuk mengantarkan pesan terlalu biasa baginya.
Si benda berbulu melayang dengan kecepatan tinggi menuju ke dalam istana, pesan telah ia dapatkan dan tinggal menghantarkannya ke tujuan saja. Melihat hal itu putri Leony tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, ia lalu kembali membalikkan badannya dan memperhatikan Eden yang tengah sibuk mencari-cari sesuatu.
"Ryuu, dimana kau? aku tahu kalau kau telah sampai disini daritadi, keluarlah!" Eden memanggil-manggil rubah kecil peliharaannya dengan lantang, ia memang merasa sudah melupakan sesuatu yang penting daritadi namun ia malah menghiraukannya begitu saja tanpa mencoba untuk mengingat-ingat kembali terlebih dahulu. Dan hasilnya adalah, Ryuu menghilang.
__ADS_1
"Ryuu, maafkan aku! begitu kita kembali ke kamar nanti, aku akan memberimu makanan tambahan! tolong keluarlah, ya?"Eden memasuki kerumunan orang yang berada di hall untuk mencari Ryuu dan kembali melupakan sesuatu, putri Leony hanya mendengus kesal melihat Eden melupakan dan meninggalkan dirinya, ia lalu segera menyusul Eden dan hendak membantunya untuk saat ini.
"Ryuu! Ryuu!"
BRAAAKKK!!!
Eden jatuh terduduk di tanah setelah dirinya menabrak seseorang secara tidak sengaja, ia mengelus-elus kepalanya yang terasa agak pusing lalu segera melirik ke arah orang yang telah ia tabrak.
"Kau!"Mata Eden terbelalak begitu melihat seorang elf yang juga sedang terduduk di lantai, ia sama terkejutnya dengan Eden namun ia segera sadar begitu mendengar namanya sedang dipanggil oleh seseorang.
"Card!"
__ADS_1
To be continued_»