EDEN; The Half Elf

EDEN; The Half Elf
Chapter 34_Explanation For Everything


__ADS_3

Pada masa pemerintahan raja Leon Panetta III (kakek Eden) terjadi sebuah krisis dan masalah besar yang terpaksa membuatnya harus turun ke arena peperangan bersama dengan anak-anaknya. Seluruh keturunan baginda raja meninggal secara terhormat untuk melindungi ras elf dari bangsa iblis yang kejam, dan satu-satunya keturunan yang tersisa untuk meneruskan tahta adalah pangeran bungsu Lukas Prodeghilrt Nu (ayah Eden).


Raja Lukas dipaksa untuk melarikan diri ketika peperangan terdahsyat hampir meledak, sebagai satu-satunya calon raja dari seluruh ras elf yang hidup di Dunia tengah ia harus melarikan diri dan melakukan apapun untuk bertahan hidup.


Akibat kecerobohannya, raja Lukas tersesat dan terdampar di salah satu barak perlindungan milik ras iblis. Di barak itu adalah seorang gadis yang seumuran dengan raja Lukas, bernama Arasyia. Pada umurnya yang begitu belia ia telah berhasil mempelajari dan menguasai sihir hitam terhebat milik ras iblis dan dikirim menuju ke peperangan sebagai kartu truf, seumur hidupnya ia selalu diperalat dan diperlakukan semena-mena karena rasa cemburu dan iri hati yang dimiliki oleh semua orang.


Arasyia adalah karakter wanita yang sangat lembut, ia tidak pernah ataupun berniat membalas hal-hal buruk yang pernah orang-orang lakukan padanya meskipun ia seribu kali jauh lebih kuat. Di hatinya selalu terbersit sebuah keinginan untuk melarikan diri, namun sayang ia tidak memiliki keberanian untuk melakukan hal itu. Sampai disaat ia melihat raja Lukas, sesosok elf yang jauh lebih layak untuk dikasihi daripada dirinya.


"Kau ingin melarikan diri bukan? hehe, aku juga, mari kita pergi bersama."Ucap Arasyia sambil tersenyum hangat.


Raja Lukas membuat sebuah kesalahan besar dengan menerima uluran tangan Arsyia dan jatuh cinta kepadanya, setelah berhari-hari hidup di alam liar mereka berdua akhirnya kembali ke kerajaan Venttrusus dan bertambahlah lagi dosa mereka berdua.


Arasyia memakai mantra hitamnya dan selalu mengonsumsi pil perubah wujud untuk mengelabui seluruh umat ras elf, tahu kan apa fungsi dari pil perubah wujud?


Pil itu membuat tanduk, telinga, kepribadian, warna kulit, dan keseluruhan diri Arasyia berubah. Dimata orang lain ia adalah seorang elf cantik nan rupawan yang tidak sengaja berjodoh dengan baginda raja, namun sebenarnya ia adalah seorang iblis mengerikan yang telah menjadi buronan.


Karena telah berhasil mendapat pengakuan dan menjadi sepasang kekasih yang utuh, raja Lukas dan ratu Arasyia selalu berbahagia apalagi mengingat bahwa bangsa iblis tiba-tiba menghentikan peperangan untuk sementara waktu karena ada sebuah perkara besar dengan bangsa manusia.


"Yang mulia baginda raja, saya harap anda bisa membuat sebuah keputusan yang bijaksana demi rakyat-rakyat anda."


"Sudah selama ini anda dan ratu menikah namun tidak ada tanda-tanda satupun bahwa seorang pangeran kecil akan lahir."


"Yang mulia baginda raja, anda harus melakukan sesuatu."


"Cihh!"Umpat baginda raja kesal.

__ADS_1


Karena desakan dari para menteri-menterinya, raja Lukas terpaksa harus menikah dengan putri-putri dari kerajaan cabang dan mengangkat mereka menjadi selir. Berbagai pihak yang mengetahui tentang hal itu merencanakan sesuatu yang besar demi bisa merebut tahta, menurutmu apa yang sedang mereka lakukan?


Jawabannya adalah, beberapa selir-selir raja yang licik bagaikan ular mengangkat dan mendidik beberapa anak untuk bisa merebut tahta dikemudian hari.


Raja Lukas sebenarnya juga agak kecewa dengan ratu Arasyia karena tidak dapat memberikannya keturunan, oleh karena itu ia membiarkan hal ini begitu saja dan memperlakukan anak-anak adopsi para selir dengan baik dan bahkan mengangkat mereka menjadi pangeran. Tentu saja hal ini membuat ibu Eden merasa sedih.


Beberapa ratus tahun berlalu dan ratu Arasyia tetap saja tidak menunjukkan tanda-tanda sedang hamil maupun mengandung, sedangkan para selir-selir rendahan yang berhasil mengandung anak yang mulia tidak dapat memberikannya seorang anak laki-laki sama sekali. Memang sebuah kutukan.


"Hei, Kirana! aku sedang hamil, apakah kau percaya itu?"Tanya ratu Arasyia sambil mengelus-elus perutnya yang agak membesar.


"Apa!? benarkah?"Lawan bicara ratu Arasyia membuka tudung kepalanya dan menangis karena merasa terlalu bahagia, ia memeluk erat-erat tubuh sahabatnya dan dua buah tanduk tajam terlihat seketika.


"Kirana~ kau harus membantuku, bantulah aku ya? aku mohon~ aku tidak ingin anakku berada dalam bahaya, aku mohon!"Ucap ratu Arasyia sambil membalas pelukan Kirana.


Baginda raja terus berbolak-balik di depan suatu pintu berwarna keemasan, yang tak lain dan tak bukan adalah kamar istri tercintanya.


Akhirnya, kebahagiaan yang telah


dinanti-nanti oleh baginda raja tiba juga. Sudah agak lama berada di luar, tiba-tiba terdengarlah suara tangisan bayi didalam kamar itu.


"Ahh, Arasyia! anakku!"Baginda raja menerobos ruangan itu dan mendapati Kirana sedang menggendong seorang bayi, ia tidak tahu bahwa orang yang sedang membantu Arasyia melahirkan saat ini ternyata adalah seorang iblis.


'Fiuhh, untung saja aku memakan pil perubah wujud. Tapi Arasyia....'Kirana menoleh ke arah ratu Arasyia yang sedang terbaring lemas, dan dibalas dengan sebuah anggukan pelan serta senyuman.


Baginda raja yang daritadi telah membiarkan Kirana menggendong bayi kecilnya tanpa mengatakan apapun sudah tidak bisa bersabar lagi, ia merebut bayi kecil itu dengan paksa dan segera bermain dengannya.

__ADS_1


"Hahaha, anakku....Anak laki-laki kecilku yang lucu, mulai dari sekarang namamu adalah Eden. Pangeran Eden."Ucap baginda raja senang sambil terurai air mata.


'Sudah berakhir, sahabatku yang bodoh telah menyerahkan segalanya demi anaknya. Si bodoh ini, benar-benar....'Batin Kirana sambil menghapus air matanya.


"Kirana, terimakasih."Ucap ratu Arasyia pelan.


"Hahahaha, Eden anakku!"Teriak baginda raja.


****


"Ibu, terimakasih~ kau bagaikan bulan~ dingin, bersinar, aroma yang kurindukan~ kurakit bunga ini untukmu, ohh ibuku....Emas dan berlian, aku hanya menginginkan dirimu~ peluklah aku lebih erat ibu~ aku hanya menginginkan dirimu, emas dan berlian~ tahta dan keagungan...."


"Eden~"Panggil ratu Arasyia.


"Iya ibu, ada apa?"Eden mengangkat kepalanya dan menatap ratu Arasyia sambil tersenyum gembira.


"Ibu meninggalkan sebuah mainan untukmu dikamar, pergilah dan ambil itu."


"Haah, benarkah!? baiklah, aku akan segera mengambilnya, terimakasih ibu~"Eden berlari meninggalkan ratu Arasyia sendirian di taman dan menuju ke kamarnya sambil terus tersenyum, ia tidak tahu bahwa saat-saat itu adalah saat terakhir ia bisa bersama dengan ibunya. Anak elf kecil yang polos, malang sekali nasibmu.


"Aku telah membulatkan tekadku, jangan menghentikanku Lukas. Di kehidupan berikutnya aku berharap agar kita bisa saling bertemu lagi, jagalah Eden baik-baik."Ucap ratu Arasyia, setelah mengatakan semua itu ia pun pergi meninggalkan taman.


"Arasyia! Arasyia!"Teriak baginda raja.


To be continued_»

__ADS_1


__ADS_2