EDEN; The Half Elf

EDEN; The Half Elf
Chapter 33_My Song


__ADS_3

Eden jatuh kedalam air dan seketika terbelalak begitu menyadari sesuatu, air itu seperti bukanlah sebuah air.


'Waah, aku bisa bernafas disini! selain itu, kecepatan turunku kenapa tidak berkurang sama sekali?"Eden jatuh semakin dalam dan beberapa menit kemudian dirinya berhasil keluar dari air aneh itu, Eden berpikir semuanya telah berakhir dan ia bisa segera menemukan teman-temannya. Namun.....


"Sial!"Jatuh dari ketinggian yang lumayan mengerikan, Eden melirik ke bawahnya dan mendapati beberapa tumbuhan sihir semak berduri sedang menunggunya. Eden berpasrah hati dan melindungi kepalanya sambil memejamkan matanya, sungguh sebuah rasa sakit yang teramat-sangat sedang menantinya.


BOOOOOMMMM!!


"Sial, sebenarnya apa yang sedang terjadi disini? mengapa perasaanku sangat tidak enak ya?"Gumam putri Leony.


"Leony, tenanglah....Mereka akan baik-baik saja, apa yang sedang kau cemaskan? mereka berempat adalah laki-laki bukan?"Ucap Refana.


"Te-tenanglah putri Leony, kita ha-harus percaya kepada mereka."Sahut Rin pelan.


'Aku tentu percaya kepada Eden, dia kuat! hanya saja, lubang yang tiba-tiba muncul ini....'Batin putri Leony.


"Argghh, rasanya sakit...."Eden bangkit berdiri dan melangkahkan kakinya ke tempat yang aman, terhindar dari hamparan semak berduri yang telah menusuk seluruh tubuhnya. Ia berniat untuk menyembuhkan dirinya sendiri dengan sihir penyembuh, namun seberapa keras pun Eden mencoba bahkan sampai berkeringat, dirinya tetap saja tidak mampu mengeluarkan sihir sedikitpun.


"Haahh, haahh, haah, sebenarnya apa yang sedang terjadi disini? aku tidak bisa menggunakan sihirku!"Eden menatap ke arah langit-langit, mencermati dan berusaha untuk mengingat-ingat sesuatu ketika melihat lubang tempat ia datang.


"Hmm, jangan bilang....Air yang berada di atas tadi berfungsi untuk melenyapkan kemampuan sihir kami?"Gumam Eden, ia melirik ke segala arah dan mendapati sesuatu yang lumayan mengejutkan. Lubang, maksudnya pintu masuk, terletak di tengah-tengah tempat itu dan dibawahnya telah disiapkan hamparan semak berduri untuk membunuh ataupun melukai siapapun yang masuk.


Di sekitar Eden saat ini memanglah lapang, namun begitu kau berjalan 20 langkah dari tempat Eden duduk sekarang maka kau akan menyadari bahwa ternyata Eden sedang dikerumuni dengan pepohonan. Tumbuhan semak berduri memang kecil dan pendek, tetapi sangat tajam dan tidak pernah tumbuh dalam jumlah yang kecil. Pergelangan tangan kanan Eden patah dan seluruh tubuhnya berlubang karena tertusuk oleh semak berduri, untuk saja lubangnya tidak dalam.

__ADS_1


'Sepertinya aku adalah orang pertama yang terkena semak ini, bagus. Itu artinya Ryzen, O, dan Zenos baik-baik saja bukan?'Batin Eden.


Eden memutuskan untuk mencari teman-temannya daripada hanya berdiam diri di tempat itu saja, Eden akhirnya sadar bahwa ia sebenarnya sedang dikerumuni dengan pepohonan yang mengeluarkan beberapa berkas cahaya berwarna kebiruan serta kunang-kunang kecil yang bersinar bagaikan bintang.


Tidak ingin bertindak gegabah, ia memutuskan untuk tidak masuk kedalam hutan yang seperti labirin itu. Eden berjalan perlahan-lahan memutari tempat itu dan lagi-lagi tersentak kaget karena menemukan sesuatu yang sangat aneh.


'Hmm, apa ini?'Eden melangkah mendekati sebuah benda yang tertempel pada salah satu batang pohon raksasa yang baru saja ia temui, karena merasa penasaran Eden pun menyentuhnya kemudian beberapa pohon yang berada di sana melingkarkan tubuhnya dan membentuk sebuah jalan.



GRUDUKKK, GRUDUKKK!!


"Po-pohon-pohon ini! apa yang sedang terjadi?"Ucap Eden tak percaya.


'What!? suara apa itu?'Batin Eden ketakutan.


"Lalalalalala~ hmm, hmm, hmm~"


Eden semakin merinding begitu kembali mendengar suara senandung yang merdu itu.


"Ibu, terimakasih~ kau bagaikan bulan~ dingin, bersinar, aroma yang kurindukan~ kurakit bunga ini untukmu, ohh ibuku....Emas dan berlian, aku hanya menginginkan dirimu~"


Pupil mata Eden mengecil dan ia tidak lagi merasa ketakutan, ia mengertakan giginya dan berlari masuk ke jalan yang telah dibuat oleh pepohonan tadi.

__ADS_1


"Peluklah aku lebih erat ibu~ aku hanya menginginkan dirimu, emas dan berlian~ tahta dan keagungan...."


"Haahh, haahh, haahh, haahh, lagu ini!"Eden berlari sampai nafasnya terengah-engah, luka lubang di tubuhnya terus mengeluarkan darah karena pergerakan Eden yang terlalu berlebihan.


Eden tidak terlalu memperhatikan langkahnya saat itu, ia tidak sengaja terjatuh karena tersandung oleh akar pepohonan. Secara tidak sengaja, ia menimpa pergelangan tangan kanannya yang sedang patah dan teriakan kesakitan pun langsung terdengar.


"Aaaaakkkhhhhh!!"


'Eden!?'Batin Zenos yang berada jauh dari Eden.


"Jangan pergi~ jangan meninggalkanku, maafkan aku~ ohh ibu, jangan pergi~"


"Khekkkhh!"Eden bangkit berdiri dengan segenap tenaganya dan entah kenapa tubuhnya tiba-tiba terasa sangat ringan, setetes air mata jatuh dari wajahnya dan ia mengertakan giginya kemudian membatin.'Ini adalah laguku, lagu yang kubuat untuk ibu! ibu apakah kau disana?'


Perlahan-lahan Eden melihat sebuah gua yang mengeluarkan cahaya putih terang seperti matahari, tanpa pikir panjang ia pun segera masuk kesana dan melihat sesuatu yang membuat siapapun pasti akan terkejut.


"A-apa! siapa kau?"Tanya Eden.


"Halo, kakak~ maukah kau menerima bunga ini?"Tanyanya pelan.



To be continued_»

__ADS_1


__ADS_2