EDEN; The Half Elf

EDEN; The Half Elf
Chapter 28_Look For The Meaning Of The Instructions


__ADS_3

Hoffen memperlambat langkahnya begitu melihat sebuah pintu besar berwarna kecoklatan, ia tersenyum tipis kemudian mendorong pintu itu sambil berkata."Halo semuanya, apakah kalian sudah siap?! hahaha, bagaimana menurut kalian? rencanaku sangat luar biasa bukan?"


DEGGGGG!!


Hoffen melompat mundur ke belakang dengan mata yang terbelalak ketika mendapati keempat temannya telah terbaring tak berdaya diatas meja, ia segera melangkah menuju ke arah Zamard dan menarik kerah bajunya lalu menanyakan apa yang telah terjadi.


"Zamard! hei, apa yang telah terjadi padamu?"


"Hoffen, a-apakah kita benar-benar harus membuat 13.000 mata pengawas untuk mengawasi anak-anak itu?"Ucap Zamard lemas.


"Ha!? 13.000? untuk apa? kita tidak memerlukan mata pengawas sebanyak itu."


"EHH!?"


Seketika Ezekiel, Huknalurk, dan Angrence mengangkat kepalanya dan membuat Hoffen terkejut, ia secara tidak sengaja melepaskan Zamard sehingga pria itu jatuh terduduk di lantai.


"Ehh, tapi....Tapi! menurut perhitunganku, kita membutuhkan sekitar 13.000 mata pengawas untuk bisa mengawasi mereka semua secara permanen. Mengapa ka-"Ucap Ezekiel.


"Permanen, apanya yang permanen? cukup kirimkan 2 mata pengawas disetiap tim dan suruh mereka untuk terus berada di dekat tim itu, ada yang mudah mengapa kau harus mencari yang susah?"Balas Hoffen.


"Ehh!?"


********


"Semuanya, mari kita beristirahat disini dan memikirkan tentang beberapa petunjuk yang diberikan oleh kelima peri suci tadi."Ucap Eden.


"Baik!"Sahut semuanya serempak.


'Bocah ini, dia memang benar-benar cocok untuk menjadi seorang kapten. Jika Eden sedang serius maka ia akan benar-benar berubah 180 derajat daripada yang biasanya, bahkan kakak Ray saja sampai ketakutan.'Batin putri Leony.


Mereka bertujuh duduk bersama dan membentuk sebuah lingkaran, Eden menyuruh Ryzen dan Refana untuk berkeliling di sekitar tempat itu dulu, mencegah kalau-kalau ada yang sedang menguping.

__ADS_1


Selesai melaksanakan perintah dari kapten timnya, Ryzen dan Refana segera kembali dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Melihat hal itu Eden kemudian tersenyum, dan segera memulai pembicaraan.


"Petunjuk pertama dari Pink, [bunga, kelopak besar, dan merah muda] kira-kira, apakah yang ia maksud adalah......"


"Pink pasti tidur diantara kelopak-kelopak bunga yang memiliki warna merah muda, aku sudah tahu mengenai hal ini. Tidak perlu membahasnya."Ucap Eden sambil menghela nafas panjang.



"Ohh, kalau begitu kita akan membahas petunjuk dari peri Green saja. Menurutku, petunjuk darinya adalah yang paling sulit."Usul Zenos.


"Hmm, baiklah. Apa petunjuk darinya tadi?"


"[Liar, menyenangkan, bersemangat] sial, petunjuk macam apa ini?"Umpat Oicler.


"Hahahaha, santai saja.waktu kita masih sangat banyak untuk memecahkan semua teka-teki ini, lagipula kita memiliki Leony yang sangat pintar disisi kita."Refana menepuk-nepuk pundak Oicler dan segera mengalihkan pandangannya ke arah Leony.


"Tunggu sebentar, aku sedang berpikir disini."Ucap Leony sambil membalikkan badannya.


"Baiklah, akan kuusahakan."


"A-anu, kapten....."Panggil Rin pelan.


"Ehh, ada apa Rin?"Eden mengalihkan pandangannya ke Rin dan gadis itu menundukkan kepalanya malu, ia berbicara dengan pelan sambil menggenggam erat belakang pakaian Ryzen.


"A-aku....Sebenarnya, aku memiliki be-beberapa solusi."


"Ohh, benarkah? solusi macam apa itu?"Tanya Oicler.


"Mari kita dengarkan."Lanjut Eden.


"Tidak apa-apa, bicaralah."Bisik Ryzen pelan.

__ADS_1


"I-itu, bagaimana kalau kita memancing mereka keluar saja?"


"Memancing!?"Ucap Oicler.


"Memancing?"Tanya Refana lagi.


"I-iya...."


"Tidak bisa!"Ucap Eden.


Mata semua orang segera tertuju ke arah Eden yang ada di samping mereka, Eden tampak seperti sedang berpikir keras. Ia berhasil mengingat saat-saat ketika dirinya dan Pink bermain dulu.


"Ketika para peri bersembunyi mereka tidak berada di dalam kondisi yang sadarkan diri, melainkan mereka tertidur. Percayalah kepadaku, aku pernah memainkan permainan ini sebelumnya."Ucap Eden sambil menghela nafas panjang.


"Kalau begitu, apa yang harus kita lakukan Eden?"Tanya Zenos.


"Untuk saat ini kita harus fokus dan menemukan jawaban-jawaban dari petunjuk yang kita dapat, kunci menuju ke kemenangan berasal dari pemikiran kita sendiri."Eden menuju ke arah tasnya dan mengambil sesuatu dari dalam sana, dua buah belati kecil yang tajam ia ambil dan ia selipkan di pergelangan kakinya.


"Berhati-hatilah terhadap makhluk maupun tumbuhan sihir yang berada di sekitar sini, daging kita mengandung banyak serat, aku yakin para makhluk-makhluk menjijikkan itu pasti sangat menyukainya."Eden mengambil sebuah belati lagi dari dalam tasnya, kali ini belati itu ia selipkan di pergelangan tangan kirinya.


"Ayo kita pergi, kita harus masuk lebih dalam lagi dan mencoba untuk menguping pembicaraan beberapa tim lain."Eden dan anggota-anggota timnya pergi meninggalkan tempat itu dan menuju ke arah tenggara, terlihat ada beberapa tim lawan yang mengikuti tim mereka dari belakang. Eden menyadari akan hal itu, namun putri Leony dan yang lainnya sepertinya tidak.


'Hahaha, ini akan menjadi sangat menyenangkan. Aku sudah tidak sabar!'Eden tersenyum sinis dan kali ini matanya mengeluarkan sebuah kilatan cahaya lagi, entah kenapa tetapi setiap Eden merasa marah maupun bersemangat maka matanya pasti akan mengeluarkan sebuah cahaya berwarna merah terang. Sejauh ini belum ada satupun orang yang menyadari akan hal itu, bahkan Eden sendiri saja tidak tahu.


Bahwa perlahan-lahan dirinya mulai menunjukkan karakter alami seorang IBLIS.


"Uhukk, uhukkk, uhukkk! uhukkk, uhukk!!"Di sisi lain, baginda raja tampak sedang terbaring lemas di atas kasurnya, ia benar-benar tampak menderita karena separuh tubuhnya telah dipenuhi dengan akar berwarna keunguan. Bukan, itu bukanlah akar melainkan urat-urat di dalam tubuhnya.


"Eden...."Gumam sang baginda raja dengan suara yang agak serak.


To be continued_»

__ADS_1


__ADS_2