
Rencananya adalah, Mile, Nana, Zack, dan Selly harus memancing Eltyra menuju ke formasi yang telah disiapkan oleh Walrack. Formasi itu akan menahan Eltyra untuk sementara waktu sehingga Eden memiliki sebuah kesempatan untuk menembakkan Elegish, menembakkannya tepat ke inti kalung yang berada di leher Eltyra.
Walrack percaya bahwa inti kalung yang terus mengeluarkan sinar itu memiliki hubungan dengan Eltyra yang tiba-tiba mengamuk, Walrack baru saja menyelesaikan sentuhan terakhir pada papan formasinya dan tak lama kemudian terdengarlah suara teriakan Zack yang diiringi dengan dentuman langkah kaki Eltyra.
"Kapten!"
"Yoshh, semuanya bersiaplah ke posisi masing-masing."
"Baik!"
'Sudah dimulai!?'Batin Eden sambil memantau dari atas pohon, tempat dimana ia akan membidik.
Setelah mendengar aba-aba dari Walrack, keempat elf ini melepaskan genggamannya dari tali yang telah mereka tarik daritadi, kemudian berpencar ke empat arah yang berbeda. Eltyra mengerang keras dan berlari ke arah Walrack yang berada di hadapannya, dan Eden sedang sibuk mencari sudut yang tepat untuk menembakkan Elegish.
'belum, belum, masih belum.....'Walrack berkeringat dingin dan terus mengambil langkah mundur, menunggu Eltyra masuk ke dalam formasi yang telah ia gambar. Hampir sampai, hampir sampai.....
"Semuanya, sekarang!"Teriak Walrack begitu Eltyra menginjak tepian papan formasi.
"Graterthayk nava'sea yhilips!"
Formasi mengeluarkan cahaya terang begitu mantra diucapkan oleh mereka berlima, Eltyra menoleh kesana-kemari karena kebingungan dengan apa yang sedang terjadi. Sebuah rantai emas besar perlahan-lahan mulai muncul dari tempat Walrack, Mile, Nana, Zack, dan Selly berpijak. Lima buah rantai itu melesat dengan cepat dan membelit tubuh Eltyra sampai ia tidak bisa bergerak, Eden menyaksikan peristiwa mengagumkan dimana lima orang elf berkerjasama dan membentuk sebuah formasi sihir. Ia berharap jika ia dapat melakukan hal seperti itu juga kelak, melihat semuanya sudah berjalan sesuai rencana, Eden melompat keluar dari pepohonan sambil memanggil Elegish.
"Elegish, xeenytruxop'gai!" Eden menggenggam Elegish dengan erat dan mulai berkonsentrasi sambil mengambil ancang-ancang untuk menembak.
BOOOOOMMMM!!
"Sial"Umpat Eden.
Eden berlarian kesana-kemari menghindari hujan bebatuan yang turun secara tiba-tiba dan hampir mengenai dirinya, rantai yang mengekang pergelangan kaki kanan Eltyra telah terlepas sehingga hal seperti ini bisa terjadi. Tidak, bukan terlepas melainkan menghilang. Tak jauh dari sana Eden melihat Selly sedang terbaring di tanah dalam kondisi tidak sadarkan diri, baru saja Eden hendak pergi untuk menyelamatkannya namun tiba-tiba ia mendengar teriakkan dari Walrack.
"Eden, cepatlah......Celahnya sudah terlihat!"
Eden menoleh kearah celah yang Walrack maksud, memang ada namun ia tidak dapat menembakkan Elegish dari posisinya yang sekarang. Eden kembali menoleh kearah Selly dan memilih untuk menyelamatkannya terlebih dahulu, alangkah terkejutnya ia ketika melihat sebuah batu yang berukuran raksasa sedang menuju ke arah Selly.
"Bahaya!"Eden mengambil posisi menembak dan membidik batu besar itu. Perlahan-lahan sebuah anak panah berwarna keperakan muncul kemudian Eden membisikkan sesuatu sebelumnya melepaskannya.
__ADS_1
"Void Arrows."
SYUUHHHH!!
BOOOOOMMMM!!
"Apa-apaan itu!?"Ucap Nana kesal begitu sebuah cahaya menyilaukan mengenai dirinya.
Batu yang telah terkena panah Eden meledak dan menjadi butiran debu begitu saja, elf remaja itu segera pergi begitu melihat Selly sudah tidak terancam bahaya lagi. Eden berlari secepat yang ia bisa menuju ke arah timur laut, setelah diperhitungkan ternyata di sudut itu Eden dapat menembakkan Elegish sesuka hatinya. Ia merasa bodoh karena tidak menyadari hal ini dari awal, kini semuanya telah terlambat.
GRRROOOAAAAARRRR!!
Sapuan angin dahsyat terbentuk begitu Eltyra mengaum dan kedua tanduknya tiba-tiba dialiri listrik berwarna kehitaman, Eden berlarian, melompat kesana-kemari demi menghindari benda-benda yang terbang kearahnya. Lalu tak lama kemudian ia ikut tersapu dan berada di ketinggian 829,8 meter.
'Semuanya!'Eden melihat keempat elf yang berada di bawahnya sedang dalam keadaan yang terancam bahaya, sudah cukup dengan bebatuan maupun benda-benda yang menghantam tubuh mereka. Rantai yang mengekang pergelangan kaki kiri Eltyra perlahan-lahan mulai menghilang menandakan bahwa Nana juga telah pingsan dan kehabisan tenaga, dan hal yang paling mengerikan bukanlah itu melainkan sebuah bola listrik berukuran sedang yang berada di antara tanduk Eltyra sudah siap untuk ditembakkan.
Dalam posisi yang tidak seimbang Eden membidik sesuatu dibawahnya dan sebuah anak panah berwarna merah yang dipenuhi dengan ukiran-ukiran berwarna biru muncul, siap untuk ditembakkan.
"Five Protective Arrows!"Anak panah dilepaskan, kemudian langsung terpecah menjadi lima bagian dan menuju ke lima tempat yang berbeda. Masing-masing menuju ke depan Walrack, Mile, Selly, Zack, dan Nana. Begitu menyentuh permukaan tanah, anak panah itu berubah menjadi warna merah muda dan membuat semacam tembok transparan.
"Kau yang memaksaku untuk melakukan ini, bersiap-siaplah untuk mati!!"Teriak Eden sambil melesat turun kebawah dan membidik bola petir Eltyra.
"TIME DESTROYING ARROW!"Teriak Eden sambil melepaskan sebuah anak panah berwarna biru terang, tajam dan dipenuhi dengan aura pembunuh.
DUUUAAARRRRRRR!!
"Aaaakkhhhh!"Teriak Walrack begitu dirinya terhempas oleh badai angin yang disebabkan oleh benturan anak panah Eden dan serangan Eltyra.
'Gawat, bagaimana keadaan semua orang sekarang!?'Batin Mile.
Berselang beberapa menit badai angin akhirnya berhenti, Walrack dan Zack sebagai satu-satunya orang yang telah bertemu satu sama lain memutuskan untuk mencari Mile, Nana, Eden, dan Selly bersama-sama.
"Aku tidak menduga jika kekuatan Eltyra sebesar ini......"Walrack mengedarkan pandangannya ke segala arah, keadaan di tempat itu benar-benar kacau.
"Mengapa istana tidak mengirimkan siapapun kesini, apakah ledakan tadi masih kurang nyaring?"Zack cemas dengan keadaan teman-temannya, lalu ia tidak sengaja melihat sesuatu dan segera memanggil Walrack.
__ADS_1
"Kapten, lihat!"
"Hmm?"
Dari kejauhan terlihatlah Mile sedang berjalan dengan nafas yang terengah-engah sambil mempapah Nana dan juga Selly, Zack segera berlari menuju ke arah mereka sedangkan Walrack hanya diam mematung sambil memikirkan Eden.
"Mile, kalian tidak apa-apa?"
"A-aku baik-baik saja, tolong bantu aku menurunkan mereka, Zack."Jawab Mile.
"Mile, dimana Eden?"Walrack membantu Zack dan segera menyembuhkan Nana dan Selly dengan sihir penyembuh, Mile menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menunduk dan raut wajah kesedihan terlihat dengan jelas diwajahnya.
"Jangan sedih, aku yakin Eden baik-baik saja. Mari kita pergi untuk mencarinya."Ajak Walrack sambil tersenyum masam, sebenarnya ia juga merasa ragu apakah Eden masih hidup atau tidak. Bagaimanapun juga, ledakan tadi terlalu dahsyat dan mungkin saja mereka juga tidak akan selamat jika bukan karena tembok pelindung dari Eden.
Zack dan Mile menganggukkan kepalanya serempak dan mereka kembali bergerak untuk mencari Eden, Menggunakan sihir Walrack membuat tubuh Nana serta Selly melayang dan mengikutinya.
"Kapten, lihat! apakah itu Eden?"
"Ehh!?"
Setelah berjalan beberapa meter akhirnya tim FONT menemukan Eden, begitu mendengar sebuah suara Eden segera memiringkan kepalanya ke samping sambil tersenyum hangat.
"Ohh, senior?"
DEGGGGG!!
"E-eden!?"
Eden menghilangkan Eligish yang sedang ia genggam dan menjilati darah yang berada di pergelangan tangannya, Ia tampak mengerikan dengan matanya yang berwarna merah terang seperti iblis dan sebuah tanduk dibelakang kedua telinganya.
"Yang tadi itu menyenangkan sekali, kapan-kapan ayo kita bermain lagi."Eden tersenyum girang kemudian tumbang dan kehilangan kesadarannya.
BRUKKK!!
"A-apa, yang tadi itu!? IBLIS!!"
__ADS_1
To be continued_»