
"Kakak! kak Ray! ada masalah besar yang sedang terjadi di istana, ini mengenai ayahanda!"Lysa berlari tergesa-gesa menuju ke arah kamar tempat Ray berada, masih ingat kan dengan mereka? kedelapan saudara-saudari tiri Eden yang selalu berniat buruk, pagi ini Lysa mendapatkan sebuah kabar dari ibunya yang berada di istana. Kemudian tanpa berbasa-basi lagi dia segera menghampiri Ray.
Begitu Lysa membuka pintu kamar yang berada di hadapannya, ia melihat Ray sedang asyik berciuman dengan seorang gadis. Menyadari seseorang sedang berada di muka pintu kamarnya, Ray menghentikan tindakannya dan menoleh ke arah Lyra dengan tatapan yang tajam.
"Ada apa?"Tanya Ray ketus.
"Hmm, a-aku mendapatkan sebuah kabar buruk dari ibu. Ini mengenai ayahanda."Lysa memalingkan wajahnya, Ray terdiam sejenak dan akhirnya menyuruh gadis yang berada di sampingnya untuk keluar dari ruangan terlebih dahulu. Bunga akademi, Vitania Yeenzura adalah kekasih Ray yang berasal dari keluarga kaya dan terkemuka. Pintar dan cantik, hebat dan sangat licik. Ia benar-benar seorang wanita beracun tipe idaman Ray, Vitania mengangguk pelan dan melangkah keluar ruangan dengan langkah yang pelan.
Lysa dan dirinya sempat melirik ke arah satu sama lain dengan ekspresi yang datar sebelum Vitania keluar dari ruangan, seperti sedang bermusuhan.
"Baik, katakanlah padaku mengenai hal buruk yang kau maksudkan itu."
"Kakak, ibu berkata bahwa telah terjadi sesuatu yang besar sesaat setelah kita berangkat ke akademi kemarin. Ayahanda telah mengurung dirinya sendiri, dan tidak mengijinkan siapapun datang untuk melihatnya selain paman Hell dan ahli sihir kerajaan."Ucap Lysa sambil melangkah mendekat ke arah Ray dan memberikan sebuah surat.
"Mengapa memakai surat?"Tanya Ray sambil membaca isi surat yang berada di genggaman tangannya.
"Aku juga tidak tahu."
Ray membaca seluruh isi surat itu, setelah puas ia kemudian menggulung kertasnya dan melemparkannya ke lantai. Ia menatap ke arah luar jendela besar yang berada di sampingnya dan tiba-tiba tersenyum sinis.
"Kita berangkat terlebih dahulu bukan? sedangkan Eden, bagaimana dengan dia?"Tanya Ray.
"Ehh, Eden!? aku dengar dia dijemput oleh beberapa kakak senior akademi dan baru saja tiba disini semalam, ada apa kak Ray?"
"Hmm, tidak, tidak, bukan apa-apa. Sekarang dia sedang berada dimana?"
Lysa memainkan dagunya dan berpikir keras sebelum akhirnya menjawab pertanyaan dari Ray."Kurasa dia masih berada di tempat itu, kita semua awalnya tinggal disana sebelum masuk ke dalam akademi bukan? kudengar, akan ada sebuah ujian yang diadakan untuk mengetes kemampuan anak-anak baru kelas satu. Kakak, apa yang akan kita lakukan selanjutnya?"
"Ujian? ujian apa? apakah sebelumnya kita pernah mengalami hal seperti itu juga?"Tanya Ray.
__ADS_1
"Tidak, kudengar ini adalah kebijakan baru yang dibuat oleh wakil kepala sekolah akademi. Aku sudah cukup terkejut dengan apa yang telah terjadi kepada Eden saat hari pengujian di pohon suci Digrasirs, kali ini akan ada apa lagi?"
Ray terlihat seperti sedang berpikir keras, ia memainkan dagunya dan mengingat-ingat saat ketika dirinya mendapatkan kabar bahwa Eden berhasil melalui test dari pohon suci Digrasirs seorang diri, padahal waktu itu mereka harus melakukannya berdelapan tetapi Eden hanya perlu melakukannya sendirian. Ray merasa terhina.
"Panggil seluruh saudara-saudari kita, kita perlu membahas mengenai hal ini dan melakukan sesuatu."Ucap Ray santai sambil tersenyum hangat.
"Baiklah, kakak."Lysa pun melangkah keluar ruangan dan menjalankan perintah yang Ray berikan untuknya.
'Edennnn! aku sangat membencimu, benar-benar membencimu! aku pasti akan membunuhmu dan mendapatkan tahta kerajaan, pasti!'Batin Ray sambil mengeratkan kepalan tangannya dan mengertakan giginya.
********
"Hachiuuu!"Eden bersin dengan pelan dan segera mengelap hidungnya yang terasa gatal.'Haduh, kakak-kakakku pasti sedang merencanakan sesuatu dibelakangku lagi. Menjengkelkan!'Batin Eden.
"Eden, apakah kau baik-baik saja?"Tanya putri Leony cemas.
"Hmm, hei! apakah kau sudah bertemu dengan teman sekamarmu? di mana dia?"Tanya Putri Leony berusaha untuk mengalihkan topik pembicaraan.
"Ehh!"Eden menghentikan langkahnya.
"Hmm, Eden, ada apa?"
'Sial, aku melupakan tentang dirinya! pantas saja aku merasa seperti telah melupakan sesuatu yang penting, aku meninggalkan orang itu di ruang perkumpulan sendirian!'Eden membalikkan badannya dan hendak kembali ke ruang perkumpulan, ia dan putri Leony sebenarnya telah keluar dari sana daritadi. Mereka berdua sedang berada di lorong-lorong yang tidak mereka ketahui tempatnya untuk berjalan-jalan.
'Ehh, tapi? bukannya kami juga akan bertemu lagi nanti malam di kamar? apa aku biarkan saja?'Batin Eden sambil menghentikan langkahnya.
"Eden, ada apa? apakah kau ingin pergi ke suatu tempat?"Tanya Putri Leony, Eden pun membalikkan badannya dan mengelus-elus belakang kepalanya.
"Ahh, tidak jadi. Ayo kita lanjut berjalan saja."Ucap Eden sambil melangkah menjauh, dan putri Leony pun menyusulnya.
__ADS_1
"Sebenarnya kita ini sedang berada di mana ya?"Eden melihat ke segala arah dan menarik nafas panjang sambil duduk di sebuah anak tangga yang berada di hadapannya.
Putri Leony duduk di samping Eden dan memandangi beberapa pohon serta benda-benda lainnya disana, ia benar-benar merasa sangat nyaman."Aku juga tidak tahu, tetapi sepertinya kita tidak sedang berada di akademi. Sebelum kau tiba di ruang perkumpulan tadi, guru Halmark mengatakan jika kita harus tinggal disini untuk tiga hari kedepan setelah itu barulah kita masuk ke dalam akademi. Mungkin setelah ujian, kita akan langsung pergi dari sini."
"Ohh, kakak menurutmu ujian seperti apa yang akan kita lakukan besok?"Tanya Eden.
"Entahlah, tapi kurasa ujian itu akan cukup berbahaya. Eden."Panggil putri Leony.
"Hmm?"Eden lalu menoleh ke arah putri Leony.
"Besok aku akan selalu bersamamu, aku akan melindungimu. Apakah kau tahu? ketika aku melihatmu tiba-tiba tumbang kemarin, aku merasa sangat takut. Takut jika aku tidak bisa melihatmu lagi, takut jika kau pergi meninggalkanku selamanya."Tubuh putri Leony tiba-tiba bergemetar hebat dan dia memeluk dirinya sendiri."Menakutkan, rasanya sangat menakutkan sekali dan aku tidak menyukai hal itu. Aku tidak mau hal seperti itu terjadi lagi!"Putri Leony tiba-tiba berdiri dan berteriak, terkesan seperti sedang membentak Eden.
"Aku, aku minta maaf. Ini semua karena aku terlalu lemah. Rasanya kehadiran diriku hanya akan menyusahkan orang-orang saja, aku terlalu bodoh da-"
"Bukan!!"Teriak putri Leony.
Eden tersentak dan dia bangkit berdiri sambil menundukkan kepalanya.
"Maafkan aku, kakak. Sebenarnya.....!"
"Ini bukan kesalahanmu, ini gara-gara kesalahanku, seharusnya test itu kita jalani berdua tetapi kau malah menjalaninya seorang diri dan menanggung rasa sakitku!"Teriak putri Leony sambil menangis.
"Sudahlah, yang berlalu lebih baik dilupakan saja. Hahaha, kukira kakak akan mengatakan hal macam apa, ternyata hanya ini."Ucap Eden sambil mengelus-elus belakang kepalanya.
Putri Leony tersenyum sejenak dan kemudian memeluk Eden, Eden juga tersenyum tipis dan membalas pelukan putri Leony agar dia bisa merasa tenang.
'Rasanya hangat, aku menyayangimu Eden. Terimakasih.'Batin putri Leony sambil mengeratkan pelukannya.
To be continued_»
__ADS_1