EDEN; The Half Elf

EDEN; The Half Elf
Chapter 31_Isn't This Too Much?


__ADS_3

"Sial, sial, sial! kemana 7 anak sialan itu pergi?! aku sudah lelah mencari mereka!"Teriak Hoffen keras.


"Bersabarlah bodoh, masih ada satu tim lainnya yang sedang hilang saat ini. Aduhh, aku kelelahan~"Ucap Ezekiel.


"Keparat, kemana dua tim payah itu pergi? kalian, apakah tidak menemukan sesuatu?"Tanya Hoffen kepada Angrence, Zamard, dan Huknalurk.


"Disini tidak~"


"Ha!? menemukan apa?"Tanya Zamard.


"Hmph!"


'Sial! tim EDEN!' Batin Hoffen.


********


"Kapten, lihat! itu adalah tanaman sihir berbentuk jamur yang pangeran Eden maksud bukan?"


"Hmm, sepertinya benar."


SIXE adalah nama tim yang telah membuntuti Eden dari sejak ujian dimulai, dengan anggota-anggotanya yang bodoh mereka semua telah berhasil ditipu untuk menuju ke jamur raksasa berwarna merah terang di arah selatan. Mereka tidak mengetahui apapun dan menganggap jamur itu hanyalah tumbuhan sihir biasa saja, tidak berbahaya. Padahal....


SYUUUTTTT!!?


'Bahaya!'Kapten tim SIXE cepat-cepat menundukkan kepalanya, sebuah belati tajam berwarna keperakan lewat beberapa inci saja diatas kepalanya.


JLEBBBB!!


Belati itupun tertancap di jamur raksasa yang berada dihadapan mereka dan kapten tim SIXE segera menoleh ke belakang untuk melihat siapa pemilik dari belati ini, matanya lalu tiba-tiba tersentak.


"Hahaha, maafkan aku~ maafkan aku~ aku tidak sengaja, benar-benar minta maaf."Ucap Eden sambil melangkah keluar dari semak-semak.


kapten tim SIXE mengertakan giginya, keempat anggota lainnya segera membalikkan badannya dan bertatapan dengan Eden. Sebuah suara tiba-tiba terdengar di telinga mereka berenam, Eden tersenyum tipis sedangkan kelima orang lainnya menoleh kesana kemari untuk mencari asal suara itu.


"Hei, teman-teman. Apakah kalian sudah menemukan peri Red disini?"Tanya Zenos santai, sambil bersandar di atas sebuah dahan pohon besar.

__ADS_1


"Menyerahlah."Ucap putri Leony yang muncul secara tiba-tiba.


"Hahahaha, tidak kusangka jika mereka benar-benar sangatlah bodoh. Seperti keledai, hahahahahaha."Tawa Refana.


'Apa!? kami telah dikepung!'Batin semua anggota tim SIXE begitu melihat anggota-anggota tim EDEN mulai muncul di segala tempat, mengelilingi mereka.


"Hei, kekerasan itu dilarang dalam ujian ini. Apa yang ingin kalian lakukan?"


"Benar, benar, apakah kalian ingin membunuh kami berlima?"


"Kalian hampir saja membunuh kapten tadi!"


"Sial, sebenarnya apa yang kalian inginkan."Tanya seluruh anggota tim SIXE.


"Hahahaha, kata siapa kami akan menggunakan kekerasan? jangan asal menuduh orang, ya~"Ucap Zenos sambil tersenyum sinis.


"Haha, bukankah aku sudah meminta maaf kepada kapten tim kalian. Aku kemari hanya karena ingin bertanya...."Ucap Eden.


"Bertanya apa!?"


"Ehh, ma-mana aku tahu...."Ucap kapten tim SIXE pelan.


"Heh! kalau begitu aku akan memberitahumu."Gumam Eden."Rin!"Lanjutnya


"Di-disini."Rin berlari keluar dari balik pohon dan berlari kesamping Eden sambil mengarahkan tongkat sihirnya ke tim SIXE.


"Arazhanrahaa aza'sile!" Rin mengucapkan mantra dan tongkat yang sebelumnya ia arahkan ke tim SIXE ia pukulkan ke tanah dan terjadilah sesuatu kepada lima elf dihadapannya.


"Ahhh! aku tidak bisa bergerak."


"Kapten, tolong aku!"


"Curang, mereka curang! tidak boleh menggunakan kekerasan pada ujian ini."


"Bedebah!"Teriak kapten tim SIXE.

__ADS_1


Eden tersenyum sinis menanggapi perkataan orang-orang di hadapannya, kemudian."O!"Teriak Eden.


"Serahkan kepadaku."Oicler melompat ke atas permukaan kepala jamur dan menarik katananya, ia menghela nafas panjang dan memotong-motong jamur itu sambil berteriak."Zenos!"


"Hahaha, ini hanyalah permainan. Kenapa kalian terus berteriak?"Tawa Zenos."Kayaaopiwess vi'ma!" Gumamnya.


Senjata sihir milik Zenos seketika muncul di kedua genggaman tangannya menyita perhatian semua orang, senjata miliknya terlihat seperti sebuah kotak bolong dan terlalu kecil untuk bisa merenggut nyawa seseorang.


Zenos membidik potongan-potongan jamur yang berada di atas kepalanya dan menekan pelatuk pistolnya sambil tersenyum.


DORRR, DORR, DORRR!!


"Uwaaaaa!?"Mata seluruh anggota tim SIXE terbelalak karena mendapati sebuah gumpalan besar yang kental seperti lem berada di atas kepala mereka, gumpalan itu kemudian mendarat di tubuh mereka dan.....


SPLASSSHHH!!


"Waaahhhh, cairan apa ini? Bau sekali!"


"Tolong aku!"


"Hahahahahaha, rasakan itu. Berani-beraninya membuntuti kami."Olok Refana.


"Ihh, benda apakah ini? bau sekali."Ucap Oicler sambil mendekat ke arah kapten tim SIXE.


"Rin, kau tidak perlu menggunakan sihirmu lagi."Ucap Eden.


"A-ahh, baiklah."


"Eden, sebenarnya cairan-cairan kental itu apa?"Tanya putri Leony.


"Lem."Jawab Eden.


"APA!?"Teriak semua anggota tim SIXE.


To be continued_»

__ADS_1


__ADS_2