
"Hei, hei, kalian semua tenanglah. Kumohon tenanglah."Eden tersenyum paksa dan hanya bisa pasrah ketika pakaiannya ditarik-tarik secara paksa, putri Leony berusaha keras untuk mendorong orang-orang yang telah mengerumuni mereka.
Dari sini kalian sudah dapat menebak apa yang sedang terjadi bukan? benar, Eden dan putri Leony saat ini sedang digerumuni oleh orang-orang yang ingin menjadi anggota tim mereka. Berbagai bujukan, rayuan, ajakan, dan ancaman terdengar di telinga Eden.
"Tolong biarkanlah aku menjadi anggota tim kalian, putri Leony, pangeran Eden!"
"Kumohon, bergabunglah dengan tim ku pangeran Eden! kau pasti tidak akan menyesal!"
"Kami berdua sangatlah kuat dan gesit, bolehkah kami masuk kedalam tim kalian?"
"Pangeran Eden, putri Leony!"
"Putri Leony, bergabunglah dengan tim kami!"
Sangat banyak orang yang berbicara dan berteriak didekat mereka berdua, telinga Eden dan putri Leony terasa sangat sakit karena mereka.
"Lepaskan aku! menyingkir!"Bentak putri Leony ketika seorang pria menarik pergelangan tangannya dengan paksa.
'Haruskah aku mengeluarkan Elegish untuk menakuti mereka?'Batin Eden sambil melangkah mundur.
"Leony, Leony!"
"Ehh!?"Putri Leony mendengar namanya sedang diteriaki oleh seseorang, ia menoleh ke arah datangnya suara namun hanya melihat pergelangan tangan seseorang disana.
Putri Leony mengerutkan dahinya, lalu tak lama kemudian ia pun tersenyum gembira dan ikut berteriak."Refana!"
Setelah berteriak, putri Leony pun menarik pergelangan tangan Eden dan menyeretnya."Eden, ikut aku."
"Ehh, kemana!?"Eden dan putri Leony mencoba untuk menerobos gerombolan orang yang telah mengerumuni mereka namun gagal, karena tidak memiliki cara lain yang tersisa putri Leony pun akhirnya berteriak dan mengatakan bahwa ia telah memiliki tim padahal tidak."Kami telah memiliki tim! harap minggir, harap minggir! kalian menghalangi kami!"
'Hmm, kita sudah memiliki tim?'Batin Eden kebingungan.
"Itu benar, mereka berdua adalah anggota timku dan kami tidak akan menerima orang lagi."Seorang gadis yang memiliki rambut berwarna kuning seperti Eden, membelah gerombolan orang-orang dan menarik tangan putri Leony ketempat lain. Eden otomatis ikut tertarik namun ia tidak melawan sama sekali karena menyadari bahwa putri Leony juga membiarkannya melakukan hal itu.
__ADS_1
Orang-orang yang melihat kepergian mereka berdua hanya bisa mengertakan giginya, mengumpat, ataupun mencoba untuk membentuk tim dengan orang lain. Mereka merasa kecewa, dan pada akhirnya tidak ada lagi yang mengikuti Eden maupun putri Leony.
"Leony, kau membuatku ketakutan saja. Kupikir kau akan bergabung dengan tim lain dan melupakanku."Ucap Refana sambil melepaskan tangannya dari putri Leony.
Putri Leony melepaskan pergelangan tangan Eden, ia lalu melangkah mendekati Refana yang sedang cemberut sambil melipat kedua tangannya.
"Ahh, sudahlah~ apa yang kau takutkan?Refana~"Ucap putri Leony sambil menepuk kedua pundak Refana dari belakang.
"Kakak, dia siapa?"Tanya Eden sambil melangkah mendekati putri Leony, Refana segera menoleh ke belakang begitu mendengar suara Eden. Wajahnya memerah dan ia tiba-tiba melompat-lompat sambil berteriak.
"Waaahhh! akhirnya aku bisa bertemu dengan pangeran Eden, senang sekali~"
'Hah, ada apa dengan gadis ini?'Batin Eden.
'Ehh, aku harus terlihat keren. Harus terlihat profesional dihadapan pangeran!'Refana membalikkan badannya dan tiba-tiba terdiam, begitu ia sudah merasa lumayan tenang, Refana pun membalikkan badannya kembali.
"Ehemm, maafkanlah tingkahku yang konyol ini pangeran Eden. Namaku adalah Refana, dan aku adalah teman sekamar putri Leony."Ucap Refana sambil mengulurkan tangannya untuk mengajak Eden bersalaman.
'Kyaaaa! aku bersalaman dengan idolaku!'Batin Refana dengan wajah yang memerah, Eden pun menarik tangannya kembali.
"Ngomong-ngomong, mau berapa lama kalian berdiri disana?"Ucap Eden sinis sambil menatapi beberapa pohon yang berada di belakangnya.
"Ahh, tidak menyenangkan! kita sudah ketahuan teman-teman."Ucap seorang pria yang muncul dari balik pohon sebelah kanan.
"Hmph, lumayan!"Satu-persatu orang-orang yang bersembunyi dibalik pohon dibelakang Eden melangkah keluar dan menampakkan dirinya, dua orang pria dan seorang wanita.
"Ma-maafkan kami."Ucap seorang gadis elf yang memiliki rambut panjang berwarna cokelat.
'Aku tidak bisa melihat matanya!'Batin Eden sambil melirik ke arah gadis yang baru saja ia lihat.
"Leony, mereka bertiga adalah teman-temanku. Kita berempat sedang membentuk tim, kau dan Eden bergabung dengan kami ya?"Refana menarik pergelangan tangan Eden dan putri Leony, lalu menyeretnya ke hadapan orang-orang yang telah ia maksud tadi.
"Mari, mari, aku perkenalkan nama mereka. Gadis ini bernama Rin, dan kami baru saja bertemu semalam."Refana mendorong-dorong gadis yang telah Eden perhatikan daritadi, ia tampak malu-malu dan cara bicaranya juga tergagap-gagap.
__ADS_1
"Ha-halo, na-namaku adalah Rin."Ucap Rin dengan nada bicara yang semakin lama semakin mengecil.
"Halo."Ucap Eden dan putri Leony bersamaan.
Refana berlari-lari kecil menuju ke arah seorang elf pria yang menggunakan tudung kepala, ia lalu memutar badan pria itu secara paksa karena ia menghadap ke arah yang berlawanan dengan Eden dan putri Leony.
"Hehe, temanku yang satu ini bernama Ryzen. Dia adalah orang yang lumayan dingin dan pendiam, tapi dia juga sangat ba-"
Ryzen tersentak dan ia cepat-cepat menutupi mulut Refana."Salam kenal."Ucapnya.
Refana memberontak dan hendak menyingkirkan tangan Ryzen dari mulutnya, Eden dan putri Leony hanya bisa tersenyum tipis melihat kejadian itu.
"Ohh, dan yang disebelah sa-"
"Yo! namaku adalah Zenos, kau tidak perlu memperkenalkanku lagi Refa."Zenos melangkah mendekat dan merangkul leher Eden serta putri Leony, ia tersenyum puas kearah Refana dan Refana hanya bisa melipat kedua tangannya kesal.
"Ohh iya, aku ingin membicarakan sesuatu denganmu sebentar pangeran Eden. Apakah kau punya waktu?"Ucap Zenos sambil melepaskan kedua tangannya dari Eden dan putri Leony.
"Apakah itu adalah hal yang penting? aku memiliki waktu sekarang."Balas Eden.
Zenos tersenyum begitu mendengar kata-kata Eden, ia lalu menyeretnya pergi dan masuk ke dalam hutan. Meninggalkan putri Leony dan teman-temannya dalam keadaan yang dipenuhi dengan tanda tanya.
BUKKK!!
"Aduh, apa yang kau lakukan?"Tanya Eden sambil mengusap belakang kepalanya yang terasa sakit karena telah menghantam sebuah pohon, Zenos lah orang yang telah mendorongnya.
"Eden."Zenos menyandarkan kedua tangannya di samping wajah Eden dan menyudutkannya, wajahnya perlahan-lahan mulai mendekat ke Eden dan kakinya ia letakkan di antara pergelangan kaki Eden untuk menahannya.
"Hei, aku ingin bertanya sesuatu yang penting kepadamu."
"Kau bertanya maka aku akan menjawab sebisaku, kenapa kau melakukan hal seperti ini?"Bentak Eden dengan wajahnya yang memerah.
To be continued_»
__ADS_1