EDEN; The Half Elf

EDEN; The Half Elf
Chapter 18_Viothen Vrawl Academy


__ADS_3

Wajah yang tenang, keadaan yang tenteram, rasa nyaman dan kehangatan ketika sedang memejamkan mata. Tidur adalah aktivitas terbaik yang paling disukai oleh semua orang, oleh karena itu Eden tidak ingin mengembalikan kesadarannya meskipun telah ditatapi oleh sepasang mata badak yang sedang murka daritadi.


"Kalian dua **** pemalas, cepatlah bangun!"Selimut milik Eden tertarik dan ia terjatuh dari atas tempat tidurnya, tetapi meskipun begitu ia masih tetap tidak ingin bangun dan malah tersenyum tipis. Orang yang telah mencoba untuk membangunkan Eden mulai merasa kesal, dan masih ada satu orang lagi yang sedang tertidur di sana selain Eden.


Gordon Ramsay, seorang guru yang berasal dari akademi Viothen Vrawl baru pertama kali melihat orang-orang yang semalas ini. Ia pun tersenyum licik sambil memainkan dagunya, dan tak lama kemudian sesuatu pun akhirnya terjadi.


BOOOMMM!!


"Woah, apa-apaan itu!?"


"Suaranya berasal dari kamar disebelah!"


"Apa yang sedang terjadi?"


"Aduh, aduh, aduh!"Eden menyingkirkan balok-balok kayu yang menimpa tubuhnya, ternyata ranjang yang telah ia pakai sudah hancur menjadi beberapa bagian. Gordon melangkah mendekati Eden dan menepuk pundaknya, Eden menoleh ke belakang dan terkejut dengan kehadiran Gordon.



"Siapa kau!?"


BRAAAKKK!!


"Aaaahhh, siapa yang telah menganggu tidur nyenyak ku!? apakah kau ingin mati?!"Seorang elf remaja seusia Eden berteriak begitu dirinya berhasil selamat dari bongkahan kayu-kayu kasurnya, Gordon tidak berekspresi apapun dan hanya berwajah datar. Ia menarik belakang kerah baju Eden dan pria itu lalu mengatakan sesuatu.


"Setelah bangun dari tidur, saatnya...."Gordon memandang ke arah langit-langit."Untuk mandi!"Kemudian melempar Eden dan pria itu keluar sampai menembus atap.


"Aaaaaaaaaahhhhhh!! tolong aku!"Teriak pria itu sambil mengibas-ibaskan tangannya seperti burung.


Dengan posisi kepala yang berada di bawah, Eden melihat melihat sebuah kolam yang dipenuhi dengan daun teratai. Tempat ia sedang menuju sekarang.


__ADS_1


'Dia benar-benar melemparkan kami untuk mandi.'Batin Eden sebelum akhirnya mendarat di kolam itu.


BYUUUUURRRRR!!


"Seragam, seragam~"Gordon membereskan seragam akademi milik Eden dan teman sekamarnya, ketika sedang asyik bersenandung entah mengapa tiba-tiba pundaknya terasa dingin.


"Hmm, mengapa aku tiba-tiba merasa dingin ya? dingin sekali!"Ucap Gordon sambil memeluk dirinya sendiri.


********


"Akademi Viothen Vrawl adalah sebuah tempat pendidikan untuk para anak-anak berbakat seperti kalian, disini kami akan membina dan membimbing kalian sebaik mungkin hingga ka-"


"Maaf, kami terlambat!"Ucap Eden sambil membuka pintu masuk dan melangkah menuju ke altar, semua perhatian segera teralihkan ke Eden begitu ia mulai masuk ke ruang perkumpulan. Bukan karena keterlambatannya ataupun orang yang diam-diam mengikutinya dari belakang, melainkan penampilannya yang sangat anggun dan menawan dengan seragam baru akademi.


Mata para gadis-gadis membulat seketika, sedangkan para prianya hanya bisa mencibir Eden dari belakang. Dan diantara semua orang yang berada disana terlihatlah putri Leony yang sedang termenung sambil menatap Eden serta Aurora yang wajahnya sudah mulai kemerahan.


"Maafkan aku karena telah terlambat, silahkan hukum aku sesuai dengan peraturan akademi."Ucap Eden setengah berlutut sambil menundukkan kepalanya.


"Baiklah, aku mengerti."Eden melangkah menuju ke sebuah bangku kosong disisi kiri yang berada di barisan paling belakang ruangan, ia sengaja memilih tempat itu karena tidak ingin selalu diperhatikan oleh orang-orang. Sebenarnya terdapat sebuah bangku kosong ditengah-tengah ruangan itu, hanya saja, bangku itu dikerumuni oleh gadis-gadis sehingga Eden menjadi semakin malas untuk duduk di sana.


"Akademi akan mengadakan sebuah ujian untuk kalian, anak-anak baru kelas satu. Ujian ini akan menentukan bagaimana perkembangan hidup kalian di akademi nantinya, pukul delapan pagi besok semuanya harus berkumpul di lapangan. Mengerti!"Setelah membuat pengumuman mengemparkan itu, guru Halmark segera melempar bom asap ketanah dan menghilang secara tiba-tiba. Ruang perkumpulan berubah menjadi gaduh.


"Apa-apaan ini!? setelah mengatakan hal itu, guru Halmark menghilang begitu saja?"


"Aku tidak pernah mendengar tentang ujian seperti ini sebelumnya, apa yang harus kita lakukan?"


"Sial, aku harap aku bisa pulang kerumah dan hanya tidur saja."


"Menyebalkan sekali."


Hampir begitulah komentar orang-orang mengenai pengumuman akan diadakannya ujian besok, ketika semua orang sedang sibuk dengan pikirannya masing-masing seseorang mulai melangkah masuk ke ruang pertemuan. Dia adalah seorang gadis elf, dengan rambut yang berwarna hitam panjang dan sebuah tongkat berwarna putih di genggaman tangannya.

__ADS_1



"Diamlah semuanya, diam! jika kalian tidak berhenti berbicara maka aku akan menyihir kalian menjadi batang pohon!" Teriaknya keras.


'Dia tidak memakai seragam seperti kami, kakak kelas?'Batin Eden.


"Siapa dia?! kakak kelas ya?"


"Cantiknya~"


"Hahaha, dia lucu!"


"Hmm, diam! aku adalah murid kelas dua akademi, dari tim CRASH. Namaku adalah Cicilia Lyra, jangan mencari gara-gara denganku atau kalian akan menderita nantinya."Teriak Cicilia sambil mengarahkan tongkatnya ke hadapan semua orang, dan tersenyum nakal.


'Ohh, gawat! firasatku tidak enak!'Batin Eden sambil memperhatikan tongkat yang sedang Cicilia pegang.


"Hehe, pejamkan mata semuanya!"Aba-aba Cicilia.


"Apa!?"


'Sial!'Eden segera memejamkan matanya begitu mendengar aba-aba dari Cicilia, hanya dia seorang saja dan yang lainnya tidak.


SRINGGGGGGG!!!


"Hihihi~"Tongkat Cicilia mengeluarkan sebuah cahaya putih menyilaukan dan semua orang tiba-tiba tumbang dibuatnya, sihir tidur. Itulah yang sedang ia gunakan saat ini.


"Hahaha, semuanya sudah tertidur, sudah tertidur~ lain kali jangan pernah meremehkan kakak kelas ya~"Cicilia menjulurkan lidahnya, mengolok-olok beberapa orang yang telah tertidur pulas di hadapannya. Ia melangkahi dan menginjak tubuh siapapun yang ada di dibawahnya, berputar-putar dan bermain-main.


'Hmph, sayang sekali! adik kelas sepertiku tidak gampang untuk dikelabui.'Batin Eden sambil membuka sebelah matanya.


To be continued_»

__ADS_1


__ADS_2