EDEN; The Half Elf

EDEN; The Half Elf
Chapter 13_When I Have To Leave?


__ADS_3

Baru saja kembali dari pintu maut, Eden kini harus mencerna baik-baik informasi yang disampaikan oleh sang pembimbing agung.


Dikatakan bahwa setiap 300 tahun sekali pada saat upacara kedewasaan, harus ada beberapa orang terpilih yang melewati test pengujian hati. Terserah mau berapa jumlahnya, intinya mereka yang terpilih itu harus bisa menjangkau pohon suci Digrasirs dan membuka segelnya agar acara pengujian yang sesungguhnya bisa dimulai.


"Segel di pohon suci Digrasirs hanya bisa dibuka setiap 300 tahun sekali, oleh karenanya upacara kedewasaan diadakan setiap 300 tahun sekali juga. Tahun lalu kami membutuhkan delapan orang untuk bisa menjangkau pohon suci Digrasirs, kali ini bisa diselesaikan hanya dengan anda seorang. Benar-benar luar biasa!"Ucap sang pembimbing agung sambil bertepuk tangan.


'Luar biasa apanya!? aku nyaris mati tahu!'Batin Eden sambil berpura-pura tersenyum."Dan kedelapan orang itu adalah?"Lanjut Eden.


"Saudara-saudari anda."


"Hm? kakak-kakakku!"


"Eden!"Seru putri Leony dari belakang.


"Ohh, kakak! hehe, apakah kau baik-baik saja?"Eden menoleh ke belakang dan menyapa putri Leony sambil tersenyum, putri Leony tidak menjawab pertanyaan dari Eden sama sekali. Ia hanya berjalan lurus sambil menundukkan kepalanya dan tiba-tiba memeluk Eden, baik itu Eden sendiri maupun sang pembimbing agung mereka berdua sama-sama kaget dan terbelalak.


"Uhuk, uhukk, uhuk! ka-kalau begitu, saya pamit sekarang pangeran Eden. Uhumm, saya tidak terbiasa dengan situasi seperti ini."Ucap sang pembimbing agung salah tingkah.


Eden telah sepenuhnya mengabaikan sang pembimbing agung, dan memiliki untuk fokus kepada putri Leony."Kakak, aku baik-baik saja. Tidak perlu mencemaskanku, tadi....."


"Diam!"


"Ehmm?"


"Biarkan aku seperti ini untuk beberapa menit, setelah itu baru aku akan membunuhmu."Eden tersenyum lemas kemudian mengelus-elus kepala putri Leony, baginda raja memperhatikan mereka berdua dari kejauhan dan tidak berani untuk mendekat.


Orang-orang sudah mulai melakukan pengujian dan melihat berbagai warna yang ditampilkan oleh kristal pohon suci Digrasirs,


jika mendapatkan sebuah bunga berwarna keunguan seperti Eden berarti ia memiliki afinitas sihir yang lumayan besar dan berhak masuk ke akademi Viothen Vrawl. Jika mendapatkan bunga yang berwarna


biru maka orang itu harus masuk ke akademi Violet Souly, jika mendapatkan yang berwarna merah maka akan masuk ke akademi Mega Magic. Dan jika mendapatkan yang berwarna hijau maka akan masuk ke akademi Sky Bray.



'Ukh, mengapa aku tiba-tiba merasa mengantuk ya?'


"Eden."Panggil putri Leony.


"Ehh, ya!"

__ADS_1


"Apakah kau baik-baik saja?"Tanya putri Leony sambil mengelap keringat di wajah Eden dengan tangannya.


"Hmm, aku baik-baik saja. Kakak, bukankah kau seharusnya melakukan pengujian sekarang?"


"Belum, sebenarnya aku adalah yang terakhir."Wajah putri Leony mendadak berubah menjadi merah, ia memalingkan wajahnya dan melipat kedua lengannya.


"Apa maksudnya?"


"Hmph! maksudku ada-"


BRUKKK!!


Pupil mata putri Leony mengecil dan ia berhenti berbicara begitu melihat Eden tiba-tiba tumbang ke samping.


"Eden!"


"Pangeran Eden!"


"E-eden, hei!"Ucap putri Leony sambil mengulurkan tangannya hendak menyentuh wajah Eden.


********


"Jangan mendekat, jangan mendekat! aku bukanlah iblis, aku bukan IBLIS!!!"Mata Eden terbuka lebar seketika, dan


mengeluarkan sebuah kilatan cahaya yang berwarna merah terang.


Begitu ia mengedipkan matanya beberapa kali, kilatan cahaya itu akhirnya menghilang.


"Ini, kamarku? K-kenapa aku bisa berada di sini?"Tanya Eden kepada dirinya sendiri setelah selesai mengamati seisi ruangan.


"Graaawww!!"


"Ahh, Ryuu!? Ryuu, hahaha.......Aku benar-benar merindukanmu!" Eden memeluk erat tubuh rubah kecil peliharaannya, setelah melewati hari-hari yang panjang dan sangat melelahkan itu ia benar-benar sangat merindukan sahabat kecilnya.


Seorang pelayan elf bernama Fany diam-diam mengintip dari celah-celah pintu kamar Eden, ia tersenyum gembira ketika melihat Eden telah sadar dan bermain dengan Ryuu.


Fany telah menjadi pelayan Eden selama hampir 100 tahun lamanya, ia dipungut dan diperkerjakan oleh kepala pelayan istana dengan banyak paksaan. Karena dirinya memiliki paras yang cantik dan merupakan pribadi yang sangat rajin dan sopan, banyak sekali elf-elf di kerajaan yang mengejar-ngejarnya bagaikan serigala liar. Terdapat sebuah rahasia yang tidak diketahui oleh siapapun didalam diri Fany, yaitu rasa sukanya kepada Eden.


Jika Eden masuk ke akademi Viothen Vrawl maka ia diwajibkan untuk tinggal disana setiap saat kecuali jika ada acara-acara penting atau keperluan lainnya yang mendesak. Memikirkan mengenai hal ini membuat hati Fany terasa sesak sehingga ia tidak ingin melewatkan satupun kesempatan untuk melihat Eden dari jarak dekat, baginya Eden adalah satu-satunya kehangatan yang mampu mencairkan apapun.

__ADS_1


"Haha, sudah puas mengintipnya? Fa.ny!~"Ujar Eden sambil tersenyum kearah pintu.


'Ahh, apakah aku ketahuan?'Batin Fany sambil menutupi mulutnya dengan kedua tangan.


"Jika kau masih diluar sana, bisakah tolong ambilkan aku segelas air? ohh, dan juga.....Makanan Ryuu!"


"A-a-aku masih disini pangeran, aku akan segera membawakan barang permintaan anda."


"Terimakasih."


Beberapa menit setelah Eden menunggu, sebuah suara ketukan akhirnya terdengar di pintu kamar. Fany masuk sambil membawakan barang-barang yang Eden minta tadi. Ryuu mengibas-ibaskan ekornya ketika mencium aroma makanan kesukaannya, Eden tersenyum sumringah sambil menatap sebuah piring yang berukuran lebih besar daripada mangkuk makanan Ryuu.


"Aku tidak memintamu untuk membawa makanan untukku, mengapa kau membawakannya?"Tanya Eden kepada Fany begitu ia meletakkan piring berisi makanan dihadapan Eden.


"Pangeran, baginda raja dan seluruh keluarga anda sedang menyantap makanan bersama di ruang makan. Mereka tampaknya sangat menikmati hidangan-hidangan itu, jadi anda juga harus makan!"Ujar Fany berapi-api.


"A-ah-haha, ba-baiklah kalau begitu."Eden segera menyuapkan sesendok makanan yang Fany bawakan kedalam mulutnya, ia terlihat sangat menikmati hidangan itu sehingga membuat Fany merasa bangga. Karena makanan yang sedang Eden makan saat ini adalah hidangan buatannya.


"Ohwya, trai kao ilany semwa kuluargya.


Apyaah kakak ada diswana?"Eden berbicara dengan mulut yang penuh dengan makanan dan membuat pipinya menggumpal seperti balon, Fany menutupi mulutnya agar tidak tertawa ketika melihat kejadian ini dan ia lalu segera mengambilkan Eden segelas air.


"Minumlah air dulu, pangeran. Tidak perlu terburu-buru."Fany menyodorkan Eden segelas air.


"Uhmm~"Gumam Eden sambil menerima air pemberian Fany.


"Maksud anda putri Leony bukan? pangeran tenang saja, aku tadi melihatnya berada di ruang makan juga."


"Ohh, benarkah?"Tanya Eden memastikan setelah ia selesai meminum airnya.


"Tentu saja, kapan aku pernah berbohong kepada anda? selain itu, kudengar orang-orang berkata bahwa akademi Viothen Vrawl akan mengutus beberapa orang untuk menjemput anda."


"Menjemputku? kenapa?"Tanya Eden heran.


Fany menggeleng-gelengkan kepalanya, ia benar-benar tidak tahu mengenai permasalahan ini.


'Kenapa? kenapa mereka ingin menjemputku, ya?'


To be continued_»

__ADS_1


__ADS_2