
Eden menoleh ke arah datangnya suara dan mendapati seorang gadis elf yang sangat tidak asing baginya, gadis itu berjalan melewati Eden tanpa melirik ke arahnya sedikitpun. Ia segera membantu kekasihnya yang telah ditabrak oleh Eden tadi.
"Aurora."Ucap Eden lirih begitu melihat tatapan mata si gadis yang begitu dingin.
"Eden! bukankah aku sudah bilang untuk tidak mengganggu kami lagi?! apa yang sedang kau lakukan sekarang?"Bentak si gadis elf dengan kasarnya, pria yang berada di samping gadis itu tersenyum sinis begitu melihat Eden hanya mematung tak berdaya serta menerima bentakan yang diberikan oleh Aurora.
Eden merasa ragu untuk berbicara, kalimat permintaan maaf yang ingin ia sampaikan tidak bisa keluar dari mulutnya. Aurora merasa semakin kesal begitu melihat Eden hanya diam tanpa menjawab pertanyaannya sama sekali, ia hendak menendang Eden yang masih berada dalam posisi duduk di lantai namun dirinya segera dihentikan oleh Card yang berpura-pura bijaksana.
"Aurora hentikan! aku baik-baik saja, tidak terluka sama sekali. Aku tahu jika Eden tidak sengaja menabrakku, kurasa permintaan maaf saja sudah cukup."Card mengulurkan tangannya dan hendak membantu Eden untuk berdiri, Eden tersenyum masam dan menerima uluran tangan Card kemudian ia mencoba untuk mengatakan sesuatu.
"Ma-maafkan aku Card, aku telah salah."
"Tidak apa-apa Eden, asal kau tahu saja aku sebenarnya telah menganggapmu seperti keluargaku sendiri. Kuharap kita bisa sering bertemu."Card mengeratkan tangannya yang sedang bersalaman dengan Eden sehingga membuat Eden berkeringat menahan rasa sakit yang luar biasa, Tulang-tulangnya terasa seperti sedang diremukkan namun ia tidak berani untuk menjerit maupun melawan karena ia sedang diperhatikan oleh Aurora.
__ADS_1
"Lepaskan Eden, dasar sampah!"Putri Leony yang muncul secara tiba-tiba sambil membawa Ryuu menahan dan mencengkram pergelangan tangan Card yang sedang menyiksa Eden, Card melepaskan tangannya dari tangan Eden karena tidak mampu menerima rasa sakit dari putri Leony lagi dan putri Leony melepaskan cengkraman tangannya dari lengan Card begitu ia melihat tangan Eden telah terbebas.
Kedua belah pihak berusaha keras untuk menutupi rasa sakit mereka, Aurora hendak memarahi putri Leony karena telah menyentuh kekasihnya namun ia segera menelan bulat-bulat niat itu karena mengingat bahwa putri Leony adalah seorang putri.
Ryuu yang melihat Eden sedang merasa kesakitan segera melompat keluar dari pelukan putri Leony dan mendarat di pundak Eden sambil mengelus-eluskan kepalanya, ia merasa cemas dan mencoba untuk melihat tangan majikannya yang sengaja disembunyikan.
"Graaawww, graaaww!"
Mendengar ocehan rubah kecilnya, Eden tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Tidak sakit apanya!?"Putri Leony menarik serta menyeret Eden meninggalkan Aurora dan Card, ia mengertakan giginya dan ingin memarahi elf bodoh itu begitu mereka telah keluar dari keramaian ini.
Card memperhatikan putri Leony dan Eden sampai mereka sudah tidak terlihat dari pandangan mata lagi, Aurora membuka lengan pakaian Card dan melihat sebuah luka yang sudah berwarna keunguan. Dengan menggunakan sihir penyembuhan Aurora segera menyembuhkan Card seperti sedia kala lalu memeluknya dengan erat sambil bergumam.
__ADS_1
"Aku tidak akan membiarkan Eden begitu saja!"
********
"Kakak, sebenarnya kau ingin membawaku kemana?"Eden akhirnya berkomentar setelah diseret agak jauh dari hall istana, putri Leony menghentikan langkahnya begitu mendengar perkataan Eden dan tanpa alasan yang jelas ia melayangkan sebuah tendangan yang membuat Eden terpental serta terkejut bukan main. Beruntung, Ryuu berhasil melompat tepat waktu dan tidak tertindih oleh tubuh Eden.
"Kakak, apa yang sedang kau lak-"
"Geliantos drafa nur'qi." Mantra dirapalkan oleh putri Leony dan busur panah serta anak panah yang dipenuhi dengan ukiran-ukiran klasik segera muncul dihadapannya, putri Leony mengambil anak panah yang berada di punggungnya dan membidik Eden tepat di dada.
Melihat putri Leony sedang membidik dirinya membuat Eden tambah terkejut sekaligus heran, padahal ia tidak berbuat kesalahan namun kenapa putri Leony tiba-tiba mengamuk kepadanya."Kakak, sebenarnya ad-"
SYUUUU!!!
__ADS_1
To be continued_»