
Eden memperhatikan pantulan dirinya di cermin, ia lalu menggenakan mahkota miliknya yang telah ia genggam daritadi. 9 permata berwarna kehijauan yang berukuran sedang, dan sebuah permata berwarna biru terang sebagai pusatnya. Ini menandakan peringkat dan kedudukannya di kerajaan, Eden adalah satu-satunya keturunan dari sang bahinda raja dan ratu Arasyia. Raja memiliki lima orang selir, 6 anak angkat dan 3 anak kandung. Jujur saja Eden adalah anak bungsu dan anak kesayangan dari baginda raja, kedelapan saudara Eden selalu membenci dan menjadi musuh Eden karena hal ini. Terkecuali putri Leony.
Saat dirinya baru saja akan menghadiri perjamuan tadi, Eden mendapatkan perintah untuk menggenakan pakaian kerajaan bersama dengan ke-9 saudaranya. Mau tidak mau, ia harus kembali mengganti pakaiannya.
"Ryuu, aku akan segera kembali. Jangan nakal dan berkeliaran di luar ya!?"
"Graaaww."
Eden melangkah keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ke ruang perjamuan, sepanjang perjalanan ia bertemu dengan beberapa pelayan yang berbisik-bisik mengenai dirinya. Dengan indra pendengaran ras elf yang melebihi makhluk-makhluk pada umumnya, Eden bisa mendengar dengan jelas bisikan-bisikan itu.
"Lihat, bukankah itu adalah yang mulia pangeran Eden!?"
"Benar, sudah lama sekali aku tidak melihatnya menggunakan pakaian kerajaan. Keturunan dari baginda raja dan ratu Arasyia benar-benar berbeda ya?"
"Beliau pasti akan bangga jika melihat pangeran Eden tumbuh dan menjadi tampan seperti ini, sayang sekali......."
'Ya, sayang sekali. Andai saja ibu berada di sini.'Batin Eden begitu mendengar bisikan salah satu pelayannya.
Setelah berjalan cukup lama di lorong-lorong istana, Eden akhirnya tiba juga ke ruang perjamuan. Ia melangkah masuk dan seluruh perhatian langsung tertuju kepadanya sebagai orang yang datang paling akhir, Eden tidak memperdulikan tatapan-tatapan yang mengarah kepadanya. Ia hanya melirik ke arah sebuah meja besar tempat seluruh anggota keluarganya duduk, kemudian memberikan hormat.
"Maafkan atas keterlambatanku, baginda raja. Ada sesuatu hal yang telah menghambatku tadi."
"Tidak apa-apa, tidak apa-apa. Kemarilah, nak."Panggil baginda raja, Eden melangkah menuju ke sebuah kursi kosong disamping raja dan segera duduk di sana. Pandangan sinis dari saudara-saudarinya sungguh membuat Eden merasa kesal, baginda raja lalu memberikan Eden segelas anggur yang telah diberi sari bunga Bimoli sambil mengangguk-angguk kepalanya.
__ADS_1
"Ayah kira kau tidak akan datang, Eden."
Bisik sang baginda raja pelan.
"Aku telah disini, mari kita segera memulai perjamuannya."Balas Eden seadanya sambil menerima segelas anggur pemberian raja.
Baginda raja kembali menganggukkan kepalanya dan bangkit berdiri dari tempat duduk sambil mengangkat tinggi-tinggi gelas anggur yang telah ia genggam, Hell mendekat dan membunyikan sebuah bel untuk menyita perhatian semua orang yang berada di sana.
Mendengar suara bel, semua orang langsung menghentikan kegiatan mereka dan menoleh ke arah baginda raja. Melihat semuanya sudah mulai tenang, baginda raja akhirnya memutuskan untuk berbicara.
"Nikmatilah perjamuan yang telah kami sediakan ini sepuas-puasnya anak-anakku, kemudian marilah kita berpesta bersama dan menikmati hidup sebelum memulai pertempuran kita besok. Kalian semua harus meminum sari bunga Bimoli yang telah kami sediakan, anggap saja sebagai senjata pendukung dari kerajaan. Bersulang!"
"Bersulang!"Jawab semua orang serempak.
'Akademi Viothen Vrawl, aku datang!'
miliknya.
****
"Yoo! adikku tersayang apa yang sedang kau lakukan sendiri disini?"Saudara tiri Eden, pangeran Luck. Datang dan mendekati Eden yang berada di sudut ruangan sambil membawa dua buah gelas, setelah acara perjamuan selesai tadi hal yang harus diadakan berikutnya adalah pesta dansa. Eden sengaja menepi dan mengasingkan dirinya karena ia tidak menyukai keramaian, sekaligus bersembunyi dari para bangsawan-bangsawan yang selalu menjilati dirinya. Namun siapa sangka, kakak angkat Eden yang ke-5 berhasil menemukannya.
"Hanya sedang bersembunyi dari keramaian saja, Eden memberi salam kepada kakak Luck."Eden sudah menyadari bahwa pasti ada suatu hal yang tidak beres sedang disiapkan oleh pangeran Luck, jika tidak bagaimana bisa orang yang jahat dan selalu membenci dirinya berubah 180 derajat?
__ADS_1
"Hahahahaha, tidak perlu memberikan hormat adikku. Kau dan Leony adalah pemeran utamanya hari ini, kalian berdua akan segera masuk ke akademi Viothen Vrawl dan aku pasti akan menyambut kalian berdua dengan baik disana."Pangeran Luck tersenyum licik sambil memberikan segelas anggur yang sedang ia genggam kepada Eden, Eden menerima anggur yang telah diberikan oleh pangeran Luck dan segera meminumnya padahal ia tahu bahwa itu adalah sebuah perangkap.
Melihat Eden hampir menghabiskan minumannya, pangeran Luck kembali tersenyum sinis.
"Eden, kau tidak perlu terburu-buru. Bagaimana jika kau kembali saja ke kamarmu dan beristirahat? Besok kau masih harus beraktivitas, aku akan pergi dan memberitahu ayahanda."
"Terimakasih banyak kakak, kebetulan sekali aku juga sudah merasa agak mengantuk."
"Tidak masalah, beristirahatlah baik-baik adikku." Pangeran Luck melangkah meninggalkan Eden.'Kuharap kau bisa bangun tepat waktu besok~'Batinnya kemudian.
'Dia sudah pergi bukan? Huh! kukira akan ada hal menghebohkan apa, ternyata hanya racun bayangan bulan berdosis rendah. Racun ini hanya akan membuatku tertidur selama 3 hari, tidak akan meregang nyawa. Dia berniat untuk membuatku telat menghadiri acara pengujian sihir.'Eden membalikkan badannya dan mengeluarkan sebuah mutiara berwarna kehitaman dari dalam mulutnya, ia lalu memasukkan mutiara itu kedalam gelas kosong yang diberikan oleh pangeran Luck tadi.
"Aku tidak tahu apakah kakak akan terkena trik ini juga atau tidak, walaupun racun telah berhasil dikeluarkan namun aku tetap merasa mengantuk."Kata kakak yang diucapkan oleh Eden merujuk kepada putri Leony, dan Eden bergumam sambil meninggalkan ruangan pesta dansa. Ia tidak tahu bahwa disisi lain, putri Leony sedang sibuk berputar-putar mencari dirinya.
'Argghh, dimana anak bodoh itu? dia pasti juga mendapatkan sesuatu dari kakak ke-7 bukan? dengan tingkat kecerdasannya sekarang, dia pasti tidak akan menyadari apa-apa! aku harus segera menemukannya.'Ternyata putri Leony juga menerima suatu kejutan dari saudara-saudarinya nya, seperti Eden. Hanya saja pelaku-pelakunya berbeda.
Sesosok gadis yang tengah berada di kerumunan orang bersama dengan kekasihnya melirik ke arah Eden yang telah melangkah keluar ruangan, tampangnya hanya datar-datar saja. Tidak menunjukkan raut wajah apapun.
"Aurora, ada apa?"Tanya Card.
Mendengar panggilan dari sang kekasih, Aurora kembali membalikkan pandangannya."Ohh, bukan apa-apa. Aku hanya merasa agak kesal karena harus masuk ke akademi yang sama dengan Eden, benar-benar memuakkan!"Jawab Aurora.
"Ohh......."
__ADS_1
Tak lama kemudian pesta dansa akhirnya selesai diadakan, dan semua orang telah diminta untuk pulang kemudian kembali ke hall istana keesokan paginya. Mereka akan berangkat ke taman tempat pohon suci Digrasirs berada, dan melakukan pengujian. Hari esok akan diisi dengan tawa kegembiraan ataupun tangis kesedihan, pohon suci Digrasirs hanya akan memilih yang terbaik.
To be continued_»