EDEN; The Half Elf

EDEN; The Half Elf
Chapter 5_Elegish Is My Partner


__ADS_3

Anak panah melesat dan melewati wajah Eden yang dipenuhi dengan keringat dingin, sebuah luka gores perlahan-lahan terbuka dan mengeluarkan darah yang berwarna kebiruan.


"Ka-kakak, kau........"Ucap Eden terbata-bata sambil memegangi wajahnya.


"Dengarkan aku baik-baik Eden, aku putri Leony lebih baik mati daripada memiliki seorang adik yang bodoh. Maka dari itu, mari kita membereskannya sekarang."


"A-apa!?"


Putri Leony menarik nafas panjang dengan mata yang terpejam, setelah membuka matanya kembali aura milik putri Leony tiba-tiba berubah. Dari yang awalnya hangat dan terasa seperti musim gugur, menjadi dingin seperti badai salju yang tak ingin berhenti.


Putri Leony kembali mengambil anak panah yang berada di punggungnya dan memandangi Eden dengan tatapan yang sinis, melihat hal yang sedang dilakukan oleh putri Leony kali ini, Eden pun akhirnya bereaksi juga.


"Selessythart ruk'no, Elegish!" Eden merapalkan mantra miliknya dan memunculkan sebuah busur panah yang sebelumnya telah ia simpan, Busur panah yang sedang Eden gunakan saat ini bernama Elegish. Elegish adalah busur panah warisan ibunya yang memiliki berbagai kemampuan spesial dan tidak memerlukan anak panah sama sekali. Eden hanya perlu membayangkan bagaimana bentuk dan warna serta fungsi anak panah yang ingin ia gunakan, hal ini tidak terlalu jauh berbeda dengan kata virtual.


Walaupun Elegish bisa dikatakan sebagai senjata terbaik milik ras elf yang memiliki serangan dan kekuatan yang mematikan, kelemahan serta resiko yang harus ditanggung oleh si pemakai sebenarnya lumayan besar juga. Pertama, fungsi anak panah yang dibayangkan oleh Eden sangatlah terbatas karena pengetahuannya akan sihir dan dunia bisa dikatakan lumayan sedikit. Hal ini bisa berakibat fatal kalau-kalau dirinya secara tidak sengaja bertemu dengan musuh yang berasal dari ras yang berbeda-beda. Kedua, Eden tidak bisa menembakkan lebih dari 15 anak panah karena tenaganya selalu tidak mencukupi. Jika Eden memaksakan dirinya untuk melewati batasan itu ia pasti akan berakhir dengan tertidur selama berhari-hari, semua orang dari ras elf mengetahui bahwa menggunakan Elegish itu sangatlah menguras tenaga dan baginda raja sering meminta Eden untuk mengganti busurnya namun hal itu selalu ditolak mentah-mentah oleh Eden. Ketiga, Jika Eden menggunakan Elegish lebih dari 3 kali sehari maka ia akan terkena kutukan yang terkandung di dalamnya.

__ADS_1


'ibu, berkatilah aku. Aku tidak perduli dengan apapun yang orang-orang katakan padaku, Elegish adalah pemberian darimu dan aku akan selalu menjaganya!'Eden menatap dalam-dalam busur yang sedang ia genggam sebelum akhirnya menganggukkan kepala pertanda bahwa ia telah siap, putri Leony tersenyum tipis lalu menyuruh Ryuu untuk menjauh sementara waktu. Rubah kecil itu menurut dan akhirnya pertarungan sesama saudara akan segera dimulai.


"Jika kau mati disini Eden, apakah ada kata-kata terakhir?"Tanya putri Leony.


"Hmm, mati disini!? mati disini ya?"Eden memainkan rambutnya dan menatap ke arah langit-langit."Hehe, kurasa hal itu tidak akan terjadi. Kakak pasti tidak akan membunuhku."Eden tersenyum layaknya seorang anak kecil ketika mendapatkan jawaban atas pertanyaan putri Leony, senyuman Eden yang begitu murni dan tulus membuat putri Leony mengertakan giginya dan melepaskan sebuah anak panah yang berkekuatan besar.


"Tailed Arrow!"Teriak putri Leony.


Jantung Eden seakan-akan berhenti berdetak begitu mendengar nama serangan yang dilancarkan oleh putri Leony, Firasat Eden mengatakan bahwa ia lebih baik menghindar daripada menangkis panah itu.


'Gawat!'Batin Eden kepanikan.


Anak panah menancap di suatu tempat kemudian pecah dan membekukan seluruh tempat pertarungan itu, angin dingin berhembus kemana-mana dan ternyata efek pembekuan itu hampir mencapai hall.


__ADS_1


"Kakak, kita harus menghentikan es itu mencapai hall!"Eden menunjuk ke arah hall dan hendak menuju kesana. Namun tiba-tiba sekumpulan panah berukuran mini yang terbuat dari es menyerang Eden.


"Apa!"Eden menangkis dan menghindari anak-anak panah yang menyerangnya, panah-panah itu mengikuti Eden kemanapun ia pergi lalu mengepungnya dari segala arah sehingga tidak terdapat celah untuk melarikan diri sedikitpun.


TRAAANGG, TRAAANGG!!!


PRANGGGG!!


'Apa-apaan ini!? apa mungkin kakak........ Tidak mengijinkanku untuk pergi kesana!?'Eden menatap putri Leony sambil membatin, ia ingin mengatakan sesuatu namun putri Leony tiba-tiba menyelanya.


"Ka-"


"Di pertarungan sesungguhnya, kau tidak perlu memperdulikan orang lain selain dirimu!! mengapa kau begitu bodoh Eden?"


To be continued_»

__ADS_1


__ADS_2