
"Yang mulia pangeran Eden......."
"Yang mulia, yang mulia!"
"Yang mulia, dimana anda?"
Hutan Sparkzysa dipenuhi dengan teriakan panggilan para pengawal yang mencari-cari pangeran Eden, upacara kedewasaan untuk para elf remaja yang diadakan setiap 300 tahun sekali sudah hampir dimulai namun Eden tak kunjung menampakkan batang hidungnya dan membuat baginda raja merasa cemas. Raja kemudian menyuruh para pengawalnya untuk mencari Eden di setiap sudut istana Venttrusus, sampai ke hutan Sparikzysa tempat ia biasa bermain.
"Hmm, ada ribut-ribut apa ini!?"Seorang elf yang sedang asyik tertidur di ketinggian sebuah pohon baru saja terbangun dari alam mimpinya, ia memiliki penampilan yang menawan dengan rambut kuningnya yang tampak berantakan. Dipunggungnya terdapat sebuah busur panah emas warisan ibunya, elf ini bernama Eden.
"Yang mulia pangeran Eden! putri Leony berpesan padaku, jika anda telat pada upacara nanti maka ia akan melipat gandakan tugas pelatihan sihir anda!"
"Ehh!?"Eden tersentak begitu mendengar perkataan dari salah seorang pengawal yang mencarinya, ia menarik dan menyeret rubah kecil peliharaannya sebelum melompat turun kebawah.
__ADS_1
TAPP!!!
"Apa yang telah kau katakan tadi?"Tanya Eden memastikan. Semua pengawal yang berada di dekat tempat itu menoleh ke arah datangnya suara dan mendapati pangeran Eden sedang menunggu jawaban dari pertanyaannya tadi, seorang pengawal yang memiliki postur tubuh yang agak kurus merasa dirinya terpanggil dan ia segera menjawab pertanyaan dari tuannya.
"Yang mulia."Pengawal itu mendekat ke arah Eden dan memberi hormat dengan posisi setengah berlutut, etika harus selalu diperhatikan apalagi jika menghadap anggota keluarga kerajaan.
"Berdirilah dan katakan lagi pesan dari Putri Leony kepadaku, dia akan......Apa tadi?"Padahal Eden sudah jelas dengan pesan yang telah ia dengar, namun untuk memastikan. Untuk memastikan saja, ia ingin bertanya dan mendengarnya sekali lagi.
'A-apa!? mengapa aku tidak mendengar kalimat yang terakhir tadi? sial!'Eden membatin kesal karena tidak menduga pengawal itu akan memberinya kejutan tambahan, ia memejamkan matanya kemudian berfokus untuk merapalkan sebuah mantra.
"Gobler de're wings."sehabis merapalkan mantra itu tubuh Eden diselimuti oleh dedaunan yang telah gugur dihutan, daun-daun itu bersinar terang kemudian membentuk sebuah sayap transparan yang berwarna kecoklatan.
__ADS_1
Para pengawal yang melihat pangeran Eden tidak bisa tidak merasa takjub, baru kali ini mereka melihat sihir kelas tinggi milik keluarga kerajaan. Sungguh sebuah kehormatan besar, pikir mereka semua.
Proses penggabungan sayap buatan dengan tubuh Eden berakhir dengan cepat, ia membuka matanya perlahan-lahan dan tersenyum hangat ketika melihat ekspresi kagum dan takjub yang ditunjukkan oleh para pengawalnya.
"Aku akan menyuruh seseorang untuk menambahkan upah kalian karena telah berhasil menemukanku, berhati-hatilah dalam perjalanan pulang nanti."Eden berpesan kepada seluruh pengawalnya dan mulai terbang menjauh.
"Ryuu, ayo!"Eden tidak lupa dengan rubah kecilnya yang masih tengah berbaring di atas sebuah kelopak bunga raksasa, rubah itu menyahut Eden dengan malas dan akhirnya menyusul Eden.
"Graaaww......"
Author note: Bagi kalian yang telah datang berkunjung kesini author ingin mengucapkan terima kasih banyak terlebih dahulu, jika kalian menyukai novel EDEN; The half elf boleh tolong di like, komentar, atau vote ya...
sekian~
__ADS_1
To be continued_»