
"Wahai anak-anakku tercinta, kalian adalah pilar kokoh yang telah menahan pondasi bangsa ini. Kalian akan membawa kejayaan serta keagungan ras kita menjadi yang termulia dan menduduki peringkat pertama di Arda!! Kita memiliki sejarah yang panjang dan telah menjadi salah satu ras tertua disini, apa yang kita takuti?! Kita bangsa Elf adalah satu kesatuan yang memiliki afinitas sihir terbaik, sudah saatnya musuh bebuyutan kita bersujud dan memohon ampun kepada kita. Bersama kalian para elf-elf muda, mari kita rebut kembali apa yang telah diambil dari kita sebelumnya!!!"
"Rebut kembali!! rebut kembali!! rebut kembali!!"Pidato yang baru saja disampaikan oleh baginda raja dihadapan semua elf yang berada di hall berhasil membangkitkan semangat terdalam dihati mereka, semua orang tampak sangat antusias dan bersorak-sorai dengan riuhnya. Terkecuali satu orang.
Eden tidak menunjukkan kegembiraan maupun kebahagiaannya disaat mendengar pidato dari ayahnya sendiri, ia terlihat sedang berpikir dengan keras dan tetap fokus walaupun suara-suara gaduh terdengar nyaring di telinganya.
'Setelah penyambutan selesai kami akan langsung menghadiri perjamuan dan diberi air yang telah diisi dengan sari bunga Bimoli, sari bunga Bimoli berfungsi untuk pengujian di depan pohon suci Digrasirs besok. Aku tidak tahu apa sebenarnya fungsi dari sari bunga itu, tapi mengingat pohon suci Digrasirs biasanya digunakan untuk menguji kekuatan kurasa sari bunga Bimoli berfungsi sebagai suplemen.'
"Anak-anakku, upacara penyambutan telah selesai dilakukan. Malam ini, datanglah ke ruang makan istana untuk menghadiri perjamuan yang telah kami sediakan. Keesokan harinya, kami akan menguji kekuatan sihir kalian lalu memasukkan kalian ke akademi Viothen Vrawl. Pulang dan bersiaplah."
"Baik!!"Sahut semua orang yang berada di hall serempak.
'Ahh, aku melupakan tentang akademi Viothen Vrawl! katanya, setelah para elf-elf muda melewati upacara kedewasaan dan tahap pengujian maka ia akan segera dimasukkan ke dalam akademi. Akademi Viothen Vrawl merupakan akademi terbesar milik kerajaan Venttrusus setelah akademi Violet Souly, kudengar disana terdapat banyak sekali buku-buku mantra dan buku pengetahuan. Aku bisa melewati batasanku jika masuk ke dalam akademi?! baiklah!'
Sebuah semangat akhirnya terpancar dari Eden, semua orang yang berada di hall sudah mulai membubarkan dirinya. Eden melangkah menuju ke pintu keluar bersama dengan putri Leony, namun tiba-tiba saja dirinya ditahan oleh sang penasihat raja.
"Pangeran Eden, baginda raja berkata bahwa ia ingin menyampaikan sesuatu kepada anda? bisakah anda mampir ke ruang bacanya?"Ucap sang penasihat bernama Hell seraya membungkukkan badannya untuk menghormati Eden.
'Ayah ingin bertemu denganku!?'
"Eden, aku akan pergi sendiri saja. Kau tidak perlu menemaniku, sampai jumpa~"Putri Leony meninggalkan Eden dan Hell sambil melambai-lambaikan tangannya, Ryuu muncul dari balik punggung Eden dan mengerang ke arah Hell.
"Ggrrrrwwwwww!"
__ADS_1
Eden mengelus-elus kepala Ryuu untuk menenangkannya."Mari kita pergi, paman Hell."Ia lalu melangkah pergi menuju ke ruang baca milik ayahnya, dan Hell mengekori Eden dari sampingnya.
****
TOKK, TOK, TOOK!!
"Masuklah."
Setelah mengetuk pintu, Eden melangkah masuk kedalam ruang baca dan berdiri tepat di hadapan baginda raja sambil memberikan hormat.
"Salam kepada baginda raja, Eden putra tunggal dari ratu tertinggi Arasyia datang menghadap."Setelah memberikan hormat Eden hanya menundukkan kepalanya kebawah, ia tidak berani untuk bertatap langsung dengan baginda raja. Bukan, lebih tepatnya Eden sedang tidak ingin berkomunikasi dengan ayahnya.
Raja tersenyum masam melihat Eden yang secara terang-terangan mencoba untuk menghindari dirinya, meskipun begitu ia sama sekali tidak merasa marah ataupun kesal. Kasih sayang seorang ayah kepada anak-anaknya dapat mengalahkan apapun bukan?
"Angkatlah kepalamu, sudah berapa kali ayah bilang untuk tidak bersikap formal ketika kita sedang berdua?"
"Tata krama diciptakan untuk dipatuhi oleh semua orang, hamba tidak berani."Jawab Eden seadanya.
"Apakah kau masih marah kepada ayah?"
Eden tersentak kaget dan buru-buru mengangkat kepalanya sehingga mata raja dan matanya saling bertatapan, Eden mengertakan giginya dan memalingkan wajahnya begitu ia melihat senyum sang ayah. Dengan ragu-ragu ia pun akhirnya menjawab.
__ADS_1
"Kalau iya, memangnya kenapa?"
Raja tersenyum karena akhirnya Eden menggunakan bahasa informal untuk berbicara, ia sebenarnya tidak terlalu menganggap perkataan Eden. Raja hanya ingin menghabiskan sedikit waktunya bersama dengan putra tersayang.
"Tidak bisakah kau memaafkan ayahmu ini?"
Eden semakin mengertakan giginya dan tubuhnya sudah mulai bergetar karena menahan amarah, ia membalikkan badannya dan hendak pergi dari ruang baca karena sudah tidak tahan dengan pertanyaan konyol yang dilontarkan ayahnya.
"Eden, tunggu! dengarkan ayah, ayah benar-benar sangat menyayangi ibumu dan juga dirimu! setiap malam ayah hanya memimpikan dirinya, ayah juga berharap agar ibumu bisa kembali. Putraku, ayah mengerti rasa sakitmu."Raja meneteskan air matanya ketika kembali mengenang Arasyia, ibunda Eden. Eden menghentikan langkahnya begitu mendengar perkataan dari sang ayah, ia juga hampir meneteskan air matanya.
"Tidak, kau telah berbohong! kau telah berbohong lagi kepadaku!"Eden membalikkan badannya dan berteriak ke arah sang raja."Hahaha, bagaimana bisa ibu kembali jika dia telah menjadi sepotong mayat sekarang? ayah, kau benar-benar lucu."Ekspresi Eden yang menangis sambil tertawa membuat baginda raja menjadi syok, ia terbelalak dan tidak mampu berkata-kata lagi.
"E-eden?"
"Menyayangi kami? Hahahaha, menyayangi kami katamu? demi tahta busuk itu kau mengasingkan ibuku keluar dari kerajaan, dan kau masih bilang kau menyayangi kami? ibuku dibunuh oleh ras iblis ketika sedang dalam perjalanan, dan mayatnya mungkin telah membusuk sekarang. Kau tidak melakukan apapun dan hanya duduk diam diatas kursi bodoh itu, mencari wanita lain dan bersenang-senang dengannya. Apakah kau sudah puas sekarang!!?"Teriak Eden.
"Eden."Raja bangkit dari tempat duduknya dan melangkah mendekati Eden, Eden mengambil langkah mundur sambil mengibaskan tangannya dan berkata.
"Jangan menyentuhku, kumohon. Kumohon, jangan sentuh aku dengan tangan yang kotor itu lagi."Eden membalikkan badannya dan berlari meninggalkan ruang baca, sang raja mengangkat kedua tangannya kemudian memperhatikan telapak tangannya sambil membatin.
'Benar juga, tanganku benar-benar sangat kotor.'
'Aku harus masuk ke akademi, dengan begitu aku bisa keluar seenaknya dari kerajaan Venttrusus dan mencari pembunuh ibu kemudian membalaskan dendamnya. Ibu, beristirahatlah dengan tenang diatas sana. Aku bisa menjaga diriku!'Eden melangkah pelan di lorong-lorong kerajaan untuk menuju ke kamarnya, ia harus bersiap-siap untuk perjamuan yang akan segera diadakan. Hal apakah yang akan menanti Eden disana?
__ADS_1
To be continued_»