
",.Apa yang terjadi Feza,?kenapa kau membereskan semua peralatanmu",.Meisya bertanya heran terhadap Feza yang sedang memasukkan semua perlatannya dikotak peralatan.
Feza hanya tersenyum melihat kearah Meisya.
",.Feza....,kau jangan membuatku bingung",.
",.,aku pindah kebagian keuangan Meisya",.Feza berjalan melewati Meisya yang masih menatap Feza heran.
",.Apakah kau tidak akan mengantarku keruanganku",.Feza membalikkan badannya dan menatap Meisya.Meisya tersadar dari pandangan kosongnya dan menghampiri Feza.
Feza duduk disebuah sofa yang ada diruangannya.dia menghela nafas begitu panjang melepas penatnya.Meisya menghampiri Feza dan duduk disampingnya.
",.Kau ada masalah",.?
Feza menatap kearah Meisya.
",.Masalah apa!!,.bukannya kau lihat sendiri aku baik2 saja",.
",.Semenjak kedatangan Rein 2 minggu lalu kau banyak berubah,kau seperti menyimpan sesuatu dariku,".Rein juga melemparkan pekerjaanmu kepada Siska.".Apa kau bertengkar dengannya.",.Meisya mengintrogasi Feza.
",.Kau kira aku anak kecil bertengkar dengan dia",.Feza memejamkan matanya dan menyandarkan kepalanya dsandaran sofa.
__ADS_1
",.Benarkah",.tapi kenapa pekerjaanmu dipindah dibagian ini " .
",.Aku yang memintanya Meisya",.Feza berdiri dan mengambil ponselnya.
",.Kau mau kemana?".,Meisya bertanya heran melihat Feza yang sepertinya ingin keluar.
",.Aku ingin meminum jus apukat",.kantin yuk.",.Ajak Feza kepada Meisya.
".,Bukannya kau tak suka alpukat",.Meisya bertanya Heran.
",.itukan dulu,sekarang aku suka kok", Feza tersenyum masam.
Feza memang tidak suka dengan juz alpukat sedari kecil.Karna menurut Feza rasanya sangat aneh.Namun saat hamil ini,makanan yang tidak dia sukai mendadak jadi makanan favoritnya.
",.Huekkkkkkrrrrr....",.Feza memuntahkan isi perutnya dengan tiba2.Meisya mulai panik dengan keadaan Feza.Pras dan Rein menyaksikan itu.
",.Nona Feza,anda tidak apa-apa?",.Ucap Pras.Rein hanya menatap Feza.
",.Huekkk,...Huekkkkk",.Feza masih terus ingin memuntahkan isi perutnya.
",.Kau salah makan.",.Rein terlihat panik.
__ADS_1
Feza mengusap mengusap mulutnya dengan tangannya.
",Kenapa aku tidak begitu betah bau badan Rein",Padahal dia tecium sangat wangi,namun rasanya beda",. Feza melirik Rein dan menutup hidungnya dengan tangannya.
",.Feza...kau tidak apa2?",.Meisya juga terlihat panik melihat Feza.Feza hanya menggelengkan kepalanya.
tiba2 lift terbuka.Mereka berempat keluar dari lift dengan keadaan Feza yang masih dipapah oleh Meisya.
", Pras,panggil OB untuk membersihkan lift",.
Pras membungkuk dan pergi atas perintah Rein.
",.Meisya,antar dia kedokter.".Rein berlalu pergi meninggalkan mereka berdua.sebenarnya disisi lain Rein sangat kahwatir dengan Feza,tapi karna dia bertekad untuk tak berhubungan apa2 lagi dengan Feza,Rein menghindarinya.
Sepeninggalan Rein Feza menatap punggung Rein kesal.
",Kau tau Rein,...aku saat ini sedang mengandung anakmu,".tapi kau santai dan tak ingin tahu itu,aku sungguh membencimu Rein,".
",.Apa kita harus kedokter",.Meisya membubarkan lamunan Feza.
",tidak fe,aku sudah merasa baikan,mungkin asam lambungku naik".Feza mengelak.
__ADS_1
Merekapun meneruskan perjalanannya menuju kantin.Meisya sebenarnya sudah mulai curiga kepada sahabatnya itu.Sudah beberapankali ini sahabatnya sering muntah2 tidak jelas.Tak mungkin kan aku menuduhnya hamil.kata2 itu sering terlintas dipikiran Feza.Tapi itu adalah kemustahilan yang besar,Meisya tahu siapa Feza.Dia anti melakukan hal itu.Apalagi dia tidak punya kekasih saat ini.