
Feza menunduk dan tak berani menatap Rein dan memandang arah lain.
",.Papa,..Erol sakit perut.",.Erol membuyarkan kecanggungan mereka berdua.
Rein berdiri dan menghampiri Erol.Bunda melihat mereka berdua tersenyum.Sebenarnya Bunda melihat ada yang aneh tentang penampilan Feza.Feza terlihat tidak seperti dulu,tapi Bunda Rein sadar akan hal itu,mungkin Feza merasa prustasi akan dirinya sekarang.
Rein menggendong Erol.Saat Rein ingin mengambil infusnya namun Feza mengambilnya.
",.biar aku yang membawanya.",.Rein hanya melirik Feza tanpa mengatakan apapun.
Rein menurunkan Erol dan membuka celana Erol.
",.Duduklah",.Ucap Rein kepada Erol.Rein mengambil ifus ditangan Feza dan menaruhnya digantungan diatas Erol.
",.Papa sama mama keluar dulu,..",.
Feza tersenyum melihat tingkah Erol yang menggemaskan.
Feza dan Reinpun keluar dari kamar mandi bersamaan.dilihatnya Bunda sudah tidak ada dalam ruangan itu.
Rein menatap Feza angkuh dan memperhatikan penampilannya.
",.kenapa dia semakin cantik,...tapi kenapa dia merubah penampilannya bagaikan wanita nakal",Erol Aslan," .Dia juga mentato tangannya,",.
",.hemmmh,.Rein tersenyum sinis dan membuat Feza merasa kalau dia mentertawakan dirinya.
",.Kau disini dengan suamimu",.Rein membuka suara dengan nada angkuhnya tanpa menanyai kabar Feza terlebih dahulu.
",.e..emmmmm",.jawab Feza mengiyakan.
",.Kau tak membawanya kesini",.Tanya Rein sambil memasukkan tangannya disakunya.
",.iya,...aku bersamanya disini",.Ucapan Feza mengarah pada dirinya namun Rein tak menyadarinya.
",.dimana dia",.
",.Didepanku...".Feza tersenyum mengejek dan membuat Rein tak bisa menjawab lagi karna pertanyaan seriusnya dijawab mentah oleh Feza.
__ADS_1
",.mama...,sudah",.Ucap Erol.Fezapun masuk kekamar mandi dan mengurus Erol.setelah selesai Feza memanggil Rein.
",.papa,Erol sudah selesai",.Feza tersenyum mengejek lagi.Rein melihat itu merasa dipermainkan oleh Feza.Reinpun masuk kedalam kamar mandi dan menggendong erol ketempat tidurnya lagi.
Tiba-tiba bunda masuk.
",.Feza...kau sudah sarapan sayang",.Ucap bunda sambil membawa makanan dan menaruhnya dimeja sofa.
",.tidak bunda",.jawab Feza sambil memasang celana Erol.
",.Rein menghampiri bundanya dan duduk disebelahnya.
",.siapa yang mengantar makanan ini bunda",.Tanya Rein sambil mengambil makanan itu dan memakannya.
",.Bi sumi barusan",.
",.Feza,...duduklah disini",.sambung bunda.
",.Mama duduk aja dulu,mama pasti capek.",.Ucap Erol.Fezapun mengiyakan dan duduk bersama disofa
",.Kau tidak sarapan Feza,",.Tanya bunda.
",.pantas kau terlihat kurus,",.kau diet",.
Feza hanya tersenyum melirik Rein yang tak menghiraukan Feza disampingnya.
",.Kau dengan suamimu disini",.Tanya bunda.
",.Feza masih belum menikah bunda",.
Rein tersedak mendengar ucapan Feza.Feza mengambilkan minum untuk Rein dan Rein menatap Feza.
",.Hati2 donk Rein,",.Bunda memukul punggung Rein Pelan.dan Rein mengalihkan pandangannya ke arah lain.
",.bunda dengar kau sudah menikah,berarti semua itu bohong",.Bunda melirik Rein kesal.karna Bunda mendengar semua itu dari Rein,sedangkan Rein mendengar itu dari Maxim.
",maxim berbohong kepadaku",.
__ADS_1
",.Aku akan keluar untuk merokok sebentar.",.Rein berdiri dan keluar.Feza tau kalau Rein merasa dirinya telah dibohongi.Feza tersenyum puas melihat tingkah Rein.
Tak lama kemudian Bunda berpamitan untuk pulang karna drumah Ayah Rein juga sakit.Jadi dia tidak bisa lama2 dirumah sakit.
",Feza....,",.Panggil Meisya yang baru datang.
",.Meisya,...." ,.ini ankmu...",.Feza mencubit pipinya gemas",.lucu sekali....,",.
",.Kemana Rein Fe",.
",.Dia keluar mengantar Bunda",.kamu kesini sendiri,kemana Pras",.
",.Pras ke Kastil untuk mengambil berkas dan baju Rein ",.
Tiba-tiba Rein masuk.dan menghampiri Erol.seketika Feza dan Meisya terdiam.
",.Apa kau mau pulang",Tanya Rein kepada Feza.
",.aku disini akan menjaga Erol",.Jawab Feza.
",.baguslah",.Aku hari ini ada miting penting,dan aku masih akan pulang nanti siang", jadi kau akan menjaga Erol.
",.Iya sayank,...",.lagi-lagi Feza membuat kata2 seakan mengejek Rein.
",.Kau memancingku Feza...",.Rein menatap Feza.
",.memang ada yang salah,.aku setiap bicara sama kliyenku aja aku selalu memanggilnya sayang lo...",.Iya kan sayang,..",.Feza menoleh ke Meisya.Meisya tersenyum melihat tingkah konyol sahabatnya itu.
Rein tersenyum licik.
",.Apa pekerjaanmu sehingga kau memanggil partnermu dengan kata itu",.
",.Aku menjual diriku",.ucap Feza pelan seraya tersenyum agar tidak terdengar Erol.
Rein merasa benar2 geram dan tak percaya Feza bisa berkata seperti itu.
Tiba2 Pras masuk dan memberikan baju ganti untuk Rein.Rein mengambilnya dan masuk kedalam kamar mandi.Dia melirik Feza kesal.
__ADS_1
Feza merasa puas mengerjai Rein.