FEZA AISE

FEZA AISE
RUMAH SAKIT


__ADS_3

",.Prass,.",...Rein mulai sadar dan dilihatnya Pras ada dihadapannya.


",.Tuan,...anda baik2 saja",.Pras membantu Rein untuk duduk.


",.Aku ingin minum",.Ucap Rein.


Pras mengambilkan air untuk Tuannya.


",.kemana Feza?".


",.Nona sedang pulang mengantar Tuan muda Erol Tuan",.


",.Hemmmm...",.Rein menyandarkan tubuhnya dan memejamkan matanya.


",.Apa kau sudah menanganinya.".?".Rein menanyakan tentang pembatalan kerja sama antara perusahan Berlian dengan Perusahaan dirinya.


",.sudah Tuan,sepertinya Perusahaan Berlian mengalami kerugian banyak.karna Tuan Maxim juga menarik kerja samanya dengan Revan.",.


Rein tersenyum sinis.,


Tak lama kemudian Feza datang dan masuk Ruang Rawat tersebut bersama Meisya.Feza melihat suaminya sudah sadar.


",.Kau sudah baikan",.tanya Feza dengan memegang tangan Rein.Namun Feza terlihat cuek kepada Rein karna Rein telah mengkonsumsi obat terlarang itu.


".Hemmmm...",.Rein menatap Feza.


",.Apa kau lapar",.???".Feza bertanya tanpa melihat kearah Rein.


",.Apa yang kau bawa,...aku ingin memakan bubur sumsum buatanmu",Ucap Rein masih menatap Feza.


",.Aku tidak membawa itu,Kau makan seadanya nasi rumah sakit ini saja..".Jawab Feza sambil memgambil nampan yang berisi nasi dan lauknya.

__ADS_1


",Meisya,bisakah kau pesankan aku Teh dikantin RS.",.


", baiklah Feza,..",.Sayang...,antarkan aku kekantin ya",.Ajak Meisya kepada pras suaminya.


Pras seketika mengangguk dan berpamitan kepada Rein.Sebenarnya meisya sengaja mengajak Pras agar Feza dan Rein dapat berduaan.


",.kenapa kau begitu cantik hari ini,kau ingin bertemu seseorang disini",.Rein mulai menggoda Feza dengan mengunyah makanannya.


",.Jika kau mulai lagi aku akan meninggalkanmu disini",.Feza mulai mengancam Rein.


" .hemmmh",.Kau berani kepadaku karna aku sudah tak berdaya bukan,kalau aku sehat kau pasti lari tunggang langgang karna takut kepadaku",.Jawab Rein dengan senyumannya.


",.wanita waras sepertiku pasti takut dengan pria gila sepertimu Rein",.Feza menyuapkan nasi buburnya kemulut Rein.


",.Kau berani kepadaku,....apa kau ingin seperti kemarin menikmatinya",.Rein tersenyum kepada Feza.


",.Apa kau berani melakukan disini,",.Feza menantang Rein.


",.Kau gila....",.Feza menaruh Nampannya dan mengambilkan air untuk Rein.Setelah Rein meminumnya Feza menaruh gelasnya kembali.


",.kenapa kau bawa Erol pulang,aku merindukan dia...?".Ucap Rein menatap Feza.


",.Dia minta pulang dan bunda tidak memperbolehkan menginap disini,.".jawab Feza dengan bicaranya yang agak ketus sambil duduk disamping Rein mengupas apel.


",.benarkah,..kau terlihat tidak seperti biasanya.",apa kau tidak ingat saat kemarin kau menciumi tanganku mengatakan mencintaiku berkali2",.Rein semakin menggoda Feza.


",.Kau tau itu",.Feza bertanya heran.


",.aku tidak mati Feza,aku hanya tidak sadarkan diri",.Kau takut aku meninggalkanmu..?".


Feza menatap Rein dalam.

__ADS_1


",.Tapi jika kau masih mengkonsumsi obat2n terlarang lagi,aku yang akan meninggalkanmu".


Rein sejenak berhenti tersenyum mendengar ucapan Feza.


",.siapa yang mengatakan itu?".,Akbar,...jangan kau percaya dia...".


",.Aku malah sulit untuk mempercayaimu saat ini Rein",.jangan bertindak konyol yang membuatku tidak mencintaimu lagi...",.


",.Apakah kau bisa tidak mencintaiku lagi,...",.Rein mengambil tangan Feza yang sedang memegang buah apel ditangannya.


",.Bukannya kau juga pernah membenciku dan membuang cintamu padaku",.Feza menarik tangannya.


",.Tapi aku sedikitpun tidak pernah melupakanmu dalam hidupku",kau salah,.dari dulu aku selalu mencintaimu",.Rein menatap Feza Nanar.


",.Lupakanlah,aku tak ingin membahas ini",.aku tidak ingin kau meminum obat gila itu lagi",.


",.Aku akan berhenti meminumnya jika kau berhenti bekerja",.Rein memakan Apel yang disugukan Feza dengan santainya.


",.Tapi....",.Belum selesai Feza berbicara Rein sudah memotong pembicaraan Feza.


",.Tapi apa??,.kau takut tidak bisa bertemu Revan diluaran sana",.Rein menaruh piring apel dimeja samping tidurnya.


",kau sepertinya benar2 ingin aku berselingkuh dengannya",.Feza menatap Rein membalas memancing pembicaraan Rein.


",.Coba saja,..kalau tidak ingin selingkuhanmu aku bunuh tanpa jejak",.Rein turun dari tempat tidurnya.


",.Kau mau kemana?".tanya Feza menghampiri Rein dan ingin memapahnya.


",.Mau mencari wanita lain diluar",.Rein menggoda Feza dengan senyumannya.


Feza sejenak melepaskan rangkulannya dan membuat Rein tersenyum puas menggoda Feza.

__ADS_1


".Terserah kau saja",.Feza melirik Rein kesal.


__ADS_2