
Setelah selesai acara aku diantar pulang oleh Maxim.Didalam mobil aku hanya diam saja meratapi nasibku ini.
",.Apa kau lapar?".Max bertanya kepadaku.Aku hanya menjawab dengan menggelengkan kepalaku.
",.Aku tidak melihatmu makan sedari tadi",Kau harus jaga kesahatan Fe,".Ucap Maxim dengan masih fokus menyetir.
",.Max,..Apakah ini adalah sebuah karma dalam hidupku,.?".
Maxim hanya melihat kearahku.
",.Sudahlah,ini semua adalah Taqdir Feza",.
",.Tapi semenjak kepergian Rein hidupku hancur perlahan Max,".Entah kenapa aku juga seperti mendapatkan Karma aku begitu merindukannya.".
Tetesan air mataku mulai jatuh lagi.
",.jangan kau pikirkan itu,Itu hanya perasaanmu saja.",.Kau harus bisa melupakan masa lalumu,kau sekarang harus benar2 mempunyai semangat keras dalam hidupmu".Maxim menyemangatiku.
",.Kita sudah sampai",.Max membangunkanku dari lamunanku.Aku terkejut saat melihat banyak polisi dan Orang2 ayahku dirumahku.
__ADS_1
",.Max,ada apai ini",.Aku segera Turun dan menghampiri mereka.Maxim Membuntutiku dibelakangku.Aku melihat Bik imah pelayan dirumahku menangis setelah melihatku.Ada apa ini,Aku menayakan itu kepada banyaknya orang disana.
",.Nona...",.Bik imah menhampiriku dengan tetesan air matanya.
",.Ada apa ini Pak",.maxim mulai maju dan bertanya kepada para polisi tersebut.Namun tiba2 pengacara Papa mengahampiri Max dan memberikan sebuah berkas kepada Max.Aku menatap Max mencari tahu ada apa sebenarnya.Max menatapku Sendu.Max menyerahkan Berkas itu kepadaku.Aku membuka dan membacanya.Namun apa yang terjadi.Aku terduduk lemas setelah membaca berkas itu.Hidupku sekarang benar2 hancur.Perusahaan Papa telah disita,Rumahku,semua telah disita.Entah apa yang telah papa Lakukan hingga Hutangnya bisa nenyita perusahaan dan rumah megah ini.
Aku bangkit dan menghapus air mataku,Aku tak melawan keadaan,aku masuk kedalam rumah itu dan masuk kedalam kamar papaku.Aku tau banyak barang berharga disana.
Aku membuka brangkas papa,dilihatnya disana Papa masih menyimpan Uang yang begitu banyak dalam brangkas ini.Mungkin papa sudah merasa jika dia meninggalkan Uang ini untuk kehidupanku.Aku melihat semua perhiasan Mama yang masih disimpan disitu.Aku juga melihat ada 1 kartu card.Mungkin papa sudah mengetahui ini.
Aku mengambil semua itu dan memberikan Uang pesangon kepada para pelayanku.Max tertegun haru melihatku.
",.Apa kau punya tujuan untuk Tinggal",.Max membantuku memasukkan barang2ku dalam koper.
",.Maafkan aku Feza,aku hanya bisa melihatmu dan tidak bisa membantu lebih.".
Aku melerai pelukan Max.
",.Cukup kau menjadi sahabat terbaik dalam hidupku Max",.
__ADS_1
",.Aku akan mengantarmu",.
Aku hanya mengangguk,.Aku meneruskan untuk membereskan semua barangku.Aku melihat Para pelayan menangis melihatku nasibku.Aku juga tidak bisa menahan itu.Aku juga terus meneteskan air mataku tanpa henti.
Aku pergi meninggalkan Rumah itu dan menuju ke Apartemenku.
",.Max,...carikan aku pekerjaan yang pas dalam bidangku",.
",.Apa kau mau bekerja ditempatku?",.Max menawarkan itu.
", Tidak Max,kau sudah terlalu banyak membantu,aku tidak ingin membebanimu,aku ingin bekerja didekat sini saja",.
",.Baiklah,sepertinya aku akan mengajukan datamu dalam perusahaan ternama disini.Kau tahu perusahan ASLAN GROUP,.Spertinya kamu cocok bekerja disana",.
Aku menghapus Air mataku,.
",.hemmh,.baiklah..aku kali ini benar2 membutuhkan pekerjaan untuk hidupku,Aku tidak mungkin hidup sampai tua dengan uang dari keluargaku,karna ini tidak mungkin cukup".
".Baiklah...kalau begitu aku pulang dulu,jaga dirimu baik2 Fe",.
__ADS_1
Aku mengucapkan Banyak terima kasih hari ini Kepada Max,Max meninggalkanku disebuah Apartementku.Aku mengambil Ponselku dan menghubungi Meisha dan Rika.aKu meminta mereka menginap disini bersamaku.Karna aku hari ini benar2 takut sendiri dengan keadaanku.
Meisha dan Rika langsung mengerti dan mengatakan iya.Meisha dan Rika sudah tau kalau rumah Feza sudah disita.Mereka berdua benar2 merasa iba terhadap keadaan Feza saat ini.