
Entah apa yang aku rasakan.Aku merasa ini bukanlah aku yang dulu.Maxim membawaku pergi keluar Negri dan mencarikan aku sebuah pekerjaan.Club malam tempatku bersantai,minuman keras,merokok,Entah angin apa yang membawaku bisa melakukan hal sebodoh ini.Aku merasa diriku sudah tidak waras.Aku melupakan Rein,Erol,namun mereka masih terlintas dalam hidupku.Aku seorang ibu yang tak bisa menemui anakku.Aku merasa gila.
Maxim selalu mengingatkanku akan diriku untuk tidak melakukan hal aneh2.Namun bagaimana lagi,ini adalah jalan satu2nya untuk aku bisa melupakan Rein.
Mungkin sudah 1 tahun lebih aku tidak kembali kenegeri asalku.Aku juga Rindu kepada Erol dan....,Entah aku masih merindukannya atau tidak.spertinya aku benar2 bisa melupakan Rein.Namun tidak didadaku,mungkin aku Gila saat aku terpuruk memikirkan Rein,. aku pergi ketempat Tato untuk meminta Namanya diukir tepat didada sebelah kiriku.Aku juga mengukir nama Erol dilengan kananku.Mungkin aku sudah gila.Tapi waktu itu aku benar-benar prustasi kehilangan mereka.
",.Apa kau tidak ingin kembali Feza",.Tanya Maxim yang sedang makan malam bersamaku dan juga Jesi.
",.Aku akan kembali nanti,jika aku ingin",.Jawabku dengan santainya.
",.Apa kau tidak merindukan Erol,",Kau meninggalkannya 1 thn lebih Feza",.Jawab Jesi mengingatkanku.
",.Baiklah,...aku akan menerima pekerjaanku untuk bertugas disana,dan aku akan menemui Erol",.
",.Kau pastinya juga akan bertemu dengan Rein",.Jawab Maxim.
",.Ya pasti lah,..bukannya dia Ayah dari Erol",.Jawabku singkat.
",.Jangan sakit hati jika kau pulang nanti,karna dia sudah punya Calon",.
",.itu yang aku takutkan Max,aku takut Rein akan jatuh Cinta lagi kepadaku dan meninggalkan Wanitanya",.Hahahaa,.",.Jawab Feza dengan tertawa lepasnya.
__ADS_1
",.Itu pasti Feza,karna sepertinya Rein tidak bisa melupakanmu,",.Apalagi saat Dia tau kau tak bersalah dan semua adalah jebakan dari Revan,",.
",.Bukannya kau juga mengatakan aku sudah menikah dengan pria asing disini Max",.Feza tersenyum puas.
",.Sebenarnya aku tidak tega,Tapi mungkin ini terbaik untuk dia agar tidak secepat itu mencampakkan seorang wanita",.Jawab Maxim menatap Jesi.
",.Ehemmm,..masak sih",.Jawabku sambil menatap Max dan Jesi.Jesi hanya tersenyum melihat Ucapan Suaminya.
",.Bisa aja kamu sayank",.Jawab Jesi mencubit pipi Maxim.Aku melihat tingkah lucu mereka berdua tersenyum.Mereka adalah sahabat dan saudaraku yang selalu ada saat aku membutuhkan mereka.Mereka adalah Sahabat terbaik dalam hidupku,Max...jesi,...terimakasih, karna kalian juga aku bisa melupakan masa laluku .
Hari ini aku mengurus kepulanganku untuk pergi menemui Erol.Aku juga mengurus tentang pekerjaanku disana.
Aku mencari informasi tentang Erol.Namun sia-sia.akhirnya aku mengingat Meisya.Karna saat dulu aku pergi dari kota itu aku tak memberi tahu Meisya dan aku benar2 juga menghilang dari Meisya.Tapi mungkin ini adalah waktu yang tepat.Karna aku juga merasa aku sudah melupakan Rein,dan begitu juga Rein pasti sudah melupakan aku.
",.Hallo....",.Suara Meisya terdengar ditelingaku.Aku menyumbat mulutku meneteskan air mataku merindukannya.
",.hallo...",.suara Meisya terdengar lagi karna aku belum memberi jawaban.
",.Meisya..",.Aku membuka suara.
",.Feza....",.
__ADS_1
",.Iya...,ini aku Mei",.
Suara Meisya seketika hening,aku tak mendengar dia berbicara lagi agak lama.Aku memanggilnya lagi.
",.Meisya....".
",.Hemmm,..",.Suara Meisya terdengar parau.
",.Apa kabar Meisya.?".,
",.Aku baik.,...",.bagaimana dengan kamu Feza",.Suara Meisya semakin parau dan membuatku semakin tak bisa mengendalikan tangisanku juga.
",.Aku...aku baik,.",.
",.Aku sekarang sedang berada dirumah sakit",.apakah kau tidak akan pulang",.?
",.Siapa yang sakit Meisya,apakah kau baik-baik saja.",.
",.aku menjenguk Erol,dia sedang dirawat Feza",.Kau cepatlah kesini,lihatlah anakmu..",.apa kau tak merindukannya.",.
Seketika aku terdiam.
__ADS_1
".Aku akan pulang hari ini,kirim alamat rumah sakit Erol dirawat.",.Jangan katakan pada siapapun kalau aku akan pulang",.
",.Baik Feza...",.aku akan menunggumu",.