FEZA AISE

FEZA AISE
KECELAKAAN


__ADS_3

Rein dan maxim yang masih meredam emosi masing2 hanya terdiam dan tak berbicara apapun.Mereka menunggu kedatangan Feza yang sedang mengambil berkas kontrak.


Namun tiba2 Ponsel Pras berdering.Pras mengangkatnya.


Wajah Pras seketika berubah setelah menadapat telfon itu.


Rein melihat wajah Pras panik.


",.Ada apa Pras.",?


",.Mobil yang dikendarai nona Feza kecelakaan Tuan",.


Rein dan Maxim berdiri bersamaan.


", Apa?,".Bagaimana keadaan Feza.",.Maxim menjawab dengan ucapannya yang mulai gugup.


Mata Rein juga penuh pertanyaan Tentang keadaan Feza.


",.saya belum tahu Tuan,yang pasti nona Feza terdengar parah",.


Rein merasa sekujur tubuhnya lemas mendengar ucapan Pras.


".Kau puas Rein",.Terima kasih atas pertemuannya Tuan Rein",.Maxim meninggalkan Rein yang masih tertegun tak percaya.Maxim bergegas Pergi mencari keberadaan Feza.


sedangkan Rein.Dia masih terpaku dan tak beranjak dari tempatnya.

__ADS_1


",.Panggil Anton kesini untuk menjemput kita Pras",.


Pras menelfon Anton,dan tak lama kemudian Mobil Anton Sopir Sampingan Rein datang menjemput Rein.


",.Dimana Feza dibawa Pras,"?.Suara Rein terdengar Lemah.


",.Dirumah sakit Pelita Tuan",.


",.Mana kunci mobilnya",.Rein merampas kunci mobilnya dan menaiki mobil itu sendiri.Namun secepat mungkin Pras juga menaiki mobil itu.Hampir saja Pras terjatuh.Rein melajukan mobilnya saat Pras masuk dalam mobilnya.


Rein mengendarai mobilnya begitu kencang.Dia mengendarai mobilnya dengan penuh khawatir.


Pras tau keadaan Tuannya saat ini sedang panik.Pras tak berani mengatakan apapun.


Rein menghentikan mobilnya tepat didepan pintu Rumah sakit.Dilihatnya kerumunan para perawat dan Dokter sedang menangani seseorang yang kecelakaan.Rein turun dari mobilnya dan menghampirinya.


",.Rein....",.Suara Feza terdengar sangat pelan.Rein menciumi tangan Feza yang penuh darah itu.


Dokter membawa Feza keruangan UGD.Rein melepas tangan Feza saat masuk keruangan UGD.


Rein terduduk dengan menutupi wajahnya.Dilihatnya air matanya menetes tanpa terasa.


",.Tuan...silahkan minum dulu",.Pras memberikan air minum kepada Rein.Namun Rein mendorong pelan tangan Pras.


",.Apa yang telah aku lakukan Pras,andai kamu yang mengambil berkas itu,Feza tidak akan seperti ini", Rein menjambak rambutnya sendiri dan sangat merasa bersalah.

__ADS_1


Tiba2 Maxim dan Meisya datang bersamaan.Meisya melihat Rein.Dia menghampiri Rein dan langsung menarik tangan Rein kasar.Rein kaget melihat apa yang dilakukan Meisya.


",.Meisya...",.Maxim menarik kedua lengan Meisya.


".Mau apa kau kesini,belum puas kau menyakiti dia",.Kau mau menari diatas penderitaanya saat ini.",.Meisya menangis histeris dengan berteriak kepada Rein.Namun Rein Hanya menatap dengan pandangan kosongnya.


Meisya merasa geram dan tanpa sadar mendorong Rein hingga keras sekali.Pras dan Maxim menarik Meisya.


",.Meisya...",.Pras memeluk Erat Meisya dari belakang.


", Kau tak pantas ada disini Rein,.Kau telah mengahancurkan kehidupan sahabatku",.kau...


belum selesai bicara pras menyumbat mulut Meisya.


",.Ini Rumah sakit Mei...",Kau bisa tenang".Kita semua disini panik",.Ucap Pras.


",.Meisya....,jangan berbicara apapun lagi.".Kau jangan seperti dirinya yang tak dewasa.".Maxim menarik Meisya dan mendudukannya Dikursi tunggu.


Rein Hanya Duduk dan menunduk karna penyesalannya.Dia tidak menggubris ucapan Meisya dan Maxim sama sekali.Karna Rein sadar kalau dia juga bersalah dakam hal ini.


setelah 45 menit ,Tiba2 seorang dokter keluar dari Ruangan UGD.


Sontak mereka berdiri semua melihat kedatangan Dokter itu.


",.Permisi,...apa disini ada Suaminya",.

__ADS_1


Mereka Kaget dengan apa yang ditanyakan Dokter.Karna setau mereka Feza masih belum menikah.


__ADS_2