FEZA AISE

FEZA AISE
DINNER 2


__ADS_3

",.Maaf Tuan Revan,apakah kau bertukar kabar lewat chatingan dengan istriku",.Rein menanyai Revan yang sedang menatap Feza.


Feza yang mendengar itu langsung menatap Revan dalam penuh ketakutan.


Revan melirik Feza sekilas dan tersenyum.


",.kebetulan saya tadi menelfon istri anda untuk masalah bisnis,lalu Aise mengatakan jika dia hari ini sibuk akan makan malam dengan anda",.


Rein hanya memberikan senyuman masam kepada Revan.


",.Apakah saya tidak mengganggu makan malam anda jika saya bergabung disini",.Revan melanjutkan pembicaraannya.


Rein menatap Feza.Namun Feza hanya menunduk tak berani menatap Rein.


",.Silahkan,saya akan pergi ketoilet dulu.",.


Rein mengeluarkan Hpnya dan menaruhnya didalam saku jasnya yang ada disandaran kursi.Rein mengaktifkan Rekaman suara tanpa Feza dan Revan tau.


",.Apa yang kau katakan Revan,kau benar-benar gila...",.Ucap Feza kepada Revan setelah melihat Rein menjauh.


",.Kenapa???,Kau takut dengan suamimu.Kau takut akan diceraikannya..,tenanglah...aku akan menikahimu".Revan terkekeh dengan menatap wajah Feza.


",.Terserah...,",.Kenapa kau ada disini,?".Tanya Feza lagi.


",.Bukannya kau mengatakan ingin bertemu aku disini",.Revan menggoda Feza.

__ADS_1


",.Kau benar2 Gila Revan,..",.Feza menggelengkan kepalanya.Sedangkan Revan hanya tersenyum mengerjai Feza.


Revan juga tak menyangka jika Feza makan malam ditempat yang sama dengannya.Revan merasa puas busa bertemu Feza disini.Dia merasa ini kesempatan untuk membuat Rein cemburu.


",.Aku lihat kalian begitu akrab",.Ucap Rein yang tiba2 hadir dalam perbincangan Mereka.l


",.Hemhh,bagaimana kita tidak akrab Tuan Rein,Istrimu dulu adalah teman sekolahku.Malah dia dulu pernah",.Belum sempat Revan berbicara namun Feza menyela pembicaraan Revan.


",.Menjadi juara pertama mengalahkanmu",.Feza tersenyum masam penuh dengan rasa takut Revan akan mengungkapkannya kalau dia pernah mencintai Revan diwaktu Smp.


Rein tersenyum sinis dan menatap Feza.


",.Benarkah...",.


Feza hanya tersenyum menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Rein.


",.Ehemmmh,.Kebetulan sekali kami bertemu disini dengan Anda Tuan,apakah anda juga melakukan Dinner dengan istri anda",.


Revan Tersenyum.


",.Iya,...tapi bukan dengan Istriku,tapi dengan wanita yang membuat hidupku banyak berubah,Dia memberiku banyak semangat,Istrimu saja tidak bisa dibandingkan dengan wanita yang aku miliki ini",.Revan melirik Feza dengan senyumannya.


",.Waaw....,aku jadi penasaran dengan wanita yang bersamamu Tuan Revan.Aku tidak yakin jika wanitamu lebih segalanya dari istriku.",.Rein tersenyum konyol.


Tiba2 ada gadis kecil berlari menghampiri Revan.

__ADS_1


",.Daddy...",.Ucap gadis itu sambil memeluk Revan


Feza dan Rein menatap Revan dan gadis kecil itu.


",kenapa kau lama sekali sayank",.?.Revan mencium anak itu.


",.Sorry daddy,aunty Meri tadi masih sakit perut",.Jawab anak kecil itu dengan cerdasnya.


",.Aise,Tuan Rein...kenalkan,dia Chelsea wanita tadi yang aku ceritakan",.Revan tersenyum.


",Oh ...,jadi dia putrimu",.Ucap Feza.


",.Kalau begitu benar kata anda Tuan Revan,kalau wanitamu lebih segalanya dari pada Istriku",.


Rein dan Revan sama2 tertawa.


Mereka berbincang2 sebentar dan akhirnya Feza dan Rein memutuskan untuk pulang.


Diperjalanan Rein banyak diam dengan mengendarai mobilnya.Feza tak berani bertegur sapa dengan suaminya itu.Karna Feza tau kalau Rein saat ini sedang marah padanya.


",.Sayank....,bisa mampir dirumah Meisya gak,aku mau ambil tas yang kemaren Meisya pinjam",.Feza mulai berbasa-basi mencari perhatian Rein.Namun Rein hanya terdiam dan mengencangkan mobilnnya.


",.Rein......,",.Feza memejamkan matanya takut Rein akan bertindak yang lebih buruk lagi.


Rein membanting setirnya hingga mobilnya terpakir dipinggir jalan yang sepi.Feza menatap Rein dengan meneteskan air matanya karna ketakutan.

__ADS_1


Rein mengeluarkan Ponselnya dan memutar Rekaman perbincangan Feza dengan Revan.


__ADS_2