FEZA AISE

FEZA AISE
PERPISAHAN


__ADS_3

Keesokan harinya Feza terbangun dari tidurnya.Dia berlari menuju keluar kamarnya.


",.Pak Wan,...kemana Rein",.


",.Tuan Rein sudah berangkat pagi sekali Nona",.


",.Kemana dia pak Wan",.


",.Saya kurang tahu Nona,",.


Feza semakin panik dan berlari kekamar Erol.Feza melihat Erol yang sudah begitu rapi dengan pakaiannya.


",.Sayank...",.Feza memeluk erat Erol.


",.Mama dari mana,Erol kemarin mencari mama",.


Feza meneteskan air matanya.


",.Mama kemarin dari rumah tante Meisya",.


",.Mama kenapa menangis,",.erol menghapus air mata Feza.


",.Mama kangen sama Erol",.Erol mau kemana?,kenapa Rapi sekali anak mama",.Feza duduk dan menggendong Erol untuk duduk dipangkuannya.


",.Bukannya Mama mau aku sekolah Bahasa di Paris untuk 1 thn",.Hari ini papa mengzinkan Erol ma,dan Erol disana akan dijaga sama Eyang Putri",.kata papa juga mama g bisa ikut,mama harus disini",.


Feza semakin terisak dengan apa yang didengarkan putranya.


",.Erol akan berangkat sekarang,...",.Feza menciumi pipi Erol.


",.Mama jangan nangis,...erol gak lama kok,Erol pasti kembali lagi,.".


Feza memeluk erat Erol.


",.Kau tidak tahu sayank....bahwa papamu ingin menjauhkanmu dariku",.


Feza semakin tak bisa menahan tangisannya untuk perpisahannya dengan Erol.Feza mengantar Erol sampai dia menaiki mobil yang disediakan.

__ADS_1


Feza masuk kedalam kamarnya dengan tak berdaya.Namun tiba-tiba datang seorang pengacara ingin menemui Feza.


",.Apakah itu surat perceraianku",.Feza bertanya sebelum Pengacara itu mengutarakannya.


",.Benar Nona,.",.Jawab pengacara tersebut sambil mengeluarkan Surat Perceraian itu.


",.Dimanakah aku harus tanda tangan",.


",.Nona,...apakah anda benar-benar mau bercerai dengan Tuan",.Ucap Ana yang menyaksikan itu,.


",.Nona,..pikirkan kembali Nona,..kasihan Erol",.Pak Wan melanjutkan.


",.ini bukan kemauan saya,tapi ini kemauan Rein",aku tak kan bisa mempertahankan pernikahan ini lagi,meskipun aku menangis darah sekalipun",.Feza menandatangani Surat tersebut.


",.Hak asuh Tuan Erol akan jatuh pada Tuan Rein.,


",.Pekerjaan Anda akan diaktifkan dikota X",.


",.Anda diberi Rumah juga dikota X",.


",.Anda akan bertemu Tuan Erol saat dia datang dari paris Nanti",.


",.Terserah",.Feza meninggalkan Pengacara tersebut dan masuk dalam kamarnya lagi.


",.Nyonya...",.Ana memanggil Feza yang sedang menangis tengkurap diatas ranjangnya.


",.aku tak ingin kau membereskan bajuku Ana,aku akan pergi hanya dengan beberapa baju saja.",.


",.Baiklah Nyonya,..",.Ana membungkukkan badannya dan keluar dari kamar majikannya.


Tiba-tiba Ponsel Feza berdering.Dilihatnya Maxim yang menghubungi Feza.


", Halo max...",.Ucap Feza dengan suaranya yang parau.


",.Kau tak apa2,.apa yang terjadi...kenapa suaramu terlihat menangis",.Jawab maxim didalam ponsel tersebut.


",.Max....,hiks,..hiks.,...hik",.Rein menceraikanku Max",.

__ADS_1


",.apa yang kau katakan Feza,baiklah,...dimana kamu sekarang",Aku akan menemuimu",.


",.Aku masih berada dimansion Max,..jemput aku sekarang Max",.


",.Baiklah aku akan menjemputmu",.


Maxim seketika langsung menjemput Feza.Maxim memang tidak bisa mendengar jika Feza mendapatkan suatu masalah.Sesampainya dikastil Rein.Maxim masuk.


",.Apakah Feza didalam",.Tanya Maxim kepada seorang pelayan.


",.Maaf Tuan,anda siapa?",.Tanya pelayan itu.


Tiba-tiba Feza lari menghampiri Maxim.


",.Max...,".Feza memeluk erat Maxim.


",.Kau tidak apa2",.Maxim membalas pelukan Feza.


",.Bawa aku pergi dari sini Max",.


",.Baiklah ..",.


",.Nyonya...",.Ana dan pelayan lain memanggil Feza.Feza menoleh dan menghampiri mereka.


Feza memeluk mereka bersamaan.


",.Terima kasih,kalian telah melayaniku dengan baik selama ini",.


",.Nyonya,...anda adalah Majikan terbaik yang pernah kami temui",.Isak tangis para pelayan pecah.


",.kami harap Nyonya akan kembali lagi dengan Tuan Rein",.


Feza hanya tersenyum dan berpamitan.


",.Pak wan, jaga Rein untukku",.Ucap Feza sambil tersenyum kepada Pak Wan.


Pak Wan membalas dengan membungkukkan badannya.

__ADS_1


",.Hati2 nyonya",.Ucap Pak wan seraya air matanya menetes.


__ADS_2