
Disisi lain Rein menyuruh seseorang kepercayaannya untuk memantau Feza dan Revan.Apa yang terjadi membuat Rein terkejut melihat istrinya yang begitu sangat akrab dengan Musuh bisnisnya itu.
Rein membanting Ponsel yang berisi Vidio pertemuan Feza dan Revan.
",.Ternyata dia adalah cinta monyet Feza waktu Smp",.Rein merasa sangat cemburu melihat itu.
Rein pulang lebih awal dari sebelumnya.Rein segera masuk dalam kamarnya dan melihat Feza dan Erol yang sedang bercanda.
",.kau baru datang sayang..."?.Feza menghampiri Rein.Rein hanya menatap Feza sinis.Rein tak menghiraukan Feza yang menghampirinya dan langsung menghampiri Erol yang tiduran diranjangnya dengan menonton tv.
Feza merasa heran dengan sifat Rein yang tiba2 berubah.
Rein memeluk Erol dan menciumi pipinya.
",.Kau tidak menginap dirumah eyang",.
",.Apakah eyang ada dirumah sini pa...?".Suara Erol yang terdengar imut.
",.Hemmm,eyang baru tadi datang...",.Jawab Rein.
",.Jadi Bunda ada disini sayank",.Feza menghampiri mereka berdua dan duduk disamping Rein.Namun Rein masih tak menghiraukan dan tak menjawab pertanyaan Feza.
",.Erol sudah makan malam,".Rein mengalihkan pembicaraan fEza.
__ADS_1
", Kan nunggu papa",.jawab Erol yang masih asyik dengan pandangannya ke televisi.
",.Rein....kau sengaja tak menghiraukan aku",.Feza menarik lengan Rein.Namun Rein berdiri dan mengibaskan tangan Feza.
",.Papa mandi dulu ya,...Erol tunggu papa,sebentar lagi papa turun untuk makan malam",.
",.Ote...,",.Jawab Erol dengan jempolnya yang diajukan ke Rein.
Reinpun hanya melirik Feza dan bergegas masuk dalam kamar mandi.Feza merasa kesal karna Rein mencueki dirinya.Entah kesalahan apa yang Feza buat hingga membuat suaminya merasa tidak seperti biasanya.
",.ma...,Erol pergi kesuster dira ya,Erol mau minum susu..",.Erol turun dari Ranjang tidur papa dan mamanya.Dan langsung keluar kamar menemui pengasuhnya.
Feza mengantar Erol sampai keluar kamar dan menemui Dira pengasuh Erol.Feza masuk dalam kamarnya lagi dan mengunci pintunya.
Feza menghampiri Rein dan memeluknya dari belakang.Rein tau jika ada Feza masuk dan membiarkannya.
",.Apa yang membuatmu marah padaku Rein...",.
Rein tetap tak bergeming.Feza merasa geram dengan Rein tetap tak memperdulikannya.Sebenarnya tubuh Rein sudah menerima sentuhan badan Feza.Rein sudah merasa ingin menciumi tubuh Feza yang indah itu.Namun karna gengsinya dia masih bisa menahannya.
Feza membalikkan Tubuh Rein dan memandangnya.Rein menatap Feza dalam penuh amarah.
Feza tak ingin membuat Rein terlalu lama marahnya tanpa sesuatu yang jelas.
__ADS_1
",.Apa yang membuatmu marah kepadaku sayank",?.Feza menyentuh kedua pipi Rein dan tatapan Rein masih sama.Tanpa basa-basi lagi Feza mencium bibir Rein dan Rein masih belum memberikan reaksi.Feza menciumi leher hingga dada Rein.Namun Rein masih bersifat datar dan tak menghiraukan Feza.
",.Kamu kenapa sih...,g jelas banget",ya Udah,terserah kamu...",.Feza mendorong Rein dan beranjak meninggalkan Rein.Namun Rein menarik tangannya dan mencium bibir Feza dengan kasar.Feza merasa bahwa ciuman Rein tidak biasanya.Feza merasa ciuman Rein membuat bibirnya terluka.Feza mendorong Rein dan melepaskan ciumananya.Bibir Feza terlihat luka akibat gigitan Rein.
",.Kamu gila ya Rein,.",.Ucap Feza sambil menggigit bibir bawahnya.
Rein hanya tersenyum menyeringai.Feza merasa kesal dengan raut wajah Rein yang terlihat mengejek.Fezapun membalikkan badannya seraya meninggalkan Rein.Namun Rein menarik tubuh Feza dan menyandarkannya ditembok dengan tubuhnya yang masih membelakangi Rein dibawah guyuran Shower.
Rein menancapkan Pedangnya yang serasa sangat tajam sedari tadi.Feza Mendesah seakan membuat Rein semakin mempercepat gerakannya.Rein menciumi pundak Feza dengan meluapkan Nafsunya.
Feza menatap Rein setelah melakukannya.
",Apa yang membutmu marah padaku..?",.Feza mengalungkan tangannya keleher Rein.
Rein meraih tangan Feza dan menciumnya.
",.Aku mencintaimu",.Ucap Rein.Feza tersenyum dan memeluk Rein.
", Aku juga mencintaimu Rein...",.
",.Aku tidak rela sebenarnya jika kamu bertemu dengan pria lain Feza",. batin Rein.
",.Maafkan aku...",.Rein membalas pelukan Feza dengan begitu erat.
__ADS_1