
",.Ternyata kau main api dibelakangku...",.Kau sering menghapus pesanmu dengan dia,",.Waaaw",.Rein memainkan sebatang rokoknya dengan menatap putung rokoknya yang ia putar2 dengan jarinya.
Feza merasa kaget karna dia sudah bertahun2 tidak pernah melihat Rein merokok.Feza menghampiri Rein dan mengambil Rokok tersebut dan menginjaknya.
",.Apa yang kau katakan Rein,Kau salah paham dengan semua ini",.Feza menjelaskan dengan air matanya yang mulai jatuh.
",.Kau bilang salah paham",.Rein mengambil ponsel Feza yang dia taruh dilaci dan memberikannya kepada Feza.
Feza membaca pesan tersebut.Feza merasa tak menyangka ternyata Revan begitu tega membuat kebohongan itu.Feza membanting ponselnya.
",.Semua itu bohong Rein,aku tidak punya hubungan apapun dengannya",.Kau harus percaya padaku.",.
",.Benarkah,...",.Rein duduk disofa dgn menyilangkan kakinya.Rein mengambil Rokok dan menyalakannya lagi.
",.Aku mengatakan yang sebenarnya Rein,",.Feza mulai menangis histeris.Feza merasa sangat bersalah telah menghancurkan kepercayaan Rein.Padahal setiap Feza bertemu dengan kliyen prianya dia selalu menceritakan kepada Rein.tapi entah kenapa,mungkin Feza terbawa suasana masa lalu hingga tanpa sadar Feza menyembunyikan semua dari Rein.
Feza menatap Rein yang masih menghisap rokoknya itu.Padahal Rein tau kalau Feza benar2 membenci pria perokok.
Rein mematikan rokoknya dan mengambil ponsel yang Feza banting.Rein menghampiri Feza yang masih berdiri tak jauh dari hadapannya.Rein tersenyum sinis menatap Feza yang meneteskan air matanya.
",.ponselmu mati,..apa kau masih mengingat nomor pria barumu itu",.
Feza menatap Rein semakin dalam penuh amarah.
",.kira-kira apa yang Revan tawarkan hingga kau membalas cintanya Nyonya Aslan.".Rein mengucapkan kata2 yang membuat Feza semakin tak bisa menahan amarahnya.
__ADS_1
",.ceplass...",.Feza menampar Rein dengan tanpa sadarnya.
Rein menatap Feza.
",.Kau menamparku karena lelaki lain",.
",.Kau kira aku adalah wanita murahan Rein",.Feza memegang tangannya merasa bersalah telah menampar Rein.
",.Hemh,...",.Rein tersenyum sinis.Rein mengeluarkan ponselnya dan menelfon ibunya.
",.halo bunda...,sepertinya aku dan Feza tidak dapat kesana hari ini,Feza nampak tidak enak badan..",.Katakan kepada Erol aku akan menjemputnya besok.
Feza mulai menyadari Rein akan marah besar padanya.Feza bergegas pergi dari hadapan Rein.Namun Rein seketika menarik tangannya.Rein membanting Feza ketempat tidurnya.Rein mengambil sebuat obat didalam lacinya.Entah itu obat apa yang diminum Rein.membuat Feza penuh banyak pertanyaan.
Rein lalu menarik tali gorden dan mengikat tangan Feza dengan Erat.
Rein menarik baju Feza dengan kasarnya.
Kini Feza tanpa memakai sehelai kain pun pada tubunya.
Rein menciumi Tubuh Feza dengan paksa.Feza hanya pasrah dengan tangannya yang masih terikat pada tiang Ranjang tidurnya.
Entah obat apa yang Rein minum,Feza benar2 bukan melihat Rein seperti biasanya.Mata Rein yang begitu merah membuat Feza semakin takut menghadapi suaminya itu.
Rein meremas kasar dada kenyal Feza membuat Feza merasa kesakitan.Rein ******* dan menggigit barang intim Feza membaut Feza menggeliat terasa sakit.
__ADS_1
Rein meninggalkan bekas2 kepemilikannya pada tubuh Feza yang tertutup.Feza sudah merasa lemas merasakan perlakuan Rein terhadapnya.
Rein memasukkan pedangnya beberapa kali hingga membuat Feza lemas.Mungkin sudah beberapa kali mereka melakukannya.Feza merasa dirinya sangat lapar.Rein mengambil baju mandinya dan turun kebawah.Mata Rein yang masih memerah membuat para pelayannya merasa takut.
",.ada yang perlu saya bantu Tuan".Ucap Pak wan kepala pelayan itu.
",.Ambilkan nasi dan lauknya untuk istriku",.
",.Apakah nona sakit",.tanya Pak wan.
",.tidak,cepat ambilkan..aku akan membawanya sendiri",.Ucap Rein yang meneguk jus tomatnya.
Pak wan pun mengambilkannya dan lalu memberikan kepada Rein.
Rein membawa nampan yang berisi makanan itu masuk kedalam kamarnya.Rein menaruh nampan itu disamping istrinya berbaring.Rein melepaskan tali gorden yang mengikat pada tangan Feza.
",.Makanlah,...kau masih butuh tenaga lagi untuk melayaniku",.
",.kau ingin membuatku mati karna melayanimu Rein",.Ucap Feza sambil duduk.
",.Apa kau ingin melihatku mati karna menahan nafsuku",.Jawab Rein dengan menatap Feza.
Rein mencium bibir Feza.
",.Kau meminum sesuatu",.Ucap Feza dengan meneteskan air matanya.
__ADS_1
",.syuutttt",.makanlah dulu.Aku akan kekamar mandi.