
",.jadi kau sedang ada pekerjaan juga",.Aku juga menunggu seseorang disini,".
Tiba-tiba suara derhaman laki2 mengagetkanku dan Max.Aku melepaskan tangan Max yang sedari tadi memegang tanganku.Aku menoleh pada lelaki yang sedang berdiri dihadapanku dan Max.
",.Rein...,",.Rein memandangku tajam.Aku semakin terkejut melihatnya.Kapan dia dan Pras tiba hingga aku tidak sadar dengan kedatangannya.
Maxim berdiri dan memandang Rein.
",.Rein,...",.Wajah Max heran.
Rein memindahkan pandangannya kepada Maxim.
",.Selamat siang Tuan Maxim",Apakah anda sudah lama menunggu",.Rein menyapa Maxim.
",.Rein Adzkhan",.Maxim penuh pertanyaan.
",.iya...Rein Aslan Adzkhan",.Rein mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.!
".bolehkah saya duduk",.Rein menawarkan dirinya.
Maxim terlihat terkejut saat Rein mengaku dirinya adalah Rein Adzkhan.Pengusaha Muda yang terkenal sukses.Rein memang tidak suka dirinya diekspos di Saluran telivisi atau hal lainnya yang berkaitan Publik.Jadi maklum jika tidak ada yang tau dengan wajahnya.
Maxim menatapku dan menjawab pertanyaan Rein.
",.Silahkan Tuan,maaf...,saya tidak mengenali anda...karna saya baru pertama kali berhubungan bisnis dengan anda",.Kata2 Maxim yang begitu canggung.
Rein tersenyum sinis.
Maxim dan Rein duduk bersamaan berhadapan.Pras dan aku masih berdiri karna aku tahu,Aku dan Pras hanya bawahan Rein.
",.Feza,...duduklah.",.Maxim menarik tanganku.Aku melihat tatapan Rein sangat tajam kepadaku.
Aku duduk dengan begitu hati2 disamping Maxim.
",.Apakah saya mengganggu Anda Tuan Max",.
Maxim menoleh kepada Rein.
",.Tidak Tuan Rein,",.
__ADS_1
", Kelihatannya anda sangat akrab dengan Karyawan saya",.Rein mulai berbicara Konyol.
",.Spertinya anda terlihat sepasang kekasih yang lama tidak bertemu",.
Aku dan Maxim seketika menatap Rein.Maxim tau Rencana Rein akan memojokkan dirinya.Maxim dulu juga sering membuli Rein karna aku.Mungkin ini adalah kesempatan Rein untuk menjatuhkan Maxim.Namun Maxim menjawab perkataan Rein dengan santainya.
",.Iya Tuan Rein,Aku sangat merindukannya",.Aku sudah lama tidak bertemu dengan Sahabat yang pernah aku Cintai ini".Maxim sengaja mengatakan itu ingin tahu reaksi Rein.Apakah Rein masih mencintai Feza atau tidak.
Rein mengenggam tangannya sendiri dengan Erat.
",.Kalau begitu aku datang diwaktu yang salah,harusnya aku membiarkan kalian berdua lebih lama bukan",.Ucap Rein.
",.Tidak apa2 Tuan Rein,aku sudah pindah kesini untuk mengurus pekerjaanku,jadi aku akan sering2 menemuinya",.Maxim menatapku.Aku menelan Ludahku kasar,aku membubarkan perdebatan Mereka yang semakin panas karna aku.
",.Ehemmm....,.bukannya Kalian bertemu untuk suatu pekerjaan",.Aku tersenyum masam.
Rein menatapku lagi dengan pandangan Sinis.Entah apa arti dari pandangan itu.tapi aku merasa seperti ketahuan selingkuh oleh suamiku sendiri.
Rein memanggil Waiters untuk memesan makanan.
",.Anda ingin pesan apa Tuan Max",.?.Rein memberikan Buku menu kepada Max.
",.saya kopi saja",.Maxim menjawab dengan tersenyum.
",.bukannya kau tidak suka alvokad".
Aku hanya tersenyum masam menjawab pertanyaan Maxim.
",.Ehemmm",.Suara Rein membubarkan pandanganku dengan Maxim.
",.Capucino 2",.Ucap Rein.
Waiters itu menundukkan kepalanya dan pergi.
",.Pras,duduklah",.Rein memerintahkan Pras duduk disampingnya",.
Karna Pembicaraan Maxim dan Rein.Aku menjadi panas dingin rasanya.Akupun memutuskan untuk pergi ketoilet.
Aku Tidak tahu apa yang mereka bicarakan setelah aku ketoilet.saat aku kembali,aku hanya mendengar perkataan bahwa Rein Sudah tidak ingin berurusan apa2 denganku.Dia menganggap aku hanya karyawannya dan tidak lebih.Aku juga mendengar bahwa wanita sepertiku bisa dia dapatkan dimana saja.Aku melihat itu Maxim hanya terdiam dan tak menjawab apa2.
__ADS_1
Aku menghampiri mereka saat suasananya terasa hening.Sebenarnya aku merasa sakit hati dengan pembicaraan Rein.Namun aku bisa apa?,Aku berasa seperti wanita bodoh untuk ini.
Rein memulai pembicaraan bisnisnya.Rein memang seorang yang Sportif.Dia seperti langsung melupakan masalah perdebatan barusan dengan Maxim.
Pras mengeluarkan berkas yang akan dibahas dengan Perusahaan Maxim.Begitu juga Maxim mengeluarkan berkas yang dibawanya.
",.Nona Feza,apakah Anda membawa kontrak masalah keuangan",.Ucap Pras.
",.Hah....,",.Aku mencari berkas itu dalam Tasku,namun aku tidak membawanya.
",.Aku hanya membawa dokumen yang dikerjakan Direktur mila",.Jawabku dengan pelan.
",.bukannya aku menyuruh Mila untuk membawanya juga.,",.Ucap Rein dengan pandangannya membuka berkas2.Suara intonasi Rein sudah terdengar tidak nyaman.
",.Maaf,".Ucapku lagi.Maxim menatapku dengan tersenyum seperti mengatakan.",.Sabar",.
",.Pras,ambilkan Dokumen masalah kontrak keuangan itu sekarang",.
Aku langsung berdiri mendengar itu.
",.e..tidak,biar aku saja yang mengambilnya",Asisten Pras tidak akan tahu tempatnya.",.
Rein menatapku.
",.Terserah",.Jawaban Rein begitu sinis.
",.apakah kau membawa mobil",.Maxim menanyaiku.
",.Aku akan menaiki Taxi",.Jawabku
Rein meminta kunci mobil kepada Pras dan melemparkan pelan kepadaku.Aku dengan cepat menangkapnya.
",.Aku tak ingin kau berlama2",.karna aku sebentar lagi juga ada miting.".Rein masih berbicara sinis.
Pras mendengar itu hanya diam dan tak berani menjawab perkataan tuannya itu.Aku mengambil tasku dan bergegas pergi.
",.Hati2...",.Suara Maxim terlintas ditelangaku yang sudah agak jauh.
Aku mengendarai Mobil Rein dengan terburu2.Karna aku tau sifat Rein.Aku juga tidak mau Maxim kehilangan pekerjaan ini karna kelalaianku.Karna Maxim adalah Pengusaha yang sulit untuk ditemui karna banyaknya pekerjaannya.Mungkin ini adalah kesempatan Maxim untuk mendapatkan kontrak ini.
__ADS_1
Sebenarnya aku kaget saat Maxim ternyata Meminta bantuan Pinjaman untuk perusahaan kepada perusahaan Rein.Aku kira aku Akan menemui pekerjaan ini dengan orang lain.Tapi itu ternyata adalah Maxim.Sahabatku,Sekaligus mantanku yang pernah menjadi musuh Rein dulu.
Aku takut jika Rein hanya memberi harapan kepada Maxim.Maka dari itu aku harus cepat2 membawa kontrak itu sebelum Rein berubah pikiran.