
Feza merasa takut kalau Rein akan salah paham.
",.Aku mengganggumu",.Mata Rein mulai berkaca-kaca.
",.Tidak Rein,..kau salah paham,di..dia",.Feza mulai gugup.
",.Hemh",.Rein tersenyum masam dan menahan air matanya yang akan keluar.
",.aku harap besok kau datang diacara pertemuan orang tua murid disekolah Erol.",.Aku permisi dulu",.Rein berjalan melangkah keluar dan Feza merasa tertegun bagaikan merasa sangat bersalah kepada Rein.
sesampainya dipintu Rein membalikkan badannya.
",.Jangan lupa besok jam 10 pagi",.Ucap Rein dengan senyuman penuh kesedihannya.
",.Rein,...",.Feza hanya terdiam melihat kepergian Rein.Feza menangis histeris merasa seperti berat atas kepergian Rein.
Waktu sudah malam.Feza merasa dirinya prustasi dan pergi keclub untuk menghilangkan pikiran yang sedang melemanya saat ini.
__ADS_1
",.Feza...,aku harap kau jangan minum terlalu banyak.",.aku tidak ingin kau membuat kekacauan lagi".Ucap mawar salah satu teman Feza.
Feza menghirup asap rokok itu dengan begitu nikmatnya.
",.Hahaha ...",.kenapa?,kau takut malu karnaku.",.Feza meneguk wine yang ada didepannya.
Mawar mengeluarkan ponsel Feza yang berada pada dompetnya.Dia melihat nama Rein dipanggilan begitu banyak.
",.Mungkin aku harus menelfon dia,sepertinya Feza juga sudah berbaikan dengannya",.tidak,aku akan mengirim pesan saja",.Ucap mawar dengan dirinya sendiri dan menulis pesan diponsel Feza saat Feza sedang berdiri berjoget dengan yang lainnya.
",.jemput aku diclub kota s",.
Sesampainya diClub.Rein memasuki Club dan mencari keberadaan Feza.Rein terasa begitu tertegun ketika ia melihat sosok wanita yang dicintainya sedang menghisap sebuah rokok dan memegang minuman ditangannya.Rein benar-benar tidak menyangka dengan apa yang dilihatnya.Rein menghampiri Feza yang sedang duduk disofa dengan para teman-temannya.Rein duduk disamping Feza tanpa Feza menyadarinya.Teman2 Feza terpana saat melihat Rein.Rein menuang Wine kegelas kosong depan Feza.Feza terkejut dan menoleh kesamping Rein.
",.Rein....",.Feza segera mematikan rokoknya dengan menekannya ke asbak.Sedangkan Rein tertawa sinis dan meneguk wine tersebut.
Rein menatap Feza kesal.Teman2 Feza merasa canggung dan meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
",.bukannya kau masih setengah mabuk",.?.Lanjutkan sampai kau benar2 sampai tak bisa berdiri.".
Feza merasa perkataan Rein menyindir.Feza meneteskan air matanya dan meneguk sebotol Wine didepannya tanpa jeda.Rein hanya terdiam dan tetap menatapnya.
Feza menaruh kasar botol wine kosong yang sudah diteguknya.Feza memgambil botol wine yang lainnya namun Rein menahannya.
",.Kenapa kau seperti ini Feza",.Kenapa???".,Rein melirik penampilan Feza yang begitu Fulgar dengan memakai celana yang begitu pendek dan kaos oblong yang begitu ketat.
",.Hahahahhhahaa....".Feza tersenyum dengan meneteskan air matanya.
",.bukannya ini karnamu".Feza mengambil minuman digelas dan ingin meneguknya lagi.Namun Rein menahannya dan menarik tangannya keluar dari Club.Feza yang sempoyongan dan merasa tak bisa berdiri terduduk.
",.mau kemana Rein"?.Hemmmh,.aku sudah tidak bisa berdiri rasanya",.Ucap Feza dengan suaranya yang Parau.
Rein seketika menggendong Feza dan membawanya pulang.Diperjalanan Feza terlelap dan tak mengatakan apapun.Rein menyetir dengan keadaan yang merasa bersalah karna melihat mantan Istrinya yang berubah.
Rein membawa masuk Feza kedalam kamarnya.Rein terduduk dipipi Ranjang dengan menjengku kedua tangannya dilututnya dan menutup wajahnya.Rein tak menyangka jika mantan istrinya yang dulu pendiam namun tiba2 kembali keasal mula waktu dia masih gadis lagi.
__ADS_1
Tiba-tiba Rein dikagetkan saat tangan melingkar dilehernya.