FEZA AISE

FEZA AISE
MEMANCINGKU


__ADS_3

Rein melajukan sendiri mobil mewahnya tanpa seorang supir.Pras yang tahu Meisya sudah berada dirumah langsung pulang menemuinya.Rein mampir ketoko makanan dan kue untuk oleh2 Feza,.Rein merasa seperti memenangkan lotre dengan kehadiran Feza yang selama ini benar2 ditunggunya.Apalagi mendengar Feza yang juga belum menikah membuat Rein merasa punya kesempatan kedua untuk bisa kembali dengannya.


Rein kini telah sampai diRumah Sakit.Rein memasuki Kamar rawat inap anak.Rein membuka pintu kamar yang ditempati Erol begitu hati2.Rein memasuki kamar itu dan melihat Erol yang sedang bermain Gamenya.Rein menoleh disofa dan melihat pemandangan mantan istrinya tidur dengan menghadap kesamping dan pinggang agak terbuka.Rein melihat itu.Dia juga melihat tato dipinggul kanan Feza.


",.Berapa tato yang dia miliki pada tubuhnya", Bukannya dia tidak betah sakit",.dia benar-benar sudah gila",.


Rein menghampiri Feza dan melepaskan Jas santainya untuk menjadi selimut Feza.Rein tak sengaja melihat sekilas gambar tato itu.Rein menjadi penasaran dan mengangkat baju Feza dengan pelan2.


",Singa...",. Rein melihat gambar singa jantan duduk dengan anaknya.Rein seketika merasa lemas dan menutup tubuh Feza dengan jasnya.


Rein menghampiri Erol.Rein merasa benar2 telah menyakiti Feza.Rein merasa Feza telah menyakiti badannya karna dirinya.


",.Apakah lambang gambar singa itu adalah aku dan Erol".Rein duduk disamping kursi dekat Erol dengan melamun.


",.Papa....,Erol kapan boleh pulang pa?",.Erol sudah sehat",.Erol mulai meringik tidak betah.


",.Sabar dulu,..nanti papa akan tanyakan kepada dokter",.tapi sepertinya Erol juga sehat,besok pasti boleh pulang",.


",.Yee....,Erol kan bisa maen2 lagi sama mama,",.

__ADS_1


Rein tersenyum mengiyakan.


Tak lama kemudian Feza terbangun dan melihat Rein duduk disamping Erol.


Feza segera merapikan bajunya dan rambutnya.Rein menyadari saat Feza terbangun.Rein menghampiri Feza dan duduk disamping Feza.


",.Kau sudah makan",.tanya Rein menatap Feza.


Feza menguap dan menutup mulutnya sambil menggeliyat lelah.Feza menatap kembali Rein dan tersenyum.


",.heemmm,aku sudah makan",.Kau membawakan bajuku.Feza berdiri dan menggeliyat lagi,membuat perut Feza telihat.Rein menyaksikan itu tertawa sinis.


Feza terkekeh mendengar itu.


",.Bukannya kau sering melihatnya dulu Rein",.hahahaha,.mana bajuku,aku ingin mandi",.


",.Hemh...",.Rein berdiri dan mengambilkannya untuk Feza.


",.ini,..",.Rein memberikannya kepada Feza.

__ADS_1


",.sayank,..kau juga membawakan aku dalaman yang begitu sexi,."Feza berbisik pelan didepan Rein.",.jangan bilang kau akan melakukannya disini",.


Rein mengusap rambutnya kasar dan seketika menyeret Feza masuk dalam kamar mandi.


Rein menatap Feza yang dia sandarkan ditembok. Feza yang hanya tersenyum menggoda Rein membuat Rein semakin ingin memakannya.


",.kau dari tadi memancingku,.sepertinya kau juga terbiasa dengan pekerjaanmu ini Feza",.Rein melepaskan resleting celana Feza.


",.Coba saja kau lakukan disini,..aku akan menjerit keras menikmatinya hingga Erol mendengar itu",.Aaaaaaakkk".Feza menjerit dan membuat Rein seketika menutup mulut Feza.


",.Kau gila,...,",.Ucap Rein.


Feza menarik tangan Rein dan menatapnya dengan senyuman mengejeknya.


",.Mama....,papa....,mama sama papa ngapain,",.Erol memanggil diluar sana.


Rein melepaskan Feza dan keluar kamar mandi.


Feza menarik nafas berat.Feza meneteskan air matanya.Dia sebenarnya tidak ingin menjadi seperti ini.tapi rasanya Feza sengaja menjadi wanita liar agar Rein bisa merasa jijik dan melupakan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2