FEZA AISE

FEZA AISE
PREMATUR


__ADS_3

Lampu operasi berubah pertanda selesai.Semua berdiri menantikan keluarnya Dokter.Dokter keluar dari ruang operasi.


",.bagaimana dokter",.Maxim tergesa2 bertanya pada dokter.


",.Alhamdulillah,...bayinya selamat Tuan,".


",.Oh...syukurlah,...",Semua senang mendengar itu.


",.bagaimana dengan Feza dokter"?.",.Rein bertanya pelan dengan raut wajahnya yang sendu.


",.nona Feza masih mengalami kritis.,kita hanya bisa berdoa,dan saya sebagai dokter akan berusaha semaksimal mungkin",.


Meisya yang mendengar itu tiba2 tidak sadarkan diri.Meisya syok mendengar itu,Meisya takut jika akan kehilangan Sahabat baiknya itu.Pras membopong Meisya untuk masuk dalam ruang rawat.


Rein terasa lemas dan tak bertenaga.


",.Apa jenis kelamin anakku dokter",.Ucap Rein.


",.Dia laki2 Tuan,",.


",.apakah aku boleh melihatnya",.


",.Maaf Tuan,putra Anda masih harus dalam perawatan,karna dia lahir secara prematur.,jadi anda bisa melihat lewat Kaca pemantau diruangan Indukator."


Ucapan Dokter itu membuat Rein tertegun.Rein terduduk lemas.dan mengacak2 rambutnya Sendiri.

__ADS_1


",.Lihatlah Rein,...Apa kau puas melihat dia sekarang ini",.Apakah balas dendammu terbayar sudah dengan membuat Feza seperti ini",.Maxim memojokkan Rein.


Rein hanya melirik Tajam Maxim dan tak menjawabnya.Rein sungguh dirinya sangat prustasi.apa yang dilakukannya selama ini terhadap Feza ternyata berdampak tidak baik untuknya.


2 hari kemudianFeza telah sadar,Namun dia masih tidak begitu pulih.dokter masih melarang untuk menjenguknya.


",.Kaki nona Feza mengalami patah tulang Tuan Rein",.Kemungkinan dia tidak bisa berjalan untuk sementara waktu",.Ucap dokter menjelaskan.


",.Lakukan yang terbaik untuk dia dokter".


",.Baik Tuan Rein,kami akan berusaha semampu kita sebagai dokter",.


Meisya menatap Rein dengan sinisnya.


".Siapa yang akan merawat Feza",.?Meisya meneteskan air matanya.


",.Mungkin kau iya,....tapi apakah Feza mau kau nikahi",.Ucap Meisya.


",.Dia harus mau",.


",.Aku setuju jika Feza menikah denganmu,disisi lain kau juga memiliki anak dengannya",.Maxim melanjutkannya.


",.Pras....,aku ingin kau mengurus surat pernikahanku dengan Feza",.


",.Baik Tuan",.

__ADS_1


",.Mau tidak mau Feza harus menikah denganku,",.Rein duduk dan menggenggam tangannya erat.


",.jika kau berjanji tak akan menyakiti Feza,aku akan membantumu",.


Ucapan Meisya membuat Rein hanya terdiam dan menatapnya seolah2 mengatakan aku berjanji akan menjaganya dan takkan menyakitinya.


Hari2 berlalu telah Feza lalui.Feza telah pulih meski kakinya tidak boleh digerakkan.


",.meisya....,Bagaima keadaan anakku Mei",.Ucap Feza yang masih lemas.


".Erol baik2 saja....,",.Dia sekarang masih dirawat diruangan indukasi Fe",.


",.Erol..???,siapa dia?",.Feza mulai bertanya heran.


",.Dia anakmu dengan Rein,",.Meisya mengambilkan bubur untuk Feza.


",.Siapa yang memberikan nama itu?".


",.Siapa lagi kalau bukan ayahnya,",.Meisya begitu santai menjawabnya.


".Berani sekali dia memberikan nama itu kepada anakku,Aku tidak akan memberikan sebutan Ayah atau apapun kepadanya Mei",.Feza mulai emosi.


",.Lalu,kau akan berikan nama Ayah itu untuk siapa,?,Apa kau juga ingin mengubah nama anakmu?".


Feza meneteskan air matanya.

__ADS_1


",.Feza...kau bukan lagi seorang gadis,kau adalah seorang ibu",.Meisya memegang tangan Feza.


Mungkin Feza heran,kenapa Rein bisa tahu kehamilannya.Tapi Feza ingat saat kecelakaan waktu itu.Rein adalah orang yang dikenal untuk pertama melihatnya dirumah sakit.Mungkin dokter akan Mencari keluarganya untuk menangani ini.Namun karna Feza tidak punya keluarga dan hanya Rein yang ada.Jadi dia mengetahui semuanya.


__ADS_2