
Feza menutupi badannya dengan selimutnya.Dia memakan makanannya dengan meneteskan air matanya karna merasakan sakit ditubuhnya.
Feza menaruh nampan dan piring kotornya dimeja lampu tidurnya.Dia menantikan Rein yang tak kunjung keluar dari dalam kamar mandi.Feza merasa ada sesuatu yang aneh pada diri Rein.Feza beranjak dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi tersebut.Namun Rein mengunci pintu kamar mandi itu.
",.Sayank....,kenapa kau begitu lama...?".Buka pintunya.,..Rein....".Feza menggedor pintu itu berkali2 namun tidak ada jawaban dari Rein.Feza mulai panik.Karna Rein memang terlihat berkeringat banyak waktu memberikan Feza Makanan tadi.Feza merasa Rein menahan sesuatu dari tubuhnya.Rein terlihat lemas dengan keringat yang bercucuran dibadannya.
Feza segera mengambil piayama tidurnya dan memanggil Pelayannya.
Pak wan segera masuk dan mendobrak pintu kamar mandinya.Pak wan kaget melihat Rein yang sedang berendam di bat up tanpa sadar.
Feza menangis histeris melihat keadaan suaminya yang sudah pucat.Feza menyuruh pak wan memanggil para bodigardnya untuk mengangkat Rein.
Feza segera menelfon Akbar dokter pribadi Rein.
Tak lama kemudian Akbar datang dan memeriksa tubuh Rein.
",.Apa yang terjadi...".?.Tanya akbar sambil memeriksa Rein.
",.Aku tidak tahu,Rein tiba2 tidak sadarkan diri dalam kamar mandi",.Feza menggosok tangan suaminya yang sangat dingin.
",Denyut nadinya melemah",.
",.Sepertinya dia Oferdosis obat2an",.
__ADS_1
",.dia harus dilarikan kerumah sakit.".Ucap Akbar yang panik.
Feza mendengar itu makin histeris menangis.Feza menyuruh pak wan untuk menyiapkan mobilnya.
Reinpun dilarikan ke rumah sakit.
Feza menunggu diruang tunggu dengan Pak wan,Ana dan 2 bodigardnya.Feza terlihat mondar mandir dengan tubuhnya yang masih memakai piama dan memakai jaket yang dibawakan Ana.Karna waktu Feza panik ,Ana melihat Nyonyanya hanya memakai piyama tipis untuk tidur.Jadi dia mengambilkan jaket untuk Feza.
selang satu jam Dokter keluar dari Ruangan Darurat.Dilihatnya Akbar dari belakang Dokter tersebut.
",.Dokter,Akbar...,Bagaimana keadaan suamiku",.
",.E...Feza,bisakah kau keruanganku",.Ucap Akbar.
Feza membuntuti Akbar yang berjalan keruangannya.Akbar memberikan hasil pemeriksaan dari Rein.Feza benar2 syok melihat Hasilnya.ternyata Rein mengkonsumsi obat2an terlarang.Feza meneteskan air matanya.
",.Mulai kapan Rein mengkonsumsi obat2an ini?".
tanya Feza kepada Akbar.
",.Sebenarnya Rein dulu pernah mengkonsumsinya.Namun saat menikah denganmu dia berhenti untuk itu",.entah apa yang membuat dia meminum itu lagi,aku tidak tahu..",.Akbar mencoba menjelaskannya.
",.Lalu apakah dia akhir2 ini meminumnya",.?
__ADS_1
",.Sepertinya dia meminum 1 kali ini,dan dia meminum melibihi dosis",.Akbar meneruskan penjelasannya.
",.Tapi tenanglah,Rein tidak apa-apa,dia akan segera sadar.",.
",.Hemmm.,baiklah Akbar,Terima kasih",.
Feza merasa Rein meminum obat2an itu karna dirinya.Feza merasa bersalah atas apa yang terjadi pada suaminya.
Feza memasuki Kamar rawat tempat suaminya di Rawat.Feza melihat Rein masih belum sadarkan diri.Feza duduk didekat Rein.Dia memandang lekat wajah tampan Rein.
",.Apa kau begitu mencintaiku hingga kau lakukan ini",.Feza menggenggam tangan Rein dan menciuminya.
",.Aku mencintaimu Rein",.
",.Mama....,",.Feza dikagetkan dengan suara Erol yang tiba2 ada disampingnya.
",.Sayankkkkk.....",.Feza memeluk erat Erol yang sudah 3 hari dirumah neneknya.
",.Bunda...",.Feza bersalaman dengan Ibu Rein.
",.Apa yang terjadi kepadanya Feza,.?".tanya Bunda Rein kepada Feza.
",.Rein tidak apa2 bunda,dia hanya salah makan saja,",.Jawab Feza berbohong kepada mertuanya.
__ADS_1
Bunda Rein merasa sangat khawatir melihat kondisi putranya saat ini,.namun setelah dijelaskan bahwa Rein tidak apa2 membuat Ayah dan bunda Rein begitu lega.