
Hari-hari telah berlalu.Rein tak pernah melihat Feza berbisnis lagi dengan Revan.Rein meredam semua itu.Mungkin itu hanya pertemuan biasa saja,pikirnya.Namun disisi lain.Dibelakang Rein Feza dan Revan saling bertukar kabar.Feza merasa dirinya sekarang benar2 terbawa suasana masa lalu dengan Revan.Namun itu mungkin hanya menemani kejenuhan Feza.
",.Maukah kau aku kenalkan dengan teman akrabku.",.Tulis Feza dalam chatingannya kepada Revan.
",.Kalau bersamamu bisa bahagia kenapa harus dengan orang lain",.Jawab Revan yang mulai menggoda.
Feza tersenyum sendiri sambil menatap Iphonenya itu.
",.Kau berani,Rein takkan memaafkanmu Revan",.Jawab Feza lagi.
",.HAHAHA,.kau kira aku takut dengan suamimu",.
Rein membuka pintu dan membuat Feza kaget.
",.Kau baru pulang sayang",.Feza menghapus pesannya dan tak ingin ada salah paham diantara mereka.
",.Kau sedang chatingan dengan siapa"?Rein menutup pintu dan menghampiri Feza.
",.Aku hanya sedang melihat olshop",.Feza tersenyum sambil menaruh ponselnya diatas ranjang.Feza mencium bibir Rein dan memeluknya.
",.apa kau tidak ingin mengajakku keluar,aku ingin makan malam diluar".Ucap Feza manja dengan masih memeluk Rein.
",.Baiklah,aku akan pergi mandi dulu...kau bersiap2lah.".
",.kita ber2,aku tidak mau kau membawa Pras atau supir".Feza melerai pelukannya.
__ADS_1
",.Baiklah,.pulang makan malam kau harus melayaniku sampai aku puas",.
",.ah,..mau...",.Feza menggoda Rein dan Rein tersenyum sambil masuk dalam kamar mandi.Feza mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Revan.
",.sudah dulu ya..,aku sedang mau Dinner bersama suamiku",.Ketik Feza dalam Ponselnya.
Revan yang menerima pesan disana hanya tersenyum membaca itu.
",.ternyata kau masih sama seperti dulu Aise.,andai kau masih sendiri,,mungkin aku bisa mendekatimu",.Tapi sekarang kau adalah seorang perempuan yang bersuami,dan dia adalah musuh dalam bisnisku.Menarikkkk...",.Revan berbicara sendiri sambil menatap ponselnya.
Feza dan Rein kini sudah berada dalam restoran mewah untuk sebuah makan malam.
",.Kau tidak seperti biasanya mengajakku makan malam sperti ini".Ucap Rein sambil memotongkan stik untuk Feza.
",.Sayankkkkk,...kapan lagi coba.Mumpung Erol juga sama bunda,kita bisa keluar berduaan gini.".Feza menyuapkan nasi goreng untuk Rein.
",.Makanlah...",.Ucap Rein.
", Makasih sayank..".
Tak lama kemudian mereka berdua sudah selesai menikmati makan malamnya.
",Aku mau ketoilet dulu,".Rein berdiri.saat ingin membalikkan badannya dia menabrak seseorang.
",.Maaf,saya tidak",.Rein melihat siapa seseorang yang ditabraknya.
__ADS_1
",.Kau...",.Rein terkejut saat Dia melihat Revan dihadapannya.Feza yang sedang asyik memandangi Ponselnya terkejut saat Revan berada didepannya juga.
",.Revan...",.Feza menyebut nama lelaki yang sedang beradu pandang dengan suaminya itu.
",.Tuan Rein,anda tidak apa2",.Revan mulai berbasa-basi.
",.Tidak apa2 Tuan Revan.",.Rein tersenyum masam.
Revan melihat ke Arah Feza.
",.Aise....,kau ada disini",.
Rein melihat ke arah Feza.Feza merasa tidak enak hati melihat tatapan Rein kepadanya.
",Aise...??",.hemmh,..",.Rein tertawa sinis.
",.Revan....,",.Feza sedikit tersenyum.
",.oh,..jadi saat kau ingin dinner dengan suamimu jadi disini",.Ucap Revan dengan niat ingin membuat Rein cemburu.
",.Eee....",.belum selesai Feza menjawab Rein sudah dulu berbicara.
",.Kenapa anda bisa tau saat istri saya dan saya sedang Dinner",.Rein mulai bernada curiga.
",.Oh,...jadi Aise adalah istri anda...?".Waaaw,.kenapa kau tidak cerita aise,kalau Rein yang kau ceritakan adalah orang besar.",.Revan memandang Feza.Feza hanya panik melihat semua ini.dia mulai gelagapan saat ingin menjawab pertanyaan Revan.
__ADS_1
",