
Rein menghampiri Feza.Namun Feza tak berani menatapnya.
",apa yang ingin kau lakukan",.Tanya Rein dengan mengusap dahi Feza yang penuh keringat.
Feza hanya terdiam dan menahan sakit perutnya.
",.Kau sakit.",.Rein memegang pipi Feza dan membuatnya menatap Rein.
Feza menggigit bibirnya.
",.Kau kenapa sayang..?",.Rein mulai panik.
Namun Feza tidak tertahankan.
",.Aku ingin buang air",.Feza memejamkan matanya malu.
Rein tertawa mendengar itu.
",.Kenapa kau tertawa,apakah lucu"?".Feza terlihat kesal.
Rein menatap Feza yang masih dengan tersenyumnya.
",.Dokter menyarankan kakimu tidak boleh bergerak dulu.",.Kau buang air disitu saja,bukannya kau memakai pempers".
",.Tapi",.
",.Nnti aku yang akan menggantinya",.
Feza meneteskan air matanya.
",Tapi aku maluuu...",.Feza merengek seperti anak kecil.
Rein mengambil tangan Feza dan menciumnya.
",.Biasakan,aku sekarang adalah suamimu.itu semua sudah tanggung jawabku".
Rein lalu keluar ruangan meninggalkan Feza sendirian.Rein sengaja membiarkan Feza sendirian karna Rein takut Feza malu untuk itu.
Tak lama kemudian Rein masuk dan mebghampiri Feza.Feza hanya menundukkan kepalanya saat dirinya tidak memakai apapun dan dilihat oleh Rein.Rein menatap Feza dengan senyumannya.
",.Tidurlah,sekarang masih jam 2 pagi",.Rein mengecup dahi Feza.Saat Rein ingin kembali kesofa,Feza menarik tangan Rein.Rein menoleh kepada Feza.
__ADS_1
",.Terima kasih",.Ucap Feza lirih.
Rein tersenyum dan mencium kening Feza kembali.
",.Maafkan Aku Feza,karna aku selama ini menyakitimu",Aku juga tidak tahu jika kau mengandung anakku,maafkan aku...maafkan aku",.Rein memeluk Feza erat dengan meneteskan air matanya.
Feza hanya membisu dan juga menangis karna ucapan Rein.
",.sebenarnya aku sudah memaafkanmu Rein,saat Meisya menceritakan semuanya,aku mencoba mengerti meskipun hatiku terasa sangat sakit",.
Feza melerai pekukan Rein dan mencium tangan Rein.
",.Aku memaafkanmu Rein".Feza tersenyum kepada Rein.
Rein tersenyum dan mengecup bibir Feza.
",tidurlah..,",.Rein menghapus air matanya.
",.Tapi aku lapar...,aku ingin makan nasi rendang",.Feza mulai Manja.
",.Hah...,sayang..,ini jam berapa?",Aku harus cari dimana?".
",.Heheheh.,Terserah,tapi aku memang ingin makan Nasi Rendang",.Feza tersenyum senang.
",.Pras,carikan nasi Rendang dan antarkan kesini",.
",.Malam ini bos...",.Terdengar suara Pras dalam ponsel Rein.
",.Istriku lapar,dia ingin makan nasi Rendang",.Cepat antarkan kesini.",.
Rein langsung mematikan Ponselnya.
",.Bolehkah aku istirahat sambil menunggu Pras datang",.Rein meminta izin Feza.
",.Tidurlah,pasti kau lelah sekali bukan",.Feza mengelus tangan Rein.
Reinpun berbaring kembali disofa dan memejamkan matanya.Feza tersenyum menatap Rein yang sangat terlihat tampan.
setengah jam kemudian.Pras memasuki kamar Feza.Dilihatnya Feza memainkan Ponselnya.
",.Nona...",.Pras menghampiri Feza.
__ADS_1
",.PrAs",.Syuuttt...",.Rein sedang tidur,jadi jangan sampai suaramu membangunkannya.
",.Apakah itu makananku,",.Feza menaruh Ponselnya disampingnya.
",.Iya nona,...",.Pras mengambilkan piring tanpa disuruh Feza.
",.Kau baik sekali asisten Pras",.suara Feza lirih.
Pras menyiapkan makanan itu dan menyugukannya dihadapan Feza.Tidak lupa Pras juga memberikan air untuk Feza.
Saat Feza mau menghabiskan makanannya,tiba2 Rein terbangun.Dilihatnya Pras sedang duduk dihadapan Feza yang sedang makan.
",.Kau tidak membangunkanku.",.Rein duduk dan melihat jam tangannya.
Pras mendengar suara Rein langsung kaget dan berdiri.
",.Maaf Tuan,Nona Feza tidak membolehkan saya membangunkan anda.",.Pras menundukkan kepalanya.
Rein menghampiri Feza.
",.Pulanglah,",.Perintah Rein kepada Pras.
Pras membungkukkan badannya dan berpamitan pulang.Kini hanya tinggal Rein dan Feza dalam Ruangan itu.
",.Kenapa Kau tidak memabangunkanku",.Rein mendekati Feza.
",.aku tidak tega saat melihatmu tertidur begitu lelapnya,aku melihat dirimu sangat begitu lelah",.
", Tapi aku tidak suka saat orang lain yang memperhatikanmu",.
",.kau cemburu pada Asistenmu",.Feza meneguk air yang disediakan Pras.
",.Apakah berani dia mengambilmu dariku,jangan sebut namaku jika dia aku kubur hidup2",.
Feza tersedak mendengar ucapan Rein.Fezapun menaruh gelas itu dimeja makan pasien depannya.Feza menarik tangan Rein.
",.Sayank...",.Feza mencium tangan Rein.
Rein duduk dan menatap Feza.
",.I love You",.ucap feza dengan Matanya yang berkaca2.
__ADS_1
Rein mengecup bibir Feza kembali.
",.Love you too",.Rein tersenyum