FEZA AISE

FEZA AISE
ORANG KE-3


__ADS_3

Feza terbangun dari tidurnya.Dilihatnya tidak ada Rein disampingnya.Feza mencari Rein diruangan sudut kamarnya.Feza memncarinya dikamar mandi namun tidak ada.


",,kemana Rein",?. pikir Feza.Feza segera mandi dan turun mencari Rein.


",.ana....,apakah kau melihat Tuan Rein",.Tanya Feza kepada salah satu pelayannya.


",.Iya nyonya ...Tuan sedang berada dalam ruang kerjanya".Jawab pelayan itu sambil menundukkan kepalanya.


",.Baiklah,..",.Feza berlalu meninggalkan pelayannya,dan langsung menuju keruang kerja Rein.


Feza terkejut melihat Rein tertidur disofa dengan beberapa botol alkohol yang berserakan.


Feza menghampiri Rein dan membangunkannya.


",.Rein....,bangun",.Feza duduk disamping Rein yang tertidur .Feza membangunkan Rein dengan tangan dinginnya yang dia taruh pada pipi Rein.


Rein hanya menggeliyat dan tak menanggapi Feza.


",.Rein....,bangunlah..hari ini kita akan menjemput Erol",.Feza mencoba membangunkan Rein kembali.


Rein terpaksa bangun dan duduk.Rein mengusap wajah tampannya dengan kasar.

__ADS_1


Rein melirik Feza sinis.Rein berdiri tanpa memperdulikan Feza disampingnya.


Feza tau Rein adalah orang yang pemarah dan pecemburu.Rein akan melakukan apapun yang dia mau jika sudah dirinya tidak bisa terkendalikan.Tidak ada yang berani menegur dirinya termasuk Feza.Namun Feza adalah wanita yang sabar.Dia selalu mengerti Rein walau apapun keadaannya.Feza tak pernah marah terlalu lama kepada Rein,meski terkadang Rein yang salah.


",.kau mau kemana?".Feza menatap Rein yang berdiri didepannya.


Rein hanya melirik Feza dan berlalu pergi keluar Ruangan kerjanya.Feza hanya membiarkan Rein.Karna Feza tau sifat suaminya itu.Dia tidak akan mau bicara jika ada yang dia kesali dari dirinya.


Feza memanggil kepala pelayan untuk membereskan Ruangan kerja Rein.Feza lalu masuk kedalam kamarnya mengikuti Rein.Feza menunggu Rein yang masih berlama dalam kamar mandi.Feza menunggu sambil menonton telivisi.Tak lama kemudian akhirnya Rein keluar.


Rein masuk kedalam Ruang ganti untuk berganti pakaian.Rein melirik Feza yang masih asyik menonton telivisi itu.Hingga akhirnya selesai merapikan diri Rein melewati Feza untuk keluar kamar.Feza melihat Rein yang sudah rapi langsung mematikan televisinya dan mengejar Rein.


",.Kau masih marah padaku",.?.Tanya Feza dengan kata2 yang merayu Rein.


",.Kita bisa terlambat menjemput Erol",.Jawab Rein datar.


",.Tapi aku tidak ingin kau mencueki diriku seperti ini,...",.Ucap Feza.


Rein melepaskan tangan Feza yang melingkar diperutnya.


",.Lupakanlah,aku tak ingin membahas masalah ini",.Ucap Rein dengan badannya yang masih membelakangi tubuh Feza.Rein meneruskan jalannya,namun Feza secepatnya berlari menghadang pintunya.

__ADS_1


",.tidak,...perkataanmu masih belum benar2 memaafkanku",.


Rein menatap Feza dalam.


",.apa kau berselingkuh dengan Revan,.Rein memasukkan tangannya kedalam sakunya.


Feza mendengar itu langsung terbelalak kaget.


",.Apa yang kau katakan Rein",,?.


",.Hemh,...",.Rein tertawa sinis.


",.Aise...Aise...!!.,Kau begitu cantik malam ini,",.Rasanya aku ingin memilikimu selamanya."Ucap Rein menirukan Pesan yang dikirim Revan semalam diponsel Feza.


Rein sengaja membalas pesan Revan dan ingin tahu ada hubungan apa istrinya dengan teman masa lalunya itu.


Tapi Revan menyadari pesan itu bukan dari Feza.karna Revan tau Feza tidak pernah membalas pesannya dengan serius.Akhirnya' Revanpun membalas pesan itu dengan membuat Rein sangat begitu cemburu.Revan membuat seolah2 pertemuan semalam adalah Rencana Feza dan Revan juga.


",.Aku harap kau mengahapus pesanku agar Rein tidak tahu hubungan kita Feza",. Rein mengingat pesan itu dari Revan.


Rein berjalan mengambil sebatang rokoknya dan menyalakannya.Rein menghisap dalam rokok tersebut dengan rasa kesal yang dimilikinya.

__ADS_1


__ADS_2