Gadis Bermata Pelangi

Gadis Bermata Pelangi
kepribadian ganda


__ADS_3

Lalu Monica menoleh ke belakang dan ternyata, itu Zela.


"Kamu ngapain,?" tanya Zela.


"Aku ke kunci," jawab Monica.


"Ya udah, ayo masuk dan tidur,"


Mereka pun masuk ke dalam rumah dan setelah menutup pintu kebun.


"Zela, Aku laper, kita makan yuk," ajak Monica.


"Oke, tapi, sebelum kita makan, kita harus masak dulu," jawab Zela.


"Yah, tapi Aku males masak, Kamu mau kan masakin buat Aku," kata Monica dengan senyum manis.


"Oke, Aku masakin," kata Zela.


Zela pun memasak dan Monica duduk di meja makan sambil menunggu makanan siap.


"Tapi kok bisa ya, pintu itu tiba-tiba kebuka sendiri, terus ketutup sendiri lagi, serem amat nih tempat," batin Monica sambil melihat-lihat sekitar.


Zela pun datang membawa mie instan.


"Nih, makan," suruh Zela.


"Yeee, makasih sahabat," kata Monica dengan senyum gembira.


"Sama-sama," balas Zela dengan senyum senang.l


Tiba-tiba pintu kebun terbuka dengan sendirinya lagi.


Zela dan monica menoleh ke pintu kebun.


"Zela, Aku takut," kata Monica dengan nada takut.


"Udah ya, Kamu tenang aja, ini biasa terjadi kok," jawab Zela dengan nada lembut sambil melihat pintu kebun.


Zela berdiri, lalu pergi ke pintu tersebut dan melihat keluar.


"Zela tunggu, jangan tinggalin Aku," kata Monica sambil menolah-noleh ketakutan.


Zela melihat kebun yang mempunyai banyak pohon, Zela pun melangkah maju.


"Zela, Kamu mau kemana," kata Monica sambil memegang pundak Zela.

__ADS_1


Tiba-tiba pintu ke kebun kembali tertutup dengan sendirinya lagi.


Monica langsung menoleh ke belakang.


"Zela, gimana nih?" tanya Monica.


"Udah, Kamu tenang Aja," jawab Zela.


Lalu Zela melihat kakaknya.


"Kak Nia, Kakak kok bisa ada di sini?" tanya Zela.


"Zela, Kamu ngomong sama siapa?" tanya Monica yang semakin ketakutan saat Zela berbicara sendiri.


"Aku ngomong sama Kakak Aku," jawab Zela sambil menoleh ke Monica.


"Udah deh, jangan nakut-nakuti Aku, Aku gak suka ya," protes Monica.


"Aku gak nakutin Kamu kok, ini emang bener, Aku lagi ngomong sama Kakak Aku, Kak Nia," jawab Zela.


"Aku gak lihat siapa-siapa," kata Monica sambil menutuk mukanya dengan bahu Zela.


Hantu Nia pun menghilang dan pintu kebun terbuka.


"Itu pintu sudah buka, ayo masuk," kata Zela.


Zela bangun di pagi hari dan Zela pun membangunkan Monica untuk lari pagi.


"Monica, bangun, ayo kita lari pagi" ajak Zela sambil menggoyangkan tubuh Monica.


"Gak ah, Kamu aja sendiri," tolak Monica.


"Ya udah, Aku berangkat ya, hati-hati ada Kak Nia," kata Zela sambil berjalan keluar dari kamar.


Monica langsung membuka matanya lalu keluar kamar.


"Baik, Aku mau!" kata Monica dengan nada sedikit keras.


"Ya udah, ayo jalan," ajak Zela.


"Ayo," jawab Monica.


Mereka pun keluar rumah, tapi, di depan pintu Monica ingin mengambil sesuatu.


"Zela, Aku mau ngambil sesuatu dulu ya," ijin Monica.

__ADS_1


"Ya," setuju Zela.


Monica masuk lalu mengambil sesuatu.


"Kalau Aku nunggu Monica, pasti lama, ya udah deh, Aku jalan duluan," batin Zela.


Zela pun pergi lari pagi tanpa menunggu Monica.


Monica keluar rumah.


"Loh, Zela dimana, errr Dia ninggalin Aku," kata Monica sambil marah dengan muka cemberut.


Monica lari pagi, dan di jalan Dia melihat Zela sedang ngerjain anak kecil.


"Sini, berikan," kata Anak kecil sambil melompat-lompat untuk mengambil bonekanya yang di bawa Zela.


"Ambil aja kalau bisa," kata Zela sambil mengangkat boneka anak kecil dengan mata orange.


Monica menghampiri Zela.


"Zela, apa yang Kamu lakuin?" tanya Monica dengan nada kesal.


"Sorry, Lo siapa ya, ini itu bukan urusan Lo, jadi mending Lo pergi dari sini," kata Zela dengan muka males tanpa menatap Monica.


"Zela Kamu apaan sih, Aku gak suka ya Kamu kayak gini, sebenarnya Kamu kenapa, perasaan---" protes Monica yang terpotong.


"Bla bla bla, ngoceh aja terus," kata Zela sambil menatap Monica.


Zela pun membuang boneka tersebut ke jalanan.


Anak kecil tersebut langsung berlari mengambil bonekanya.


"Adek!" teriak Monica.


Monica berlari menghampiri anak kecil itu dan menangkapnya.


Lalu Monica membawa anak kecil dan bonekanya ke pinggir jalan.


Lalu Monica menatap ke arah Zela, tapi, ternyata Zela sudah pergi.


Setelah kejadian itu, Monica ada di cafe, sambil memikirkan apa yang terjadi dengan Zela.


Tiba-tiba, Zela datang dengan muka gembira dan mata hijau.


"Hai, Kamu kok lama amat sih, abis ngambil apa aja?" tanya Zela dengan senyum gembira.

__ADS_1


bersambung........


__ADS_2