
Mereka pun duduk di bangku rumah tempat mereka syuting.
"Seru ya tadi," kata Reinhard.
"Iya," jawab Reina.
"Tapi sih, Gue berharap itu tadi nyata," kata Reinhard.
"jadi Lo pengen Gue ngelabrak Lo kayak gitu, karena Lo udah selingkuh?" tanya Reina dengan nada kesal.
"Bukan gitu, maksudnya, Gue suka sama adegan pelukan kayak tadi," kata Reinhard.
"Ooooo, adegan yang itu, kirain," kata Reina dengan wajah tersenyum.
Skip.
Di sore hari mereka makan malam di sebuah restaurant yang sangat mahal.
"Wow, Kamu ngajak Aku ke tempat makan yang mahal kayak gini," kata Reina sambil melihat sekeliling.
"Iya dong, oh ya, silahkan dimakan, ini spesial loh, buat Kamu," kata Reinhard sambil membuka penutup makanan.
"Wah, enak banget kelihatannya," kata Reina sambil melihat ayam bakar yang menggugah selera.
"Silahkan dimakan," kata Reinhard dengan senyuman jahat.
Reina mengambil satu potong ayam dengan garpunya, lalu memasukannya ke mulut Reinhard.
Reinhard pun menutup mulutnya karena menolak suapan dari Reina.
"Kenapa, ini enak loh, Kamu sendiri yang pesenin," kata Reina.
"Itu spesial buat Kamu, jadi, Kamu yang harus makan," kata Reinhard.
Reinhard mengambil garpu milik Reina, lalu memasukannya ke dalam mulut Reina.
Reina pun mengunyah ayam bakar tersebut.
Tapi tiba-tiba, tenggorokan Reina pun sakit, dan Reina pun muntah busa.
Reinhard memasang senyum jahat.
Reinhard mencengkram mulut Reina dan melihat busa yang terus-menerus keluar dari mulut Reina.
Reina pun menutup matanya di tangan Reinhard dengan busa yang berada di mulutnya.
Reinhard menjatuhkan kepala Reina.
Lalu Reinhard memijat leher belakang Reina, dan akhirnya, Reina muntah busa dengan sangat hebat.
Reina terus muntah mengeluarkan banyak sekali busa.
Reina pun memegang dadanya karena sakit dan sesak nafas.
Dan akhirnya, Reina pun menutup matanya dan Dia tidak bernafas lagi.
"Cut, excellent?" teriak Andri dengan senyuman keberhasilan.
Reinhard pun membantu membangunkan Reina.
"Eh, minta tisu dong, buat ini nih," kata Reina.
Kru pun membawakan tisu.
__ADS_1
"Sini, Aku aja," kata Reinhard.
Reinhard pun ngusap busa yang ada di mulut Reina.
"Makasih ya, Kamu udah perhatian sama Aku," kata Reina.
"Udah kali, Aku Kamunya," kata Reinhard sambil berjalan meinggalkan Reina.
"Ya elah, tuh orang, wah, bener-bener acting nih orang," kata Reina dengan wajah kesal.
Reina pun menghampiri Reinhard yang sedang minum kopi.
"Gimana, acting Gue bagus kan?" tanya Reina.
"Bagus banget, sampai muntah-muntah gitu" jawab Reinhard dengan tawa kecil.
"Sebenarnya Reinhard suka gak sih, sama Gue?" batin Reina.
Tiba-tiba, datanglah teman mereka yang paling nyebelin.
"Halo semua, wih, udah sore, gak tidur nih," kata Gabriela.
"Ya gak lah, masih sore kok tidur," bantah Reinhard dengan muka malas.
"Oooo gitu ya," kata Gabriela.
"Oh ya, nanti Lo mau kemana?" Tanya Reina Ke Gabriela.
"Lo sendiri?" tanya balik Gabriela.
"Lo kebiasaan deh, ditanya malah nanya," kata Reina dengan muka kesal.
Gabriela pun tertawa.
"Kasih tau gak ya?" tanya Gabriela sambil membuang mukanya.
"Kasih tau dong," minta Reina.
"Rahasia," jawab Gabriela sambil menatap Reina dengan senyuman.
POV Zela
Di rumah, Zela sedang menontin tv, lalu tiba-tiba, Zela mendengar suara mobil Pak Bei, dan Zela pun langsung membukakan pintu.
"Silahkan Papa," sapa Zela dengan senyuman.
Tetapi Pak Beu membalasnya dengan muka kelas.
Pak Bei pun langsung masuk kedalam, lalu duduk di sofa yang empuk.
Zela menutup pintu, lalu menghampiri Pak Bei dan duduk di sebelahnya.
"Papa ada masalah ya?" tanya Zela dengan senyuman dan mata hijau.
"Jaga sikap Kamu, ingat ya, Kamu ini bukan siapa-siapa saya, jadi Kamu gak bisa seenaknya di sini," kata Pak Bei sambil menatap Zela dengan muka dan nada marah.
Mata Zela yang hijau pun berubah menjadi biru.
Zela menghembuskan nafas sedih sambil menunduk.
"Ya, maaf," kata Zela dengan nuka sedih.
Pak Bei pun membuang mukanya.
__ADS_1
"Tapi kan, dulu Papa mengangkat Aku jadi anak Papa," kata Zela sambil menatap Pak Bei.
"Denger ya, pertama, jangan panggil Saya Papa, tapi Tuan, yang kedua, Saya hanya pura-pura menerima dan mengangkat Kamu jadi anak Saya, dan sebenarnya, Kamu Saya anggep jadi pembantu," kata Pak Bei sambil menatap Zela dan menunjuk Zela.
"Jadi, Papa gak sayang sama Aku?" tanya Zela dengan mata yang berkaca-kaca.
"Jangan panggil Saya Papa!" bentak Pak Bei sambil berdiri dengan nada keras.
Zela pun menangis sambil menghadap ke atas menatap Pak Bei.
"Dan ingat, Kamu boleh panggil Saya Papa, kalau ada orang di rumah, dan sekarang, tidak ada satupun orang di sini, jadi Kamu panggil Saya Tuan, camkan itu," kata Pak Bei dengan muka marah.
Pak Bei pun pergi meninggalkan Zela yang menangis.
Skip
Zela sedang tidur di sendirian di kamarnya, lalu Pak Bei masuk ke kamar Zela.
"Zela, buatin Saya Kopi!" perintah Pak Bei dengan nada tinggi.
Zela pun kaget karena bentakan dari Pak Bei.
"Baik, Tuan," jawab Zela dengan muka sedih dan mata biru.
Zela pun terpaksa bangun dari tidurnya yang nyenyak.
Zela pergi ke dapur untuk membuatkan kopi untuk Pak Bei.
"Zela, cepetan, lama amat sih, gitu aja lelet banget!" Bentak Pak Bei dari ruang tamu.
Zela pun langsung pergi menuju Pak Bei, lalu Zela meletakkan kopi tersebut dengan sangat hati-hati.
"Silahkan di minum," kata Zela sambil menunduk bagaikan pelayan.
Pak Bei pun langsung meminum kopi tersebut.
"Hem, enak juga," kata Pak Bei sambil mengangguk-ngangguk dengan senyuman.
Zela yang mendengarkannya pun merasa lebih tenang.
Pak Bei pun menatap Zela dengan tatapan benci.
"Ngapain Kamu masih ada di sini, sana pergi, Saya sudah tidak butuh Kamu lagi," suruh Pak Bei sambil melambaikan tanganya.
Pak Bei pun meminum kopi tersebut.
Sedangkan Zela, pergi ke kamar dan melanjutkan tidurnya.
Datang lah, Tasya dan Bu Sasha dari supermarket.
"Wah, bahagia banget nih kelihatannya," kata Pak Bei dengan senyuman senang.
"Iya dong, kan habis shoping," jawab Tasya dengan wajah berseri-seri.
"Kamu ini, kita kan habis belanja, bukan shoping," protes Bu Sasha dengan tawa kecil.
"Ya udah, mending Kamu tidur gih, udah malem," suruh Bu Sasha.
"Baik Ma," jawab Tasya dengan senyuman.
Zela pun masuk ke kamarnya, lalu tidur di samping Zela.
bersambung.....
__ADS_1