
Mereka pun berangkat.
Di jalan, mereka terjebak macet.
Zela membuang nafas bosan dengan mata hitam.
"Oke, sekarang apa yang akan kita lakukan?" tanya Zela dengan muka bosan sambil menghadap ke luar kaca mobil.
"Hemmm, gak tau juga sih," jawab Tasya dengan muka cemberut.
Akhirnya mobil mereka bisa berjalan lagi.
Skip
Di jalan menuju puncak, sepi tanpa mobil satupun, dan akhirnya mobil mereka mogok.
"Kenapa Pa?" tanya Bu Sasha.
"Kayaknya mogok deh Ma," jawab Pak Bei.
"Yah, payah," kata Reina,Tasya dan Zela secara bersamaan sambil memasang muka cemberut.
"Papa mau cek dulu," kata Pak Bei sambil keluar dari mobil.
"Bosen banget," kata Tasya dengan muka bosan.
"Kira turun yuk, dari pada di sini terus," ajak Reina sambil menoleh ke Zela dan Tasya dengan senyuman.
"Ayo," kata Tasya dan Zela dengan senyuman.
Reina,Tasya dan Zela pun turun dari mobil.
Mereka bertiga duduk di pinggir jalan.
"Enaknya ngapain ya?" tanya Zela sambil memandang langit yang biru.
"Gak tau nih," jawab Tasya sambil menunduk.
"Aduh, ini gimana ya, kok gak nyala-nyala juga," kata Pak Bei sambil memperbaiki mesin mobilnya.
"Bisa gak Pa?" tanya Reina sambil menoleh ke Papanya.
"Bentar ya, Papa lagi berusaha nih," jawab Pak Bei tanpa menatap Tasya.
Tasya menoleh ke depan dan memasang muka cemberut.
__ADS_1
Zela pun menghampiri Pak Bei dan melihat mesin mobil.
Zela melihat-lihat, lalu Dia menemukan masalahnya.
Zela pun memperbaiki masalah yang ada di mesin mobil tersebut sambil di tatap oleh Pak Bei dengan tatapan tidak percaya.
"Nih Anak sok pinter banget sih," batin Pak Bei sambil menatap Zela.
Zela selesai memperbaiki mobilnya, Zela pun masuk ke dalam mobil dan menghidupkannya.
Mobil pun menyalakan dan semua orang menatap Zela.
"Bisa," kata Zela setelah menyalakan mobil dengan mata hijau.
"Wah, ternyata Kamu hebat juga," puji Bu Sasha dengan senyuman.
"Hi hi, Makasih," jawab Zela dengan tawa kecil.
"Pinter juga nih Anak," batin Pak Bei.
Zela turun dari mobil.
"Pa, Ayo berangkat," ajak Zela dengan senyuman.
Semuanya pun masuk ke dalam mobil.
"Lets go," teriak Reina,Tasya dan Zela sambil mengangkat satu tangan mereka dengan senyuman.
Mobil pun mulai berjalan.
"Eh, nyanyi kuy, daripada diem aja," ajak Tasya.
"Kuy," jawab Zela dan Reina.
Mereka pun bernyanyi.
"Naik, naik, ke puncak gunung, tinggi, tinggi sekali, kiri kanan, ku lihat saja, banyak pohon cemara a a, kiri kanan, kulihat saja, banyak pohon cemara," nanyian Tasya,Zela dan Reina dengan penuh senyum kegembiraan sambil menggoyangkan tubuh mereka.
Mereka pun diam.
5 menit kemudian.
"Kalian punya makanan gak, Aku laper nih?" tanya Zela dengan muka cemberut dengan mata hitam.
"Punya," jawab Tasya.
__ADS_1
Tasya pun mengambil pop mie di bagasi.
"Nih," kata Tasya sambil memerikan pop mie.
"Makasih," kata Zela dengan mata hijau.
"Sama-sama," jawab Tasya.
Tasya dan Reina pun mengambil pop mie yang ada di bagasi lalu memakannya.
Mobil yang mereka tumpangi pun berhenti dengan seketika,
"Kenapa Pa?" tanya Zela dengan muka kebingungan.
"Sudah sampai," jawab Pak Bei.
Zela melihat sekeliling dan Dia melihat sebuah rumah.
"Kenapa kita berhenti di sini?" tanya Zela.
"Kita bakal tinggal di sini," jawab Reina.
"Oh gitu," kata Zela.
Mereka pun masuk ke dalam villa.
"Wow, bagus juga nih rumah," kata Zela sambil melihat sekeliling dengan rasa penuh kagum.
"Ini villa," protes Reina.
"Ya, Aku juga tau ini villa," kata Zela dengan muka cemberut.
"Kalau udah tau kenapa nanya?" tanya Reina dengan muka menyindir sambil menatap Zela.
"Siapa yang tanya, Aku gak pernah nanya ini rumah atau villa," protes Zela dengan nada kesal.
Reina berhenti menatap Zela dan tersenyum gembira karena suka membuat Zela kesal.
Mereka sampai di kamar.
"Ini kamar kita," kata Reina sambil melihat isi kamarnya.
"Lumayan," kata dengan muka datar.
bersambung............
__ADS_1