Gadis Bermata Pelangi

Gadis Bermata Pelangi
Zela akan bunuh diri


__ADS_3

"Zela, dengarkan Om, meskipun kamu bukan keponakan Om, tapi Om sayang sama Kamu," kata Om dengan nada tegas.


"Sayang, terus kenapa Om bilang kalau aku ini anak angkat," kata Zela.


Zela pun pergi dari rumah.


"Kamu kejar Zela," perintah Om ke Al.


Al langsung mengejar Zela memakai motor, dan mereka pun kejar-kejaran memakai motor.


Al berhasil menghentikan Zela.


"Zela, aku tau ini berat buat Kamu, Kamu kehilangan keluarga dan kerabat Kamu, tapi Zela, Kamu masih punya Aku, pacar Kamu," kata Al dengan nada lembut.


"Aku tau, Kamu pasti mau pacaran sama Aku cuma karena, tanggung jawab Kamu kan," kata Zela sambil meneteskan air matanya dari matanya yang berwarna ungu.


"Sekarang aku mau pergi," kata Zela sambil menaiki motornya lalu pergi.


"Maaf Zela, aku tidak bisa menyelamatkan orang tua Kamu dari kebakaran itu," batin Al.


Zela berhenti di sebuah cafe.


Zela terus menangis karena dia kehilangan semuanya, tiba-tiba ada Devcollector yang datang untuk menagih hutang pemilik cafe.


"Bayar hutang Lo sekarang," kata Devcollector.


" Mohon maaf Pak, Saya belum punya uang, Saya janji, kalau Saya sudah punya uangnya, Saya bakal langsung membayarnya," kata Pemilik cafe dengan muka ketakutan.


Devcollector pun membantik meja,


semua yang ada di cafe tersebut ketakutan, tapi, hanya Zela yang santai.


Devcollector memukul muka Pemilik cafe, tapi, Zela hanya terdiam, bukan karena takut, tapi Zela tidak peduli dengan mereka, dengan mata merah, Zela menonton kejadian tersebut.


Devcollector pun pergi meniggalkan cafe yang sudah hancur.


Zela pergi ke kantor tempat Om bekerja,


"Om, Aku mau jadi kurir di restoran pizza," kata Zela tanpa basa-basi


"Loh, kok tiba-tiba kamu pengen jadi kurir, kenapa Zela?" tanya Om karena heran dengan Zela.

__ADS_1


"Boleh apa gak?" tanya Zela dengan nada kesal.


"Ya udah, boleh, sekarang kamu ke restoran pizza ya, nanti Om akan kasih tau manager di sana," jawab Om.


"Makasih," kata Zela dengan muka jutek.


Zela pun pergi ke restaurant pizza, tempat dia bekerja.


"Halo Zela, mulai sekarang, kamu resmi jadi kurir di sini, selamat ya," ucapan selamat dari Manager.


Zela langaug masuk ke dalam tanpa mendengarkan kata Manager.


"Apa ada pesanan?" tanya Zela dengan muka jutek dan mata merah.


"Ya ada, ini alamatnya dan pizzanya," kata kasir.


Zela menerima pizza dan pergi ke tempat tujuan.


Zela pun sampai di rumah yang sangat besar, lalu Zela masuk.


sampai di teras, Zela mengetuk pintunya, tiba-tiba pagarnya tertutup dengan sendirinya, tapi Zela tidak takut sama sekali, lalu pintu yang Zela ketuk terbuka sendiri, dan di dalamnya tidak ada satupun orang, yang terlihat hanya sofa dan meja yang terang karena sinar matahari.


Zela masuk, dan tiba-tiba pintu,jendela dan tirai tertutup mengakibatkan ruangan itu gelap gulita.


"Nih pizza yang anda pesan," kata Zela sambil membrikan pizza tanpa ada sedikitpun muka ketakutan.


perempuan itu mengangkat rambutnya lalu menunjukan muka aslinya.


Perempuan itu menunjukan mukanya yang cantik.


"Selamat, ternyata kau tidak takut dengan hantu ya," kata Clara perempuan yang suka sekali menjahili orang.


Zela hanya terdiam, lalu pergi meninggalkan Clara tanpa mengatakan apa-apa dengan muka jutek.


"Kenalin, nama gue Clara!" teriak Clara.


Clara mengejar Zela dan mengikutinya kemana pun.


"Hai, Lo kenapa kok diem, gue tau, Lo pasti ngambekkan karena Gue nakutin Lo tadi," kata Clara dengan penuh kegembiraan.


Zela hanya terdiam.

__ADS_1


"Woy, jawab dong, masa cewek secantik Gue ini di kacangin," kata Clara dengan muka memelas.


Zela menaiki motornya dan pergi begitu saja.


"Yah, gagal dong, Gue punya temen," kata Clara dengan muka yang paling sedih.


Clara duduk di teras rumanya yang besar, dan menangis.


"Apa salahnya kalau ada cewek yang tinggal sendirian di rumah yang besar ini, setiap kali orang masuk, pasti mereka mikirnya kalau rumah ini berhantu," kata Clara sambil menangis.


POV Zela


Zela sedang dalam perjalanan ke restaurant, tapi di tengah jalan di ingin beristirahat, Zela duduk di bangku dekat lapangan basket sambil menonton orang bermain basket.


lalu ada cowok yang menatapnya, lalu cowok itu mendekati Zela dan duduk di sampingnya.


"Hai sendirian aja," kata Cowok.


"Emang masalah buat Lo," kata Zela dengan nada kesal.


"Yeeee, di tanya baik baik malah sewot," kata Cowok sambil membuang mukanya.


"Lo gak main, sama temen Lo itu?" tanya Zela.


"Terserah Gue lah, emang apa urusannya sama Lo," jawab Cowok dengan nada kesal.


Zela pun langsung menaiki motornya lalu pergi.


Zela masuk ke kantor dan pergi ke lantai paling atas yang terbuka.


Zela berjalan ke tepi gedung dan melihat semuanya dari atas.


"Pemandangan yang sungguh indah," kata Zela sambil menangis.


"Coba saja waktu bisa di ulang, pasti aku sangat bahagia," kata Zela sambil menunduk melihat mabil berlalu lalang.


"Dulu itu sangat bahagia, Aku punya kakak cowok, dan yang paling istimewa adalah, Aku punya kakak cewek yang kembar, karena tidak semua bisa mendapatkan kakak kembar, dan aku juga punya ayah dan ibu, sungguh keluarga yang sempurna," lirih Zela sambil meneteskan air matanya.


"Dan mungkin ini saat," kata Zela.


Zela memejamkan matanya lalu.

__ADS_1


sampai disini dulu ya guys ceritanya


__ADS_2